10 Tahun Djazuli Kuris Bangun Kota Pagaralam - PAD Rp2 Miliar Menjadi Rp600 Miliar

Pagaralam – Sepuluh Tahun H Djazuli Kuris berjuang membangun Kota kelahirannya Pagar Alam, sejak dilantik menjadi Walikota Otonom Pertama tahun 2003. Upayanya sangat memprihatinkan, karena modal dasar keuangan daerah yang dimiliki sebagai Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp2 miliar. Dana ini pun harus bisa membangun kotanya untuk berbagai infrastruktur, biaya operasional pemerintahan serta melayani berbagai kebutuhan ekonomi dan sosial warganya.

Kendati demikian dirinya tetap terus bertekad ikhlas dan sabar menjalani amanah untuk beribadah. Hasilnya pun fantastis dan mampu menjadikan modal kotanya untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pada tahun 2013 ini menjadi Rp600 miliar lebih. Demikian rangkuman keterangan yang diperoleh Wartawan NERACA Dasmir Ali Malayoe, jelang pelantikan Walikota baru (2013-2018) Dr Hj Ida Fitriati MKes dan Wakilnya Novirzah SE, pada 23 April 2013 ini.

“Peningkatan itu bukan semata-mata karena saya, tapi berkat dukungan dan pengertian masyarakat Kota Pagaralam yang sangat besar andilnya mendukung berbagai program dan kegiatan serta strategi pembangunan. Sehingga, diperlukan kesinambungan pembangunan yang berorientasi ekonomi pro kepada rakyat masyarakat Kota Pagaralam yang sangat unik dan positif karakter dan budayanya sebagai potensi Sumber Daya Manusia untuk pembangunan di berbagai sector,” tutur Djazuli Kuris berharap kepada generasi pemimpin penerusnya.

Dijelaskannya, Kota Pagaralam sejak Awal 2003 telah memiliki Peraturan Daerah (Perda) Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) untuk 25 tahun dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) untuk setiap lima tahunannya. Konsep pembangunan ini, telah melalui berbagai kajian ilmiah dan aspirasi masyarakat yang disetujui dan ditetapkan oleh DPRD Kota Pagaralam dan Pemerintah Propinsi Sumatera Selatan (Sumsel). Selain itu juga disesuaikan dengan ketentuan perundangan ditetapkannya tujuan didirikannya kota ini sebagai Kota Otonomi berbadsarkan Undang Undang Nomor 8 Tahun 2001.

Kota yang dikenal juga dengan sebutan “Besemah” berpenduduk 118.904 jiwa tahun 2003 (kini sekitar 200 ribu lebih,Red), ternyata juga telah mampu menjadi Kota Terbaik Ketiha dari seluruh Kota/Kabupaten yang ada di Propinsi Sumsel dalam hal prestasi Indeks Pembangunan Manusianya; yakni mendekati angka 80.

Prestasi ini juga dibandingkan dengan Kota/Kabupaten di Indonesia yang sudah lebih dulu berdiri dengan potensi alam yang berlimpah, ternyata masih berkisar di angka 78. “Laju pertumbuhan Ekonomi pun termasuk yang terbaik di Sumsel juga angkra rata-rata nasional yang bekisar di 6 persen lebih,” ujar Djazuli Kuris yang juga menambahkan bahwa income perkapita penduduknya juga terus meningkat setiap tahunnya.

“Oleh sebab itu, hendaknya kedepan dalam melaksanakan semua kegiatan, benar-benar menyentuh dan dapat bermanfaat demi kesejahteraan masyarakat Kota Pagar Alam terutama dalam pembangunan usaha ekonomi mikro kecil dan menengah yang merupakan tulang punggung perekonomian kota Ini,” ujarnya.

Diakui Djazuli Kuris, sebagai pemimpin Kota Pagaralam kinerja pemerintahan masih terdapat ada kekurangan. Tetapi, tak dipungkiri juga telah banyak diraih prestasi lainnya. Diantaranya mewakili Indonesia sekaligus meraih penghargaan di Festival Bunga Internasional Pasadena Amerika Serikat, Piala Adipura, pembangunan Banrara Perintis Atung Bungsu, Penghargaan Surplus Swasembada Pangan Beras dan kemberhasilan pembangunan sektor lainnya.

Dan, untuk Tahun 2014, APBD Kota Pagaralam juga akan dipadati berbagai program kegitan. Yakni, 345 program dan 1.513 kegiatan, dengan rincian, di bidang sosial budaya 168 program dan 738 kegiatan, ekonomi dan PMD sebanyak 100 program dan 435 kegiatan, biang fifik dan prasarana 77 program dan 340 kegiatan. Demikian Kepala Badan Perencanaan Daerah (Bapedda) Kota Pagar Alam Ir Zukifli Idrus, MTP, saat melaporkannya kepada Djazuli Kuris di akhir masa jabatan Walikotanya, baru-baru ini.

“Program Kegiatan Tahun 2014 nanti itu, adalah hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan atau Musrenbang yang menyerap aspirasi masyarakat Kota Pagaralam, yang bertujuan mempertahankan kesinambungan pembangunan daerah yang maju dan unggul baik secara ekonomi, sosial dan budaya serta bidang lainnya,” kata Walikota yang akan dilantik Dr Ida Fitriani Mkes yang juga saat berita ini diturunkan masih menjabat adalah Wakil Walikota periode Kedua Djazuli Kuris saat ini.

Berdasarkan Analisis Marters Thesis Pasca Sarjana, Dimyati dari Universitas Andalas, Laju Pertumbuhan Ekonomi merupakan salah satu tolak ukur adanya pembangunan ekonomi dalam meningkatkan pendapatan, kesempatan kerjq dan kemakmuran masyarakat di suatu daerah. “Keterkaitan antas sektor pertanian, perdagangan dan jasa di Kota Pagaralam, sangat mendukung keberhasilan persepacatan pembangunan,” katanya.

Related posts