“Ada Peluang Besar Mahasiswa Menjadi Wirausaha” - Syarifuddin Hasan, Menteri Koperasi dan UKM

Tidak salah memang bila Menteri Koperasi dan UKM Syarifuddin Hasan memberikan kuliah umum di Universitas Pancasila Jakarta dengan tema kewirausahaan. Pasalnya, di perguruan tinggi tersebut ternyata hingga kini sudah mampu membina 500-an usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan sekitar 200-an Pos Daya di Jakarta Selatan. “Artinya, antara Kementrian Koperasi dan UKM dengan Universitas Pancasila memiliki visi dan misi yang sama untuk mencetak wirausaha pemula yang tangguh”, kata Menkop dihadapan ratusan mahasiswa Fakultas Ekonomi dalam kuliah umum bertema “Peranan Perguruan Tinggi Dalam Pengembangan Kewirausahaan di Kalangan Generasi Muda”, di kampus Universitas Pancasila, Rabu.

Menurut Menkop, dengan menjadi wirausaha itu sama artinya dengan membuat Indonesia menjadi jauh lebih baik di masa depan. “Suatu negara bisa disebut makmur apabila minimum jumlah wirausahanya sebesar dua persen dari total jumlah penduduk. Saat ini, jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 1,65 persen (Maret 2013). Yang diperlukan mahasiwa berwirausaha adalah keberanian menjadi wirausaha”, tegas Menkop seraya menyebutkan bahwa kini kementriannya tengah menggalakkan program Gerakan Kewirausahaan Nasional (GKN).

Dorongan Menkop agar mahasiswa menjadi wirausaha bukannya tanpa dasar. Syarifuddin memaparkan kondisi ekonomi negeri ini yang tengah dalam posisi bagus. “Opportunity yang ada adalah pertumbuhan ekonomi suatu negara. Ekonomi akan tumbuh salah satunya dari konsumsi pemerintah. Tahun 2008, APBN kita baru mencapai Rp450 triliun, sekarang sudah Rp1.600 triliun. Artinya, spending dari pemerintah ke rakyat semakin tinggi. Kedua, konsumsi rakyat juga semakin tinggi. Dan ketiga, masuknya investasi asing ke Indonesia”, jelas Menkop.

Dengan pertumbuhan investasi yang dari tahun ke tahun semakin tinggi, itu artinya tingkat kepercayaan pada Indonesia juga semakin tinggi. Menkop mengakui, tingkat impor memang masih terbilang tinggi namun impor yang terjadi mayoritas adalah untuk bahan modal. \"Itulah beberapa variabel yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia”, kata Menkop lagi.

Dari itu semua, Menkop berharap dapat dijadikan big opportunity untuk menjadi wirausaha. Apalagi, kita memiliki pasar yang amat besar yakni jumlah penduduk sekitar 250 juta jiwa. “Yang harus diperhatikan seorang wirausaha adalah Consumer Satisfaction. Terus meningkatkan kualitas agar mampu memenuhi ekspektasi dari konsumen sampai tercipta kondisi Consumer Satisfaction”, tandas Menkop.

Sementara terkait permodalan, Syarifuddin menegaskan bahwa pemerintah memiliki program kredit usaha rakyat (KUR). Bahkan hingga pinjaman Rp20 juta tidak lagi diperlukan agunan. “Laporkan bank penyelur KUR langsung ke saya kalau masih berani minta agunan untuk KUR”, tegas Menkop.

BERITA TERKAIT

Anggota Dewan Pengarah BPIP - Musuh Kita Ketidakadilan dan Kemiskinan

Prof Mahfud MD Anggota Dewan Pengarah BPIP Musuh Kita Ketidakadilan dan Kemiskinan Makassar - Anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi…

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi - Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri

PT Rekadaya Elektrika Gelar Program CSR Pelatihan HTHT di Bukittinggi  Agar Kualitas Hidup ABK Lebih Baik dan Mandiri NERACA Bukittinggi…

Huobi Indonesia Berbagi Aset Digital dan Kesuksesan - Layanan Platform Mata Uang Ditigal

NERACA Jakarta – Perluas penetrasi pasar di Indonesia, Huobi Indonesia Digital Currency Exchange secara resmi beroperasi daring. Perusahaan juga mengenalkan…

BERITA LAINNYA DI HUKUM BISNIS

Yusril: Vonis Terhadap SAT Pertontonkan Ketidakadilan dan Coreng Kepastian Hukum

Yusril: Vonis Terhadap SAT Pertontonkan Ketidakadilan dan Coreng Kepastian Hukum NERACA Jakarta - Pakar hukum Prof. Dr. Yusril Irza Mahendra…

IPW: Polri Harus Usut Tuntas Perembesan Gula Rafinasi

IPW: Polri Harus Usut Tuntas Perembesan Gula Rafinasi NERACA Jakarta - Indonesia Police Watch (IPW) menilai kepolisian harus menindaklanjuti pelaporan…

Pemkab Jember Gandeng KPK Tekan Gratifikasi

Pemkab Jember Gandeng KPK Tekan Gratifikasi NERACA Jember - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menekan…