Selangkah Lagi, IHSG Cetak Rekor Level 5000.

NERACA

Jakarta – Derasnya aksi beli investor membawa pergerakan indeks BEI terus menguat. Bahkan diakhir perdagangan Rabu sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat melesat 53,400 poin (1,08%) ke level 4.998,653. Sementara Indeks LQ45 ditutup menanjak 9,473 poin (1,13%) ke level 847,894

Posisi IHSG tersebut merupakan rekor baru tertingginya sepanjang masa. Sebelumnya, rekor tertinggi IHSG berada di level 4.981,466 setelah naik 24,215 poin (0,49%) pada Rabu 3 April 2013 lalu, “Akumulasi investor saham domestik terhadap sektor telekomunikasi, perbankan, dan semen mendorong indeks BEI melanjutkan \'rally\' penguatan,\" kata analis Recapital Securities Agustini Hamid di Jakarta, Rabu (17/4).

Dia mengatakan, investor dalam negeri itu sedang fokus terhadap saham sektor yang memiliki orientasi domestik menyusul pertumbuhan ekonomi Indonesia yang masih tumbuh di tengah sentimen eksternal yang cenderung negatif.

Menurut dia, pertumbuhan global sedang mengalami perlambatan dengan cenderung turun sehingga antisipasi investor di Indonesia dengan menggalakkan konsumsi di dalam negeri sendiri yang nantinya berdampak juga terhadap emiten.

Selain itu, lanjut dia, investor saham juga sedang mengantisipasi kinerja keuangan periode kuartal pertama tahun ini dan beberapa agenda korporasi seperti pembagian dividen. Berikutnya, indeks BEI Kamis diproyeksikan akan menguat tinggi dan diyakini menembus level 5.000 poin.

Pada perdagangan Rabu kemarin, aksi beli banyak dilakukan investor domestik, tapi asing juga tak mau ketinggalan. Transaksi investor asing tercatat melakukan pembelian bersih (foreign net buy) senilai Rp 583,66 miliar di seluruh pasar.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 147.906 kali pada volume 5,932 miliar lembar saham senilai Rp 6,472 triliun. Sebanyak 151 saham naik, sisanya 105 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional berakhir mixed cenderung melemah, padahal ada sentimen positif dari menguatnya pasar global kemarin. Hanya bursa Jepang dan Indonesia yang berhasil naik tinggi.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indocement (INTP) naik Rp 1.400 ke Rp 25.800, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.125 ke Rp 5.640, Semen Indonesia (SMGR) naik Rp 850 ke Rp 19.000, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 550 ke Rp 8.800.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Bina Dana (ABDA) turun Rp 250 ke Rp 3.000, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.700, Surya Toto (TOTO) turun Rp 100 ke Rp 7.750, dan J Resources (PSAB) turun Rp 100 ke Rp 4.275.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 35,574 poin (0,72%) ke level 4.980,827. Sementara Indeks LQ45 menanjak 6,193 poin (0,74%) ke level 844,614. Aksi beli langsung marak terjadi sejak pembukaan perdagangan. Beberapa saham masih terkena koreksi akibat aksi ambil untung, namun jumlahnya masih lebih sedikit ketimbang yang menguat.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 83.102 kali pada volume 3,692 miliar lembar saham senilai Rp 3,193 triliun. Sebanyak 157 saham naik, sisanya 68 saham turun, dan 111 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 1.125 ke Rp 5.640, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 750 ke Rp 84.450, Telkom (TLKM) naik Rp 450 ke Rp 12.200, dan Semen Gresik (SMGR) naik Rp 400 ke Rp 18.550.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 900 ke Rp 52.100, Multi Prima (LPIN) turun Rp 250 ke Rp 4.750, Unilever (UNVR) turun Rp 150 ke Rp 22.700, dan Asahimas (AMFG) turun Rp 150 ke Rp 8.850.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka naik 11,33 poin atau 0,23% ke posisi 4.956,58. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,84 poin (0,34%) ke level 841,26, “Dari dalam negeri, rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM bagi kendaraan pribadi, diperkirakan para pelaku pasar akan merespon baik karena kebijakan itu dapat menghemat anggaran negara meskipun di sisi lain akan menaikkan inflasi,\" kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, menguatnya bursa saham kawasan Asia juga mendorong indeks BEI berada dalam area positif atau menguat pagi ini memfaktorkan sentimen di bursa AS dan juga akibat pelemahan nilai tukar yen Jepang serta kenaikan perkiraan pertumbuhan ekonomi Jepang oleh lembaga dana moneter (IMF).

Namun menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, tekanan jual oleh pelaku pasar lokal terhenti sehingga secara teknikal indeks BEI kembali ke area positif. Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Rabu, dibuka menguat 50,16 poin (0,23%) ke level 21.722,19, indeks Nikkei-225 naik 132,38 poin (1,00%) ke level 13.353,82, Straits Times menguat 0,93 poin (0,03%) ke posisi 3.292,51. (bani)

BERITA TERKAIT

Aksi Beli Asing Lanjutkan Penguatan IHSG

NERACA Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (15/11) melanjutkan penguatannya dengan ditutup lebih…

TICMI Cetak Ribuan Profesional Bersertifikasi

NERACA Jakarta - The Indonesia Capital Market Institute (TICMI) kembali menyelenggarakan wisuda akbar periode II 2018 untuk lulusan periode April…

Hidupkan Lagi KRL Ekspres

Kondisi KRL CommuterLine saat ini mirip sama dengan KRL Ekonomi beberapa tahun lalu, dimana kepadatan penumpang sama parahnya di saat…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Suspensi Saham Shield On Service

Setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) lantaran terjadi peningkatan harga saham di luar kewajara, kini BEI menghentikan…

Gugatan First Media Tidak Terkait Layanan

Kasus hukum yang dijalani PT First Media Tbk (KBLV) memastikan tidak terkait dengan layanan First Media dan layanan operasional perseroan…

Strategi Hilirisasi - Pabrik Feronikel Antam Rampung Akhir Tahun

NERACA Jakarta – Komitmen PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menjalankan strategi hilirisasi terus dilakukan dengan pembangunan pabrik Feronikel Haltim dengan…