VIVA Realisasikan Dana IPO Rp 414,53 Miliar - Serap Sekitar 89,36%

NERACA

Jakarta- PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) telah menggunakan sekitar 89,36% atau sebesar Rp414,53 miliar dana hasil penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Dana tersebut antara lain digunakan perseroan untuk modal kerja dan pembayaran utang.

“Dana hasil IPO telah terpakai untuk modal kerja dan pembayaran utang kepada Credit Suisse sesuai dengan yang direncanakan dalam prospektus, sedangkan untuk belanja modal perseroan baru memakai sekitar 73,40%.” kata Direktur VIVA, Charlie Kasim dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Menurutnya, sisa dana hasil IPO disimpan di Bank Mega dalam bentuk deposito mata uang dollar yang memiliki tingkat suku bunga 1% per tahun. Seperti diketahui, dana yang diperoleh perseroan dari hasil penawaran umum perdana sebesar Rp500,10 miliar. Setelah dikurangi biaya-biaya emisi, perseroan mengantongi hasil bersih senilai Rp463,87 miliar.

Dari pelaksanaan IPO ini, perseroan berencana untuk menggunakan 40% dana hasil IPO untuk membayar utang kepada Credit Suisse AG, Cabang Singapura, dengan nilai sekitar US$54 juta. Kemudian, 40% lainnya akan digunakan untuk belanja modal terkait pengembangan anak usaha perseroan dan 20% sisanya disiapkan untuk modal kerja perseroan dan anak usahanya.

Lepas Saham

Sebelumnya, Komisaris Utama PT Visi Media Asia Tbk (VIVA) Anindya Novyan Bakrie pernah bilang, pihaknya akan berupaya meningkatkan kinerja perseroan. Perseroan pun secara terbuka membuka kesempatan kepada para pihak yang berminat membeli Viva Group. “Kita tentunya selalu terbuka tetapi pada saat bersamaan kita mesti fokus pada pertumbuhan organik. Sayang kalau kinerjanya tak fokus pada fundamental,” jelasnya.

Ditengah pesatnya bisnis inti VIVA di media, diyakini Anindya, minat pembeli bukan saja pemain bisnis yang sudah ada tetapi para investor perusahan publik lainnya. Sepanjang tahun 2012, perseroan juga membukukan laba bersih tercatat naik sebesar 177,21% atau menjadi Rp72,92 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp26,30 miliar. Untuk laba usaha, naik menjadi Rp258,95 miliar pada 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp152,35 miliar.

Sementara beban usaha perseroan tercatat mengalami kenaikan menjadi Rp982,48 miliar dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp840,27 miliar. Total liabilitas perseroan naik menjadi Rp1,31 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp822,27 miliar.

Selain itu, ekuitas perseroan juga naik menjadi Rp1,67 triliun pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp1,59 triliun. Sementara kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp554,95 miliar pada 31 Desember 2012 dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp561,87 miliar. (lia)

Related posts