Kuras Modal, MNC Kapital Gelar Rights Issue - Danai Modal Kerja Anak Usaha

NERACA

Jakarta – Masih berprospeknya industri keuangan bank tahun ini seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang positif dan inflasi yang terjaga menjadi pemicu PT MNC Kapital Tbk (BCAP) makin agresif untuk mengembangkan bisnis di sektor tersebut.

Sukses mengakuisisi 30% saham Bank ICB Bumiputera, kini PT MNC Kapital Tbk membutuhkan dana segar untuk mendanai ekspansi bisnis lainnya. Salah satunya, perseroan akan melakukan penambahan modal tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) sebanyak-banyaknya 149.988.567 saham dengan nilai nominal Rp100 atau 10% dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh.

Informasi tersebut disampaikan perseroan dalam siaran persnya di Jakarta, Selasa (16/4). Disebutkan, dana hasil penambahan modal tanpa HMETD ini akan digunakan untuk modal kerja perseroan dan entitas anak. Manajemen perseroan melihat industri jasa keuangan yang tumbuh pesat selama beberapa tahun terakhir ini masih memiliki potensi besar untuk melanjutkan kinerja positifnya.

Hal itu ditunjang oleh pertumbuhan industri lain seperti industri otomotif dan pertambangan, serta meningkatnya daya beli dan kapasitas meminjam dari rata-rata penduduk Indonesia. Maka untuk melakukan aksi korporasi ini, perseroan akan meminta persetujuan pemegang saham melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 30 April 2013.

Adapun penerbitan saham baru melalui penambahan modal tanpa HMETD ini akan ditawarkan dengan syarat dan harga yang sesuai dengan ketentuang perundang-undangan termasuk pasar modal.

Akuisisi Bank

Sebelumnya, perseroan telah mengakuisisi 30% saham Bank Bumiputera. Aksi korporasi

Direktur PT MNC Kapital Indonesia Tbk Wandhy Wira Riady pernah bilang, akuisisi tersebut dilakukan untuk memberikan nilai tambah bagi klien atau pelanggan, mitra usaha, perseroan, para pemegang saham dan pemangku kepentingan perseroan. Transaksi akuisisi tersebut baru dapat direalisasikan antara lain setelah mendapatkan persetujuan dari otoritas terkait (Bank Indonesia).

Proses akuisisi tersebut sesuai dengan ketentuan peraturan Nomor IX.H.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-264/BL/2011 tanggal 31 Mei 2011 Tentang Pengambilalihan Perusahaan Terbuka dan memperhatikan isi peraturan nomor X.K.1 Lampiran Keputusan Ketua Bapepam Nomor Kep-86/PM/1996 tanggal 24 Januari 1996 Tentang Keterbukaan Informasi yang harus segera diumumkan kepada publik, bersama ini kami informasikan bahwa pada tanggal 2 April 2013, PT MNC Kapital Indonesia Tbk (persero).

Sepanjang tahun 2012, PT MNC Kapital Indonesia Tbk mencatatkan laba bersih sebesar Rp162 miliar atau meningkat 220% dibandingkan laba bersih pada tahun sebelumnya sebesar Rp50 miliar.

Pertumbuhan laba bersih tersebut ditopang oleh kinerja kelima entitas anak perseroan yang rata-rata mengalami pertumbuhan sepanjang tahun 2012. “Kinerja yang sangat baik dari entitas anak, yaitu MNC Asset Management, MNC Finance, MNC Insurance, MNCLife, dan MNC Securities menunjukkan bahwa penerapan strategi pengembangan bisnis yang difokuskan pada kualitas produk dan jasa layanan serta didukung oleh kekuatan jaringan telah membuahkan hasil yang positif.” kata Direktur Utama BCAP, Darma Putra.

Menurutnya, peningkatan laba bersih ini membuat laba per saham (EPS) perseroan melonjak sebesar 215%, dari Rp40,4 di tahun 2011 menjadi Rp127,2 di tahun 2012. Kinerja yang memuaskan dari masing-masing entitas anak yang diperkuat dengan sinergi yang efektif antarentitas telah mendorong pertumbuhan pendapatan konsolidasi perseroan, dari Rp341 miliar di tahun 2011 menjadi Rp668 miliar di tahun 2012 atau naik sebesar 96%. (bani)

BERITA TERKAIT

Asuransi Generali Jalin Kerjasama dengan Binar Academy - Pengembangan Tenaga Kerja Digital

    NERACA   Yogyakarta - PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali) mengumumkan kolaborasinya dengan Binar Academy (Binar) dalam hal…

Prima Cakrawala Hentikan Kegiatan Produksi - Izin Usaha Industri Ditolak

NERACA Jakarta – Lantaran pembangunan pabrik berada di kawasan pemukiman atau tidak memunuhi syarat yang diperuntukannya, akhirnya izin operasional pembangunan…

Hermina Serap Belanja Modal Rp 450,3 Miliar

NERACA Jakarta – Di semester pertama 2018, PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) telah menggunakan dana belanja modal senilai Rp450,3 miliar.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

The Duck King Patok IPO Rp 505 Per Saham

NERACA Jakarta – Emiten pengelola jaringan restoran The Duck King, PT Jaya Bersama Indo Tbk (JBI). menetapkan harga saham dalam…

BEI Suspensi Saham PT Mahaka Media Tbk

Selang setelah masuk dalam pengawasan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) atau masuk UMA, saham PT Mahaka Media Tbk (ABBA) akhirnya…

Lunasi Obligasi Jatuh Tempo - Pefindo Naikkan Peringkat Antam Jadi A-

NERACA Jakarta - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menaikan peringkat PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dan Obligasi I (2011) menjadi…