Jalin Kerjasama Kembangkan UMKM di Indonesia - Kemenkop - Enjinia Nusantara

Osaka - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) sepakat menjalin kerjasama dengan perkumpulan profesional Indonesia yang bekerja di Jepang (Enjinia Nusantara) dalam upaya peningkatan kualitas produk usaha-usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dengan memberikan sentuhan inovasi dan teknologi dari Jepang.

Kesepakatan ini lahir pada acara diskusi terbatas yang diadakan di Osaka, Jepang pada 13 April 2013 lalu, yang ditandai dengan penandatanganan surat kesepakatan kerjasama oleh Seskemenkop UKM Agus Muharram dan Ketua Enjinia Nusantara Abdi Pratama. Penandatangan surat kerjasama ini juga disaksikan oleh Ketua Japan Indonesia Kaizen Center (JIK-C) Sigit Widodo, dan Konsul Jenderal RI Ibnu Hadi.

Mewakili Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan, Agus menyambut baik terbentuknya jalinan kerjasama ini. “Mewakili Bapak Menteri saya terus terang sangat mendukung Enjinia Nusantara agar terus aktif dalam membantu pengembangan UMKM di Indonesia. Saya bangga dengan Enjinia Nusantara”, ungkap dia.

Dalam kesepakatan kerjasama ini dinyatakan Kemenkop UKM akan membentuk tim kerja khusus bersama Enjinia Nusantara yang nantinya bertugas untuk melakukan Genchi Genbutsu (melihat secara langsung) ke lapangan kondisi UKM di Indonesia, kemudian bersinergi untuk melakukan inovasi berdasarkan keilmuan dan pengalaman yang dimiliki selama bekerja sebagai praktisi profesional di dunia industri Jepang. “Aksi bersama ini ditargetkan mulai pada Juli 2013 dan akan dievaluasi setiap tahunnya”, tukas Agus.

Secara rinci, kata Agus, pon-poin kerjasama tersebut antara lain melakukan analisis struktur industri berbasis UMKM di tiap daerah agar dapat memahami masing-masing karakteristik masing-masing UMKM untuk membangun dan mengimplementasikan kebijakan industri dengan pola Genchi-Genbutsu. “Dengan pola yang diadopsi dari Jepang ini, kami akan memberikan akses kepada EN untuk melakukan proses itu di Indonesia”, kata Agus.

Selain itu, lanjut Agus, mendorong terciptanya one village one product atau one province one agglomeration industry melalui metode clustering. “Juga meningkatkan produktivitas kerja dan output UMKM melalui pendampingan berupa pelatihan dan inkubasi teknologi serta bisnis dengan fokus pada perbaikan kualitas produk. Termasuk inovasi dan penerapan teknologi baru yang salah satunya bisa berasal dari Jepang melalui EN”, papar Agus.

Sebagai informasi, Enjinia Nusantara (EN) adalah perkumpulan para profesional Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan baik Diploma, Sarjana, Master, ataupun Doktor di salah satu universitas di Jepang dan kemudian melanjutkan bekerja sebagai profesional di industri Jepang.

EN memiliki visi yaitu ikut memajukan bangsa melalui kontribusi di dalam merealisasikan Independency of National Industry dan menjadi duta penghubung antara Indonesia dan Jepang dalam bidang perindustrian.

Related posts