Air Asia Jadwalkan Kembali IPO di Kuartal IV

NERACA

Jakarta – Sempat tertunda pelaksanaa IPO lantaran kondisi pasar yang kurang bagus, kini AirAsia Indonesia kembali mengagendakan kembali rencana penawaran saham perdana atau IPO pada tahun ini.

Presiden Direktur AirAsia Indonesia, Dharmadi mengatalan, pihaknya berencana IPO pada kuartal keempat tahun ini, “Saat ini perusahaan sedang dalam tahap proses administrasi untuk IPO itu,\\\" katanya di Medan, Selasa (16/4).

Dia menyebutkan, perusahaan nantinya akan melepas 20% sahamnya dan sudah menunjuk penjamin emisi untuk pelaksanaan IPO tersebut,”Mudah-mudahan IPO terlaksana. Kinerja AirAsia cukup bagus dengan jumlah penumpang dan pesawat baru jenis Airbus yang terus bertambah,\\\" ujarnya.

Seperti diketahui, rencana IPO itu akan dilakukan pada kuartal pertama tahun lalu. Namun tertunda karena perusahaan itu juga berencana mengakuisisi Batavia Air dan kemudian batal karena tidak ditemukan kesepakatan harga dengan Batavia Air.

Sementara Direktur CIMB Securities Yuga Nugraha yang mewakili Indonesia AirAsia sebagai penjamin pelaksana emisi IPO pernah bilang, penjualan saham perdana milik AirAsia Berhad ini diperkirakan terlaksana triwulan I-2013.

Lanjut Yuga, hasil IPO Indonesia AirAsia mencapai US$200 juta atau sesuai dengan pernyataan CEO Group AirAsia Berhard, Tony Fernandes. Tony memang sebagai Chief Executive Group sebelumnya menegaskan, rencana IPO anak usahanya tersebut. Total saham yang dilepas sekitar 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Listing di Bursa Thailand

AirAsia Berhad memang terus ekspansi di setiap negara Asia Tenggara. Salah satu caranya dengan IPO. Perusahaan AirAsia di Singapura dan Thailand juga telah mencatatkan sahamnya di bursa masing-masing negara. Saat IPO di Thailand, perseroan memperoleh dana 4,5 miliar baht atau US$ 143 juta di Mei 2012.

Rencana IPO AirAsia Indonesia sendiri berjalan molor dari target dijadwalkan kuartal pertama 2012. Kala itu, alasan Tony penundaan IPO disebabkan anak usaha AirAsia di bursa Malaysia tengah disibukkan mencatatkan saham perdananya pada bulan Oktober dan November.

Sebagai informasi, PT Indonesia AirAsia merupakan anak usaha TP AirAsia Bhd. Dimana perseroan tengah membidik Indonesia sebagai basisnya untuk ekspansi. AirAsia Bhd, memiliki 49% saham PT Indonesia AirAsia yang memiliki 17 Airbus A320.

Perusahaan maskapai penerbangan berbiaya murah, AirAsia Group menyatakan segera melakukan pencatatan saham perdana (initial public offering/IPO) melalui perusahaan afiliasinya di Thailand dan Indonesia.

AirAsia Thailand nantinya yang pertama melakukan proses pengajuan aplikasi IPO ke regulator, kemudian disusul Indonesia. Indonesia AirAsia menargetkan pangsa pasar domestik meningkat 10% di tahun depan dari posisi 2011 yang masih 3%.

Kenaikan pangsa pasar ini seiring ditambahnya jumlah armada dan tahun depan, jumlah pesawat menjadi 21 unit. Saat ini perseroan mengoperasikan 16 pesawat Airbus 320, nantinya jumlah pesawat menjadi 21 unit, yakni setelah pesanan datang dari pabrikan Airbus di Perancis sebanyak 5 unit. (ant/bani)

BERITA TERKAIT

Palembang Optimistis Raih Kembali Predikat Kota Sehat

Palembang Optimistis Raih Kembali Predikat Kota Sehat   NERACA Palembang - Pemerintah Kota Palembang optimistis meraih kembali predikat kota sehat pada…

UU Pilkada Perlu Dikaji Kembali untuk Eliminasi Kasus Korupsi

UU Pilkada Perlu Dikaji Kembali untuk Eliminasi Kasus Korupsi   NERACA Purwokerto - Pakar Hukum Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Kabupaten…

Targetkan Listing Awal September - Bhakti Agung Bidik Dana IPO Rp 335,5 Miliar

NERACA Jakarta – Meskipun bisnis properti lesu, hal tersebut tidak menyurutkan rencana PT Bhakti Agung Propertindo Tbk untuk go public.…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Juli, Penjualan Semen Indonesia Naik 78,8%

NERACA Jakarta – Meskipun industri semen dalam negeri masih terjadi oversuplai, namun penjualan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk pada Juli…

Lagi, Bank Mandiri Kurangi Porsi Saham di MAGI

NERACA Jakarta – Kurangi porsi saham di PT Mandiri AXA General Insurance (MAGI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) bakal…

Lindungi Invetor Ritel - OJK Perketat Keterbukaan Informasi Emiten

NERACA Jakarta – Menciptakan industri pasar modal sebagai sarana investasi yang aman dan melindungi investor, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan…