Aksi Beli Berlanjut, IHSG Masih Dizona Hijau

NERACA

Jakarta- Kasus pemboman yang terjadi di Boston Amerika kemarin, tidak menggoyahkan penguatan indeks bursa di Asia dan termasuk di Indonesia. Pasalnya, mengakhiri perdagangan Selasa sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 50,661 poin (1,04%) ke level 4.945,253. Sementara Indeks LQ45 menanjak 12,823 poin (1,55%) ke level 838,421.

Analis HD Capital Yuganur Wijanarko mengatakan, tekanan jual oleh pelaku pasar lokal terhenti sehingga secara teknikal indeks BEI kembali ke level 4.945 poin, “Bila IHSG BEI nanti dapat bertahan di atas level 4.950, IHSG BEI memiliki potensi penguatan,\" katanya di Jakarta, Selasa (16/4).

Sementara analis Riset Sinarmas Sekuritas Tessa Mulia mengatakan, indeks BEI Rabu secara teknikal diperkirakan bergerak menguat di kisaran 4.920--4.975 poin. Oleh karena itu, dirinya merekomendasikan beberapa saham-saham yang dapat diperhatikan untuk perdagangan Rabu (17/4) Semen Indonesia (SMGR), Bumi Serpong Damai (BSDE), Bekasi Fajar Industrial Estate (BEST), dan Malindo Feedmill (MAIN).

Pada perdagangan kemarin, penguatan indeks BEI di picu aksi beli investor terhadap saham-saham unggulan dan lapis dua. Sementara anjloknya harga komoditas seperti emas, kedelai dan minyak mentah memberi sentimen negatif, namun tidak menghambat laju penguatan indeks BEI.

Sebagian investor asing memilih keluar sejenak dan mengamankan aset-asetnya akibat sentimen negatif dari ledakan bom di Boston serta pertumbuhan ekonomi China yang lemah mengguncang pasar finansial dunia. Alhasil, dampak ini pun juga terjadi di bursa dunia yang juga melakukan aksi jual pun.

Transaksi investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) senilai Rp 286,86 miliar di pasar reguler dan negosiasi. Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 126.284 kali pada volume 4,869 miliar lembar saham senilai Rp 5,466 triliun. Sebanyak 109 saham naik, sisanya 147 saham turun, dan 104 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional menutup perdagangan Selasa kemarin dengan mixed. Beberapa bursa saham berhasil ditutup positif di tengah maraknya sentimen negatif. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 950 ke Rp 38.450, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 900 ke Rp 4.525, Indocement (INTP) naik Rp 800 ke Rp 24.400, dan Telkom (TLKM) naik Rp 600 ke Rp 11.750.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 7.400, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 700 ke Rp 2.100, Garda Tujuh (GTBO) turun Rp 550 ke Rp 4.150, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.500.

Penguatan indeks BEI juga terjadi pada perdagangan sesi I. Dimana indeks BEI ditutup menguat 31,377 poin (0,64%) ke level 4.925,969. Sementara Indeks LQ45 naik 8,361 poin (1,01%) ke level 833,959. Indeks sektor komoditas masih betah nongkrong di teritori negatif, yaitu sektor agrikultur dan pertambangan juga konsumer. Tujuh indeks sektoral lainnya sudah berhasil menguat.

Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 67.601 kali pada volume 2,672 miliar lembar saham senilai Rp 2,5 triliun. Sebanyak 89 saham naik, sisanya 148 saham turun, dan 90 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 900 ke Rp 4.525, Telkom (TLKM) naik Rp 550 ke Rp 11.700, Indo Tambangraya (ITMG) naik Rp 400 ke Rp 37.900, dan Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 23.950.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Tembaga Mulia (TBMS) turun Rp 1.500 ke Rp 7.400, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.500 ke Rp 82.500, Tiga Raksa (TGKA) turun Rp 650 ke Rp 2.150, dan Lion Metal (LION) turun Rp 500 ke Rp 14.500.

Sebaliknya, diawal perdagangan indeks BEI dibuka turun 13,26 poin atau 0,27% ke posisi 4.881,34. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,32 poin (0,40%) ke level 822,28, “Secara teknikal indeks BEI masih memiliki potensi penguatan di tengah ekonomi domestik yang stabil. Namun, sentimen negatif eksternal membayangi,\" kata analis Trust Securities, Reza Priyambada.

Reza Priyambada menambahkan, sentimen negatif eksternal cukup kuat sehingga menekan indeks BEI. Terlihat indeks saham Asia melanjutkan pelemahan setelah data ekonomi AS yang cenderung melemah.

Di sisi lain, lanjut dia, pertemuan Euro Group cukup dinilai positif oleh pelaku pasar dimana Portugal dan Irlandia mendapatkan tambahan waktu untuk mencapai target defisitnya sehingga diharapkan dapat mengelola keuangannya dengan baik.

Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Selasa pagi, dibuka melemah 176,03 poin (0,81%) ke level 21.596,64, indeks Nikkei-225 turun 151,68 poin (1,14%) ke level 13.123,98, Straits Times melemah 17,11 poin (0,52%) ke posisi 3.267,26. (bani)

Related posts