Amandio Mampu Bersaing dengan Pembalap Lain - D1 Grand Prix Jepang Seri 1

Drifter muda Indonesia, Adwitya Amandio, mampu bersaing dengan 40 para drifter professional lain di ajang D1 Grand Prix Jepang 2013 Seri 1, yang telah dilaksanakan pada tanggal 12-14 April 2013 di Maishima Sport Island di Osaka, Jepang.

Di lintasan sepanjang 350 meter ini, Amandio, yang lebih dikenal dengan nama panggilan Dio, berhasil menempati posisi ke-11, dan menjadi yang terbaik di antara para pedrifter asing di kompetisi ini, mengalahkan pesaingnya dari Thailand, New Zealand dan Taiwan.

Di kejuaraan ini, sesi kualifikasi (QTT) terdiri dari 2 bagian. Yang pertama adalah kualifikasi untuk dapat berpartisipasi di Tsuiso Run atau Battle Run. Yang berhak berpartisipasi di Tsuiso Run ini hanyalah 16 pedrifter terbaik. Di babak kualifikasi ini Dio berhasil menduduki posisi ke-6, sehingga menjadi satu-satunya pedrifter non-Jepang yang berhak ikut dalam Tsuiso Run. Kemudian, kualifikasi dilanjutkan dengan sesi kedua, yaitu kualifikasi untuk menentukan posisi di Tsuiso Run itu sendiri, di sesi ini Dio berada di posisi ke-7.

Di Tsuiso Run, Dio harus berhadapan dengan Kuniaki Takahashi, pedrifter professional Jepang, yang pada tahun 2012 berhasil menduduki posisi ke-5 di klasemen umum kejuaraan D1 Grand Prix 2012. Pada putaran pertama, Dio berhasil mengeluarkan seluruh kemampuan terbaiknya, sehingga bisa meninggalkan Kuniaki dengan jarak yang cukup jauh. Tetapi di putaran kedua, Dio tanpa sadar, menginjak garis batas, padahal di peraturan D1, menginjak garis adalah suatu yang tidak diperbolehkan. Alhasil, Dio dikenakan pinalty point, dan akhirnya kalah, selisih 1 point dari lawannya.

“Di Jepang, persaingannya sangat ketat. Dari sekitar 40 perserta yang ambil bagian dalam D1 seri 1 ini, semuanya perfect driving. Saya bersyukur bisa finish di posisi 11. Kita sempat tidak mengikuti latihan resmi yang pertama, karena axle end (kopel) ke differential ada yang retak dan harus diganti. Selain itu, Toyota Chaser yang saya pacu berada dalam kondisi prima,” tambahnya.

Walaupun harus berhadapan juga dengan suhu yang cukup dingin, sekitar 5-10 derajat Celsius, ditambah dengan angin kencang, Dio berhasil membuktikan bahwa dia pantas untuk ikut dalam rangkaian kejuaraan D1 Grand Prix tahun 2013 di Jepang.

“Selanjutnya saya akan mempersiapkan diri untuk ikut ambil bagian di Kejurnas Drifting di Jakarta pada bulan Mei mendatang. Setelah itu saya akan kembali ke Jepang, mengikuti seri kedua di Suzuka, dengan karakter lintasan yang high speed dan fast entry. Semoga saya tetap bisa masuk dalam 16 besar, dan juga bisa memperbaiki rangking overall saya di akhir kejuaraan,” tambah Dio.

Related posts