Melenggangnya Kain Tenun Indonesia

Sebuah pameran bertajukCita Tenun Indonesiaakan memamerkan produk budaya Nusantara berupa tenun yang kini kian digemari konsumen internasional. Diwakili perancang Ardistia Dwiasri dan Auguste Soesastro, pameran tenun Indonesia tersebut akan digelar pada15 April 2013dalam acara pembuka Trend Report Fall/Winter 2013/2014 yang diselenggarakan Fashion Group International.

Di samping menjadi acara pembuka, tenun Indonesia juga menjadi tema presentasi dan pameran Preserving Asian Culture Through The Heritage of Fashion di Fashion Institute of Technology, New York pada 18 April. Kegiatan tersebut diharapkan dapat mengenalkan ragam karya tenun Nusantara sehingga lebih popular dan menembus pasar internasional. Dimungkinkan juga tenun dapat mewakili citra Indonesia di forum internasional.

Dalam pameran nantinya, Ardistia Dwiasri dan Auguste Soesastro akan menampilkan sepuluh looks yang dibuat dari tenunBali, Garut, Sambas, dan songketPalembanghasil perajin binaan Yayasan Cita Tenun Indonesia. Selain memperkenalkan budaya Indonesia, harapnya tenun akan disukai konsumen internasional.

Ardistia Dwiasri sendiri merupakan seorang perancang busana Indonesia yang berhasil go international. Sejak 2007 ia membuka label Ardistia di New York, AS, dan aktif berpartisipasi dalam trade shows, fashion week, untuk mencari pelanggan baru di dunia internasional. Koleksi Ardistia telah terpampang di berbagai majalah mode internasional, seperti Vogue, Harper\\\'s Bazaar, ELLE, dan Cosmopolitan. Koleksinya pun pernah digunakan artis dan model Amerika, diantaranya Anya Rozova (America\\\'s Next Top Model musim 10) dan Johanna Cox (pemenang reality show Stylista).

Ardistia New York berencana menggunakan tenun Indonesia sebagai bahan dasar koleksi pakaian yang akan datang. Ardistia mempersiapkan busana tren Fall/Winter bernuansa putih vanila dan emas siap pakai dengan bahan nyaman dan potongan busana sesuai gaya hidup modern yang serba ringkas. Oleh karena itu, untuk memproduksi tenun berkualitas dan berkelanjutan maka pihaknya bekerja sama dengan pemasok bahan dasar busana sebagai rangkaian yang akan menentukan produksi akhir.

Sementara itu, Auguste Soesastro adalah pemilik label Kraton yang berbasis di New York. Lulusan pendidikan fesyennya diperoleh di Chambre Syndicale de la Couture, Paris. Selama tinggal di Paris, ia pernah magang di beberapa rumah mode spesialis Haute Couture. Setelah karyanya dirilis di New York, Auguste langsung menjadi desainer mode yang diperhitungkan di Indonesia. Pada Januari 2011, ia membuka studionya di Jakarta dan pada Februari 2012 menambah label baru bernama \\\'Kromo\\\' berupa koleksi siap pakai bagi wanita.

Related posts