Multi Agro Gemilang Miliki Sisa IPO Rp47 Miliar

NERACA

Jakarta- PT Multi Agro Gemilang Tbk (MAGP) masih memiliki sisa dana IPO sebesar Rp47,039 miliar per Maret 2013 dari total dana IPO yang diraih pada Desember 2012 lalu sebesar Rp419,354 miliar. Perseroan telah menggunakan dana tersebut untuk pelunasan utang bank dan penyertaan modal usaha.

Direktur Keuangan MAGP, Susanto Soria, sebanyak Rp200 miliar dari total dana IPO akan digunakan perseroan untuk pelunasan utang bank, dan Rp100 miliar untuk penyertaan Boswa.

Selain itu, perseroan juga akan menggunakan Rp25 miliar untuk penyertaan modal Brent, Rp25 miliar untuk penyertaan modal Bumi Orion Sawit Subur, serta Rp65,80 miliar untuk modal kerja.“Realisasinya sebesar Rp200 miliar untuk pelunasan bank, Rp100 miliar penyertaan modal Boswa, Rp25 miliar untuk penyertaan modal brent, Rp25 miliar untuk penyertaan Bumi Orion Sawit, dan Rp22,315 miliar untuk modal kerja.” katanya di Jakarta, Senin (15/4).

Sementara untuk sisa dana IPO, lanjut dia, disimpan di Bank Victoria Jakarta dalam bentuk deposito dengan tingkat bunga 7,5% per tahun. Dalam pelaksanaan IPO sebelumnya, perusahaan perkebunan kelapa sawit ini juga menawarkan waran seri I sejumlah 400 juta lembar dengan rasio 10 saham mendapatkan 1 lembar waran. Bertindak sebagai penjamin melaksana emisi adalah Brent Securities dan Valbury Asia Securities.

Disebutkan, sisa IPO juga akan digunakan untuk pengembangan kebun sekitar Rp 65,8 miliar (15,83%). Tahun depan perseroan berencana menyelesaikan pembangunan pabrik Kelapa Sawit di Calang, Aceh dengan kapasitas 45 ton per jam. Satu pabrik lagi selesai pada 2014 dengan kapasitas 45 ton per jam berlokasi di Bengkayang, Kalimantan Barat.

Multi Agro memiliki perkebunan sawit di Sumatera dan Kalimantan. Perseroan merupakan salah satu investor yang turut dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dalam proyek penggarapan kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangke, Sumatera Utara.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, Spring Field Emerging Market Pte Ltd, perusahaan investasi asal Singapura akan menjadi pemegang saham mayoritas setelah pelaksanaan obligasi wajib tukar senilai Rp440 miliar dan konversi waran seri I PT Multi Agro Gemilang Plantations Tbk (MAGP).

Pemegang saham utama perseroan PT Santika Griya Persada yang memiliki 50% saham MAGP mencatatkan perjanjian kerjasama dengan Spring Field Emerging Market Ltd pada 20 Desember 2012. Perjanjian itu berisi kesepakatan pengembangan perkebunan kelapa sawit. Berdasarkan perjanjian itu, issuer yaitu PT Santika Griya Persada menerbitkan obligasi wajib tukar senilai Rp440 miliar dan Spring Field Emerging Market sebagai pihak pembeli. (lia)

BERITA TERKAIT

PUB Obligasi BRI Meleset dari Target - Mempertimbangkan Sisa Waktu

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan kondisi pasar yang tidak bakal menyerap seluruh obligasi, PT Bank BRI (BBRI) menyatakan telah menghentikan kegiatan…

IPO DIVA Oversubscribe mencapai 5,6 kali - Patok Harga Rp 2.950 Per Saham

NERACA Jakarta - PT Distribusi Voucher Nusantara Tbk (DIVA) telah menetapkan pelaksanakan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada…

NPI Januari-Oktober Defisit US$5,51 Miliar - INDEF MINTA PEMERINTAH WASPADAI HARGA PANGAN

Jakarta-Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan, neraca perdagangan Indonesia (NPI) pada Oktober 2018 masih defisit US$1,82 miliar secara bulanan (mtm) dan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

HRUM Targetkan Penjualan 4,8 Juta Ton

Hingga akhir tahun 2018, PT Harum Energy Tbk. (HRUM) menargetkan volume produksi dan penjualan batu bara mencapai 4,8 juta ton.…

BNBR Private Placement Rp 9,38 Triliun

Lunasi utang, PT Bakrie & Brothers Tbk. (BNBR) berencana mengonversi utang dengan melakukan Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih…

Danai Pelunasan Utang - Chandra Asri Rilis Obligasi Rp 500 Miliar

NERACA Jakarta – Jelang tutup tahun, emisi penerbitan obligasi masih ramai dan salah satunya PT Chandra Asri Petrochemical Tbl (TPIA)…