Dari Bisnis Cicil Emas sampai Masuk BUKU 2 - Ekspansi Mega Syariah

NERACA

Jakarta - PT Bank Mega Syariah menargetkan akan masuk kategori Bank Umum Kegiatan Usaha (BUKU) 2 pada 2015 mendatang. Perseroan optimistis mampu mencapai realisasi modal setor hingga Rp1 triliun pada tahun tersebut. Direktur Utama Bank Mega Syariah, Benny Witjaksono, menuturkan untuk mencapai Buku 2, pihaknya akan berusaha mencapai pertumbuhan laba bersih minimal sebanyak Rp180 miliar dalam setahun.

“Hingga Maret 2013, modal disetor Bank Mega Syariah mencapai lebih dari setengahnya atau Rp620 miliar. Meningkat disbanding tahun 2011 yang hanya Rp319 miliar. Jadi dalam dua tahun mendatang kami akan berusaha mencapai target sebesar Rp1 triliun, kan, masih butuh Rp380 miliar lagi,” jelas Benny di Jakarta, kemarin.

Tak hanya itu saja. Dia mengatakan, target perolehan mencapai Buku 2 ini merupakan tahapan dari berbagai rencana bisnis perseroan. Informasi saja, anak usaha PT Bank Mega Tbk itu akan mengembangkan berbagai lini bisnis seperti cicilan emas dan kredit Usaha Kecil dan Menengah (UKM).

Benny juga mengaku akan menambah berbagai cabang dan membangun jaringan kantor untuk mempersiapkan bisnis Bank Mega Syariah yang terus bertumbuh. Untuk tahun ini, Bank Mega Syariah akan membangun 60 kantor cabang. Pembangunan kantor cabang diperkirakan akan menelan dana hingga Rp60 miliar.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Eko Sukapti, menuturkan setelah memiliki bisnis di sektor gadai emas, perseroan juga merencanakan akan terjun ke bisnis cicil emas. Dia memperkirakan, pada bulan ini bisnis tersebut dapat diluncurkan. “Tunggu tanggal mainnya. Yang pasti bulan April lah,” tegas Eko.

Mengingat sudah ada bank syariah lain yang terjun ke bisnis serupa, Eko mengungkapkan pihaknya telah mempersiapkan semuanya dari segi sarana dan prasarananya. “Kita udah intip-intipkok. Yang penting lapangan siap, prosesnya siap, langsung di-launch. Jangan lapangan belum siap sudah kitalaunch,” papar Eko.

Dengan adanya bisnis baru ini, perseroan menargetkan perolehan pendapatan sekitar Rp100 miliar dari bisnis pembiayaan cicil emas ini. Mengingat saat ini perseroan telah sukses menjalankan bisnis gadai emas dengan mempunyai total nasabah kurang lebih 10 ribu orang dan memiliki 65 outlet.

Dengan demikian, outlet tersebut bisa menjadi ajang promosi dari bisnis cicil emas. “Kita sekarangkanpunya 65 outlet gadai emas. Kita mau tambah menjadi sekitar 100 outlet tetapi sebagian besar masih di Pulau Jawa,” kata Eko, menjelaskan. [ria]

BERITA TERKAIT

Tol JORR Berlakukan Contraflow Sampai 3 Oktober

      NERACA   Bekasi - PT Jasa Marga (Persero) Tbk melakukan uji coba rekayasa lalu lintas 'contraflow' atau…

Mandiri Utama Finance Luncurkan Produk Syariah

      NERACA   Jakarta – Melihat potensi pasar yang besar, PT Mandiri Utama Finance (MUF) meluncurkan produk pembiayaan…

KOTA SUKABUMI - Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan

KOTA SUKABUMI  Peluang Bisnis Hidroponik yang Menjanjikan NERACA Sukabumi - Pola tanam dengan cara hidroponik ternyata menjadi peluang usaha yang…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Realisasi Penyaluran KUR 70,9% - Sampai Agustus 2018

      NERACA   Jakarta - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat jumlah penyaluran KUR hingga 31 Agustus 2018 mencapai…

Akseleran Fasilitasi Pembiayaan Kepada Pelaku Usaha Hipmi Jaya

      NERACA   Jakarta - Mengusung semangat dalam memberikan kemudahan akses pembiayaan sebagai wujud percepatan inklusi keuangan, PT…

Roadmap Ekonomi Syariah Rampung Akhir Tahun

      NERACA   Jakarta - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas menargetkan peta jalan (roadmap) ekonomi syariah akan rampung pada…