Waskita Makin Agresif Garap Kontrak Luar Negeri - Proyek di Timur Tengah

NERACA

Jakarta – Berbekal pengalaman dalam kontrak proyek luar negeri yang unggul dan harga kompetitif menjadi peluang emas bagi PT Waskita Karya Tbk (WSKT) untuk bersaing dan agresif menggarap proyek konstruksi di luar negeri. Salah satunya, perseroan mengarap proyek renovasi masjid Masjidil Haram, Mekkah.

Kata Direktur Utama Waskita Karya, M. Choliq, perseroan bertindak sebagai subkontraktor dan sedangkan kontraktornya Bin Laden perusahaan asal Saudi Arabia, “Tahap awal dana yang akan dihabiskan untuk proyek tersebut sekitar Rp10 miliar,\"katanya di Jakarta, kemarin.

Disebutkan, perseroan melakukan renovasi dengan meningkatkan ketinggian masjid menjadi sembilan lantai, dari tiga lantai. Proyek pengembangan masjid diperkirakan berlangsung selama 10 tahun. Nantinya pada musim haji, pengerjaan renovasi dihentikan. Setelah musim haji berlalu, proyek kembali dilakukan.

Menyoal kontribusi proyek luar negeri bagi perusahaan, kata M. Choliq, sangat kecil atau hanya 5% atau Rp500 miliar. Selain mengerjakan proyek renovasi masjid, perseroan tengah melakukan berbagai proyek strategis, antara lain proyek jalan tol Cisundawu Semarang Bawean, dan Senoa, jalan Kelok 9, Paket 3-2, jembatan Padamaran, Teluk masjid, bandara Balikpapan, Juanda, Samarinda, serta Hotel Inna Putri Bali.

Sedangkan proyek yang akan dilaksanakan, yakni terminal tiga pier 3 Bandara Soekarno Hatta senilai Rp1,6 triliun, jalan Tol Gempol-Porong Rp226 miliar, serta jalan tol Gempol-Pasuruan seksi A2 dengan kontrak Rp213 miliar.

Kinerja 2012

Sebagai informasi, sepanjang tahun 2012 perseroan membukukan laba komprehensif tahun berjalan naik 47,49% menjadi Rp254,36 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp172,45 miliar.

Disebutkan, pendapatan usaha perseroan naik menjadi Rp8,80 triliun pada 2012, YoY dari Rp7,27 triliun. Beban pokok pendapatan naik menjadi Rp8,07 triliun pada 2012, YoY dari Rp6,61 triliun. Laba bruto naik menjadi Rp732,25 miliar pada 2012, YoY dari Rp663,19 miliar.

Selain itu, perseroan juga meraih keuntungan selisih kurs sebesar Rp2,11 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya rugi Rp4,09 miliar. Perseroan meraih pendapatan lainnya menjadi Rp72,18 miliar pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp43,46 miliar.

Disamping itu, Waskita Karya juga mencatatkan penjualan Rp 8,7 triliun atau meleset dari target awal Rp 9 triliun. Alasannya melesetnya dari target, disebabkan terhambat soal pembebasan lahan di proyek Bandara Djuanda Surabaya. (bani)

BERITA TERKAIT

Genjot Pertumbuhan Investor - BEI Gelar Sekolah Pasar Modal HIPWI FKPPI

NERACA Jakarta – Perkuat basis investor lokal di pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) terus perluas edukasi  manfaat pasar…

Raih Global Islamic Finance Awards - Pasar Modal Syariah Indonesia Terbaik di Dunia

NERACA Jakarta –Kesekian kalinya, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendapatkan penghargaan internasional Global Islamic Finance Awards (GIFA) 2019 untuk kategori…

WEGE Catatkan Kontrak Baru Rp 5,2 Triliun

NERACA Jakarta – PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk (WEGE) mencatatkan kontrak baru hingga pekan pertama September 2019 mencapai Rp5,2…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Perbaiki Kinerja Keuangan - INAF Kembangkan Strategic Business Unit

NERACA Jakarta – Dorong pengembangan bisnis lebih ekspansif, PT Indofarma Tbk (INAF) fokus mengembangkan strategi pendirian strategic business unit (SBU)…

Melalui Proyek ISED - Siapkan SDM Unggul di Manufaktur dan Pariwisata

NERACA JAKARTA - Indonesia telah memasuki era digitalisasi dan Industri 4.0. Bersamaan dengan hal tersebut, pemerintah Indonesia telah meluncurkan “Making…

Geliatkan KEK Tanjung Lesung - KIJA Cari Investor Potensial Kembangkan Wisata

NERACA Jakarta – Bangkit dari musibah gempa dan tsunami Banten yang terjadi pada 2018 lalu, PT Kawasan Industri Jababeka Tbk.…