Kuartal Kedua Momentum Tepat Terbitkan Obligasi - Toyota Terbitkan Obligasi Rp 1,2 Triliun

NERACA

Jakarta – Penerbitan pasar obligasi saat ini, tengah naik daun ditengah suku bunga Bank Indonesia (BI Rate) masih dipertahankan di level 5,75% dan inflasi yang terjaga. Pertimbangan inilah yang menjadi alasan industri keuangan bank dan non bank menerbitkan obligasi untuk pendanaan usaha.

Direktur Utama PT Bahana Securities Eko Yuliantoro menyakini, penerbitan surat utang atau obligasi pada tahun ini masih cukup positif sepanjang inflasi domestik dapat terkendali,”Prospek obligasi masih bagus, namun secara makro inflasi yang tidak terkendali akan berdampak negatif terhadap penerbitannya obligasi,”katanya di Jakarta, Senin (15/4).

Oleh karena itu, dirinya mengharapkan pemerintah menjaga kestabilan inflasi sehingga dapat diprediksi oleh kalangan investor obligasi menyusul ekspektasi dari kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Tercatat beberapa perusahaan yang bakal menerbitkan obligasi, diantaranya PT Toyota Astra Financial Services (TAFS) atau Toyota Astra Finance yang menawarkan obligasi III tahun 2013 sebesar Rp1,2 triliun dengan tingkat bunga tetap.

Tambah Cabang

Sekretaris Perusahaan TAFS, Cokro Vera mengatakan, perseroan akan menggunakan dana hasil penerbitan obligasi untuk modal kerja. Pada tahun ini, perseroan akan menambah tiga cabang baru di Duri (Riau), Kediri (Jawa Timur) dan Kerawang (Jawa Barat). Sementara perseroan saat ini sudah memiliki 23 cabang.

Selain itu, perseroan juga akan ekspansi pemberian kredit untuk mendukung produk baru Toyota Astra yang akan mengeluarkan seri kendaraan ramah lingkungan. Lanjutnya, dana obligasi ini juga untuk diversifikasi pendanaan (risk profile). \"Selama ini, kita banyak menggunakan pinjaman dari perbankan asing, yang merupakan mitra induk perusahaan,\" ujarnya.

Dia menambahkan, obligasi yang ditawarkan terdiri dari empat seri, antara lain seri A berjangka waktu 370 hari, seri B berjangka waktu 24 bulan, seri C berjangka waktu 36 bulan dan seri D berjangka waktu 48 bulan.

PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat AAA dengan outlook stabil terhadap obligasi PT Toyota Astra Financial Services. Obligasi ini tidak dijamin dengan jaminan khusus, tetapi dijamin dengan seluruh harta kekayaan perseroan, baik barang bergerak maupun barang tidak bergerak, yang telah ada maupun yang akan ada di kemudian hari.

Perseroan telah menunjuk PT HSBC Securities Indonesia, PT Indo Premier Securities, PT Mandiri Sekuritas dan PT Trimegah Securities Tbk sebagai penjamin pelaksana dan penjamin emisi efek. Sementara itu, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk bertindak sebagai wali amanat.Jadwal emisi sementara perseroan, yakni masa penawaran awal pada 16-30 April 2013, perkiraan tanggal efektif pada 8 Mei 2013, masa penawaran umum pada 13-14 Mei 2013, penjatahan pada 15 Mei 2013, distribusi obligasi secara elektronik pada 17 Mei 2013 dan pencatatan di BEI pada 20 Mei 2013. (bani)

BERITA TERKAIT

Nutrisi Tepat Bisa Cegah Stunting

Debat Pilpres 2019 antara cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dan cawapres nomor urut 02 Sandiaga Uno membahas salah satu…

WIKA Bukukan Laba Bersih Rp 2,07 Triliun

NERACA Jakarta - PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) sepanjang tahun 2018 mencetak laba bersih sebesar Rp2,07 triliun, tumbuh signifikan…

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol

KPK Usulkan Rp20 Triliun untuk Pembiayaan Parpol NERACA Jakarta - KPK mengusulkan Rp20 triliun dari APBN digunakan untuk membiayai kegiatan…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

BEI Targetkan 7000 Investor Baru di Solo

NERACA Solo - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Surakarta, Jawa Tengah menargetkan sebanyak 7.000 investor baru hingga akhir 2019 baik…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…

Sepekan, Kapitalisasi Bursa Tumbuh 0,99%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesis (BEI) mencatatkan indeks harga saham gabungan (IHSG) pada pekan ketiga di bulan Maret…