Bumi Plc Pastikan Telat Laporan Keuangan

Belum adanya kejelasan, kemana aliran dana pada laporan keuangan salah satu anak usahanya PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) menjadi hambatan bagi manajemen Bumi Plc untuk menyampaikan laporan keuangan tutup buku 2012.

Melansir Bloomberg, akhir pekan kemarin, manajemen Berau memutuskan tidak cukup bukti untuk mendukung tuduhan kapitalisasi pengeluaran tertentu yang diperkirakan mencapai US$ 56 juta tahun lalu. Pengeluaran ini masuk dalam laporan laba rugi 2012, namun dikeluarkan dari modal dasar perusahaan.

Oleh karena itu, manajemen ini menilai menjadi penyebab Bumi menunda mengumumkan pendapatan sementara, karena mengkaji neraca Berau yang merupakan 85% milik Bumi. Bumi, yang jatuh 69% tahun lalu di perdagangan London, bekerja untuk memisahkan dari Bakrie setelah mengalahkan upaya Rothschild untuk mengambil kendali dewan Bumi.

Meski demikian, ada kemungkinan laporan keuangan tahunan yang mundur pada 24 April, akan kembali molor. Saham Bumi jatuh 0,7% menjadi 298% di London setelah sebelumnya jatuh sebanyak 7,2%.

Di sisi lain, Manajemen Berau mampu untuk melakukan verifikasi sekitar US$ 38 juta dalam pembayaran tanah. Transaksi pada produsen batubara terbesar kelima di Indonesia ini, berada di bawah review dan ketentuan akan diambil setelah ini selesai. (bani)

BERITA TERKAIT

Lion Air Rencanakan IPO - BEI Pastikan Belum Terima Dokumen Resmi

NERACA Jakarta – Wacana Lion Air bakal menggelar penawaran umum saham perdana atau initial public offering (IPO) di Bursa Efek…

Saran Legislator - Agar Pemerintah Pastikan Kebijakan Impor Pangan Lebih Terukur

NERACA Jakarta – Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Marwan Cik Asan menyatakan berbagai pihak kementerian dan lembaga terkait harus…

Soal Sentimen Pemilu - BEI Lebih Cemas Kinerja Keuangan Emiten

NERACA Jakarta – Memanasnya konstelasi politik dalam negeri jelang pemilihan presiden (Pilpres) pada awal April 2019, diyakini tidak akan terlalu…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

Pacu Pertumbuhan Investor di Sumbar - BEI dan OJK Edukasi Pasar Modal Ke Media

NERACA Padang - Dalam rangka sosialisasi dan edukasi pasar modal, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) perwakilan Padang bekerja sama dengan…