IHSG Kembali Pecahkan Rekor Baru

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham Senin awal pekan, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup terkoreksi 42,618 poin (0,86%) ke level 4.894,592. Sementara Indeks LQ45 ditutup anjlok 8,526 poin (1,02%) ke level 825,598. Derasnya sentimen negatif dari pasar global dan regional menjadi pemicu melemahnya indeks BEI.

Menurut analis HD Capital, Yuganur Wijanarko, melemahnya indeks BEI Senin awal pekan karena di picu pula aksi ambil untung sebagian pelaku pasar saham menyusul melemahnya harga komoditas, “Melemahnya komoditas memicu bursa saham kawasan Asia tertekan termasuk indeks BEI,\" katanya di Jakarta, Senin (15/4).

Meski demikian, lanjut dia, pelemahan indeks saham itu diperkirakan hanya berjangka sementara untuk kembali bergerak menguat ke depanya sehingga dapat menembus rekor baru lagi. Oleh karena itu, dirinya memprediksikan indeks BEI Selasa bergerak menguat di kisaran 4.880-5.050 poin dengan beberapa saham yang dapat diperhatikan Alam Sutera (ASRI), Bank Tabungan Pensiunan (BTPN), Adaro Energy (ADRO), Bekasi Fajar (BEST).

Pada perdagangan kemarin, saham-saham unggulan paling banyak kena tekanan jual. Seluruh indeks sektoral pun \'kebakaran\' di tengah perdagangan yang tidak terlalu ramai. Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 101.446 kali pada volume 3,692 miliar lembar saham senilai Rp 4,023 triliun. Sebanyak 58 saham naik, sisanya 179 saham turun, dan 119 saham stagnan.

Bursa-bursa di regional kompak menutup perdagangan di zona merah. Tekanan jual datang setelah maraknya sentimen negatif yang beredar dari pasar saham global. Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Delta Jakarta (DLTA) naik Rp 5.000 ke Rp 330.000, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Ancol (PJAA) naik Rp 260 ke Rp 1.300, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 250 ke Rp 8.250.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 750 ke Rp 53.500, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 400 ke Rp 37.500, Indocement (INTP) turun Rp 400 ke Rp 23.600, dan Supreme Cable (SCCO) turun Rp 350 ke Rp 7.100.

Menutup perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup melemah 32,825 poin (0,66%) ke level 4.904,385. Sementara Indeks LQ45 terkoreksi 6,778 poin (0,81%) ke level 827,346. Aksi jual saham banyak dilakukan oleh investor asing, investor lokal juga tak mau ketinggalan. Saham-saham unggulan di sektor finansial dan agrikultur paling banyak jadi sasaran jual.

Perdagangan berjalan sepi dengan frekuensi transaksi mencapai 59.146 kali pada volume 1,787 miliar lembar saham senilai Rp 1,851 triliun. Sebanyak 70 saham naik, sisanya 165 saham turun, dan 89 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Sumber Energi (ITMA) naik Rp 725 ke Rp 3.625, Ancol (PJAA) naik Rp 220 ke Rp 1.260, Jakarta International (JIHD) naik Rp 120 ke Rp 1.930, dan Mitra Adiperkasa (MAPI) naik Rp 100 ke Rp 8.100.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.100 ke Rp 53.150, Unilever (UNVR) turun Rp 300 ke Rp 22.500, Supreme Cable (SCCO) turun Rp 250 ke Rp 7.200, dan Bukit Asam (PTBA) turun Rp 250 ke Rp 15.150.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka turun 15,26 poin atau 0,31% ke posisi 4.921,85. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) melemah 3,82 poin (0,46%) ke level 830,30, “Bursa Asia mayoritas dibuka melemah didorong buruknya data penjualan ritel AS dan juga mengantisipasi data produk domestik bruto (PDB) China,\" kata analis Samuel Sekuritas, Benedictus Agung.

Benedictus Agung menambahkan, kinerja kuartal pertama 2013 dari JP Morgan yang lebih baik dari ekspektasi diharapkan dapat menghindari penurunan bursa di kawasan Asia lebih dalam.

Dia mengatakan, indeks BEI diperkirakan bergerak terbatas pada awal pekan ini seraya menunggu data Ekonomi China dengan bergerak di kisaran 4.925-4.950 poin. Sementara itu, analis Sinarmas Sekuritas, Christandi Rheza Mihardja menambahkan secara teknikal indeks BEI diproyeksikan bergerak cenderung mendatar (sideways) di kisaran 4.910-4.971 poin.

Christandi merekomendasikan saham-saham yang dapat diperhatikan yakni Lippo Karawaci (LPKR), Bank Central Asia (BBCA), Kalbe Farma (KLBF), Alam Sutera Realty (ASRI). Tercatat bursa regional diantaranya indeks Hang Seng Senin awal pekan, dibuka melemah 237,70 poin (1,08%) ke level 21.851,35, indeks Nikkei-225 turun 126,42 poin (0,94%) ke level 13.358,72, Straits Times melemah 7,48 poin (0,23%) ke posisi 3.286,71. (bani)

Related posts