Austindo Yakin IPO Akan Terserap Investor - Tawarkan Harga Rp1.200-Rp1.800 Persaham

NERACA

Jakarta- PT Austindo Nusantara Jaya Tbk optimistis pelaksanaan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) yang akan dilaksanakan perseroan dapat menyerap investor meskipun harga komoditas untuk Crude Palm Oil (CPO) saat ini belum kunjung membaik. “IPO ini bukan untuk jangka pendek, melainkan jangka panjang. Ke depan, harga CPO akan mahal.” kata Direktur Utama Austindo Nusantara Jaya Tbk, Suwito Anggoro di Jakarta, Senin (15/4).

Menurutnya, setelah di Jakarta perseroan juga akan melakukan roadshow ke negara-negara Asia, Amerika, dan Eropa sehingga diharapkan akan lebih banyak menyerap investor. Dari 940 juta lembar saham yang dilepas ke publik atau 23, 86% dari modal yang ditempatkan dan disetor penuh, perseroan menawarkan harga saham perdananya di kisaran Rp1.200-Rp1.800 per lembar saham.

Dana yang diperoleh dari hasil penawaran umum perdana saham, lanjut dia, akan dipergunakan untuk mengembangkan lahan perkebunan dan akuisisi lahan baru, membiayai pengembangan infrastruktur unit usaha sagu, dan proyek pembangkit listrik biogas. Selain itu, perseroan juga akan membayarkan fasilitas pinjaman dan membiayai modal kerja serta biaya operasional lainnya.

Disebutkan Suwito, dari total lahan kelapa sawit yang dapat ditanami seluas 96,77 hektar, sebesar 56% hingga saat ini belum ditanami. Sementara pada akhir tahun 2012, perkebunan kelapa sawit perseroan yang telah ditanami mencapai 40,852 hektar yang berokasi di pulau Sumatera, Belitung, dan Kalimantan. \"Tiga perkebunan memiliki pabrik pengolahan kelapa sawit dengan kapasitas total 180 ton/jam.\" ujarnya.

Target Kinerja

Selain itu, perseroan telah memiliki konsesi atas pengolahan hutan sagu yang berada di Papua Barat dengan luas lahan 40.000 hektar. Selain itu, perseroan akan menanam 19 ribu hektar lahan, antara lain di Kalimantan Barat dalam tiga tahun. “Kami akan menanam lahan untuk kelapa sawit sekitar 5.500 hektar,” ujarnya.

Wakil Direktur Utama perseroan, Istini Tatiek Siddharta mengatakan, untuk belanja modal tahun ini, perseroan menargetkan dana sebesar US$60 juta. Ke depan, selain memperoleh dana dari IPO, pihaknya juga optimistis dapat memperoleh pinjaman dari perbankan. “Di lihat dari pendapatan dan tata kelola yang baik kita akan mendapatkan pinjaman yang besar dari bank.” ucapnya.

Dengan adanya pengembangan bisnis sawit dan penanaman lahan untuk kelapa sawit sekitar 5.500 hektar, kata dia, perseroan menargetkan pertumbuhan pendapatan sebesar 12%. Sedang pada akhir tahun 2012, perseroan mencatatkan pendapatan sebesar US$ 165,9 juta. Dari total pendapatan tersebut, sebesar 93% berasal dari penjualan minyak sawit, 4% dari sektor energi, dan 3% dari tembakau. Total luas lahan tercatat seluas 179.038 hektar, yaitu 78% merupakan lahan untuk kelapa sawit dan 22% merupakan konsesi hutan sagu alam.

Direktur Utama PT Bahana Securities mengatakan, kisaran harga yang ditawarkan dalam penawaran saham Austindo sekitar Rp1.200-Rp1.800 diperhitungkan dengan kondisi pasar saat ini. Dalam pelepasan sahamnya ke publik, penawaran saham ini juga bekerja sama dengan pihak international. “Kita tawarkan sebagai international offering, bekerja sama juga dengan Morgan Stanley. Kerja sama ini untuk menjaring lebih banyak investor.” jelasnya.

Menurutnya, prospek IPO Austindo, juga didukung dengan pengembangan bisnis kelapa sawit perseroan yang terbilang masih cukup besar. Selain itu, apabila dilihat dari kondisi pasar saat ini yang terimbas dengan aksi profit taking setelah laporan keuangan tahunan, dia menilai pergerakan indeks sebenarnya masih cukup baik. “Peningkatan indeks harus diimbangi supply baru. Kita berharap dapat menambah emiten dan menembus angka psikologis 5000.” ujarnya. (lia)

Related posts