Menakar Peluang IPO Austindo Dikuartal Kedua - Ajloknya Harga Komoditi Jadi Sentimen Negatif

NERACA

Jakarta – Meskipun prospek harga komoditi di sektor tambang dan sawit tahun ini belum juga pulih dari keterpurukan, namun tidak menyurutkan PT Austindo Nusantara Jaya Tbk sebagai perusahaan bergerak di bidang perkebunan sawit untuk menggelar rencana penawaran saham perdana atau initial public offering (IPO) pada kuartal kedua.

Menurut analis PT Remax Capital, Lucky Bayu Purnomo, pelaksanaan IPO kuartal kedua tahun ini dirasa kurang tepat karena berbarengan dengan penekanan koreksi indeks. “Indeks saat ini cenderung rawan koreksi, sehingga sektor komoditi akan berdampak negatif. Kalau mau IPO untuk sektor komoditi saat ini kurang bagus, harga komoditi dunia juga cenderung tidak diminati pasar karena imbas saham komoditi,”katanya kepada Neraca di Jakarta, Minggu (14/4).

Dia menambahkan, pelaksanaan IPO PT Austindo Nusantara Jaya Tbk bulan Mei dinilai kurang pas mengingat bulan Mei rawan koreksi pasar. Sementara itu, dia memperkirakan dalam jangka panjang dalam satu tahun kedepan akan menarik saham komoditi hanya saja di bulan Mei kurang.

Karenanya, lucky menghimbau kepada investor yang memiliki modal besar, sebaiknya tidak membeli saham perdana 100%, sebaiknya diakumulasi sekitar 30%. Hal ini dilakukan guna mendapatkan keuntungan dan menghindari rawan koreksi.

Masih Prospek

Sebaliknya, analis PT Investa Saran Mandiri, Kiswoyo Adi Joe, pelaksanaan penawaran perdana saham pada kuartal kedua 2013 masih cukup baik, “IPO untuk sektor saham yang berorentasi ke pasar domestik dinilai masih menarik perhatian pelaku pasar, “katanya.

Menurutnya, banyak alasan IPO kuartal kedua tahun ini masih positif karena didukung dari sentimen positif dari global. Apalagi saat ini bank sentral Jepang akan memberikan stimulus.\"Dengan stimulus Jepang maka investasi akan ke Indonesia. Mereka melihat Indonesia masih baik dan akan investasi jangka panjang,\" ungkapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, sentimen domestik juga masih positif sehingga berdampak positif untuk pasar modal Indonesia. Selain itu, inflasi tahunan masih dijaga di bawah 6% maka itu tidak menjadi masalah.

Tercatat perusahaan yang bakal IPO kuartal kedua diantaranya, PT Austindo Nusantara Jaya Tbk yang akan melepas sebanyak-banyaknya 940 juta saham baru atau 23,85% dengan nilai nominal Rp100. Rencananya, sekitar 65,7% dari dana hasil penawaran perdana saham akan dialokasikan untuk belanja modal perseroan, untuk pembiayaan belanja modal entitas anak usaha yaitu penanaman perkebunan kelapa sawit serta pembangunan pabrik kelapa sawit (PKS) di Ketapang Kalimantan Barat. Sebagian dari dana juga akan digunakan untuk pembebasan lahan dan pengurusan sertifikat hak guna usaha dan membiayai potensi akusisi lahan atau perkebunan kelapa sawit baru di Sumatera, Kalimantan dan Papua.

Bangun Pabrik

Sedangkan, 8% untuk pembangunan infrastruktur dan fasilitas pendukung kegiatan usaha sagu, dan 2,3% untuk menyelesaikan instalasi generator listrik biogas di pulai Belitung dan membangun proyek pembangkit listrik biogas di Sumatra Utara.

Selain itu, dana sekitar 24% dengan komposisi 23,3% untuk melunasi pinjaman ke JP Morgan International Bank Limited dan 0,7% untuk membiayai kebutuhan modal kerja. Perseron menunjuk PT Bahana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Masa penawaran awal saham perdana dijadwalkan sekitar 15 April-24 April 2013, tanggal efektif pada 30 April 2013, dan masa penawaran 2-3 Mei 2013, penjatahan. Sementara untuk pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Mei 2013. (nurul)

(bani)

BERITA TERKAIT

Tambah Fasilitas Produksi Gas - Sale Raya Targetkan Dana IPO US$ 100 Juta

NERACA Jakarta — Menggeliatnya industri minyak dan tambang (migas) dimanfaatkan langsung PT Sele Raya untuk mencari permodalan di pasar modal…

Danai Belanja Modal - Smartfren Kantungi Pinjaman Rp 3,10 Triliun

NERACA Jakarta – Danai pengembangan bisnisnya, PT Smartfren Telecom Tbk (FREN), melalui PT Smart Telecom meraih kredit dari China Development…

Selesaikan Lilitan Utang - MYRX Tawarkan Aset dan Konversi Saham

NERACA Jakarta – Menyampaikan itikad baik untuk melunasi utang akibat gagal bayar atas pinjaman individu, PT Hanson International Tbk (MYRX)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Hadirkan Inovasi KPR Gaaees - Cara BTN Menjangkau dan Wujudkan Impian Milenial

Bonus demografi yang dinikmati Indonesia harus di manfaatkan secara optimal oleh para pelaku industri terutama dalam upaya memacu pertumbuhan ekonomi…

BYAN Terbitkan Global Bond US$ 400 Juta

NERACA Jakarta – Perkuat likuiditas guna mendanai ekspansi bisnisnya, PT Bayan Resources Tbk (BYAN) menerbitkan obligasi global dengan total nilai…

PP Properti Berniat Buyback Saham

Jaga pertumbuhan harga saham yang terus merosot hingga mencapai Rp 58 per lembar, PT PP Properti Tbk (PPRO) berencana untuk…