Anjlok, Rupiah Tergerus Penguatan Dolar

Jakarta - Nilai tukar rupiah bergerak melemah seiring dengan melemahnya sebagian besar mata uang Asia lainnya. Rupiah menurut kurs tengah Bank Indonesia (BI) Kamis (16/6) melemah tajam pada level Rp8.584 per US$ dibanding dengan periode sebelumnya yang berada di level Rp8.535.

Sementara itu, menurut yahoofinance, rupiah berada di Rp8.602 per US$ dengan kisaran perdagangan Rp8.550-Rp8.602 per US$. Nilai dolar AS tampak menguat atas mata uang lainnya. Sehingga mata uang lain seperti euro berada di level 1,4152 per US$, dan yen berada di level 80,685 per US$.

Menurut analis Samuel Sekuritas Indonesia Lana Soelistianingsigh, pasar masih relatif sensitif dengan berbagai isu global, namun kendati ada tren pelemahan mata uang rupiah masih relatif tertahan.

Tekanan atas permasalahan di kawasan Eropa yang belum menemukan titik temu antara Jerman dengan Bank Central Eropa (ECB). Jerman menginginkan untuk merestrukturisasi utangnya sehingga membutuhkan dana sebesar US$120 miliar.

Namun, di sisi lain, ECB melihat bahwa jika Jerman melakukan restrukturisasi utang tersebut akan terjadi default. Sementara itu, rencana ECB yang akan menaikkan suku bunga menjadi appretiate yang seimbang bagi pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

BERITA TERKAIT

IHSG Akhir Pekan Lanjutkan Penguatan

NERACA Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (14/2) ditutup menguat sebesar 0,9 poin atau 0,01% menjadi…

Sentimen Global Hambat Penguatan IHSG

NERACA Jakarta – Mengakhiri perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) Senin (11/2) awal pekan kemarin, indeks harga saham gabungan…

MPR Dorong Penguatan Kedaulatan Rakyat dan Lawan Hoaks

MPR Dorong Penguatan Kedaulatan Rakyat dan Lawan Hoaks NERACA Jepara - Anggota MPR RI Daryatmo Mardiyanto mendorong penguatan kedaulatan rakyat…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

Bank Mandiri Kembangkan Peran Ekonomi Pesantren

  NERACA Surabaya - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk terus memperkuat peran ekonomi pondok pesantren untuk menumbuhkan usaha mikro kecil dan…

Fintech Ilegal Berasal dari China, Rusia dan Korsel

  NERACA   Jakarta - Satgas Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menemukan fakta bahwa mayoritas perusahaan layanan finansial berbasis…

Laba BNI Syariah Tumbuh 35,67%

    NERACA   Jakarta - PT Bank BNI Syariah membukukan laba bersih sebesar Rp416,08 miliar, naik 35,67 persen dibandingkan…