Dulang Rupiah dari Kotornya Sampah

Sabtu, 13/04/2013

Asalkan ada kemauan, sampah yang nampaknya tak berguna dapat dijadikan sumber penghasilan yang cukup menjanjikan, jangan salah usaha ini bisa beromzet jutaan rupiah, tentu saja jika dikelola dengan baik, tertarik menjalaninya?

NERACA

Apa yang terlintas di kepala Anda kala mendengar kata sampah? Kotor, menjijikan, dan mungkin sesuatu yang sudah tidak ada nilainya, Anda salah, karena sampah pada kenyataannya mampu menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan jika mau digarap dengan benar, sudah banyak contoh orang-orang sukses karena berbisnis sampah.

Baca juga: Kenali Risiko dari Sebuah Investasi

Seperti diutarakan Dayat misalnya, pria paruh baya ini yang mempunyai usaha pengolahan sampah di kawasan Bekasi ini sudah merasakan nikmatnya menjalani bisnis pengolahan sampah. Nah, menurut dia nih, potensi usaha pengolahan sampah ini semakin hari semakin bagus. “Alhamdulillah omzet usaha saya sempat mencapai ratusan juta rupiah,” sebut dia.

Tak hanya Dayat, seorang pengolah sampah di Jakarta bernama Rohmat pun menyatakan untung yang cukup lumayan dengan berbisnis pengolahan sampah. Ya, Rohmat selain membuka usaha pengolahan sampah juga memberikan jasa angkut sampah dari rumah-rumah warga. “Kini saya punya 4 buah gerobak angkut,” jawab dia.

Baca juga: Mereguk Untung dari Bisnis Hewan Kurban

Kini dia punya beberapa mitra yang kebanyakan merupakan para pengrajin. Seperti, pengrajin tas, mainan edukatif, atau pengusaha pupuk. Menurutnya, mitra itu sangatlah penting, sebab tanpa mereka dia tak akan bisa melempar sampah-sampah yang ia kumpulkan.“Sampah saya pisahkan terlebih dahulu, antara plastik, kayu, dan sampah organik lainnya,” jelas dia.

Yang pasti untuk memulai usaha ini tidak mengharuskan pelakunya memiliki modal besar. Hanya saja, yang diperlukan adalah kemampuan mencari mitra yang akan menerima sampah-sampah yang telah dikumpulkan.

Baca juga: Mencari Ide Bisnis dari Ahlinya

Bagi Rohmat misalnya, satu modal yang penting untuk terjun ke bisnis ini, adalah mempelajari dulu seluk-beluk sampah. Mulai dari mengenal jenis-jenis sampah, mengumpulkan, serta memproses menjadi barang yang bernilai. “Yang pasti harus rela berkotor-kotoran,” tegas Rohmat.

Kini dari usaha yang dijalankannya, Rohmat dapat mendulang uang jutaan rupiah. Yang dihasilkan itu merupakan gabungan dari tarif jasa yang ia tetapkan untuk pelanggan dan juga hasil menjual ke beberapa mitra. “Kalau tarif angkut sampah, saya mematok harga Rp20.000/minggu, kalau jual ya hitungannya kilo-kiloan lah,” kata dia.

Baca juga: Mendulang Rupiah dari Berkah Hari Kemerdekaan

Dari sini saja sudah dapat terbayangkan penghasilan Rohmat, jika sekeliling rumahnya terdapat ratusan rumah berapa uang yang mampu dia kumpulkan dalam jangka waktu satu minggu, lalu satu bulan, tentu sangat besar bukan?

Makanya, untuk menjangkau semua rumah kini dia kembali menambah armada gerobak angkut sebanyak 2 unit. Kini total 4 gerobak ia miliki, sementara pekerjanya diisi oelh sanak keluarganya yang menganggur. Bahkan, menurutnya anaknya yang merupakan pekerja sebuah pabrik juga turut mengangkut sampah ketika libur.

Baca juga: Mengulik Rupiah dari Bisnis Parcel Lebaran

Ya, peluang bisnis ini semakin besar seiring tingginya tingkat konsumsi masyarakat di kota-kota besar, pada dasarnya semua itu memang menghadirkan permasalahan baru. Lihat saja, wilayah DKI Jakarta, volume sampah di ibu kota ini berkisar 6.000 ton hingga 6.500 ton per hari.

Akibatnya, Pemprov DKI Jakarta terus memutar otaknya untuk mengelola sampah ini. Bahkan, kini melalui Dinas Kebersihan DKI, mulai mengembangkan berbagai teknologi pengolahan sampah, melalui program 3R, alias reduce-reuse-recycle. Tak hanya itu, Pemprov juga membuat program bank sampah.

Baca juga: Mengais Rupiah dari Sampah Rumah Tangga