Jadikan Sebagai Pusat Berkumpulnya Kaum Eksekutif - Andi Ilham Said, Direktur Utama PPM Manajemen

Direktur Utama PPM-Manajemen Andi Ilham Said

Jadikan Sebagai Pusat Berkumpulnya Eksekutif

Sekurangnya ada empat harapan besar yang ingin dicapai Andi Ilham Said, saat dirinya dilantik menjadi direktur utama PPM Manajemen pada 1 Maret 2011. Keempat hal itu adalah ingin menjadikan PPM Manajemen sebagai titik pertemuan para eksekutif (executive meeting point), lalu menjadi tempat pembelajaran (learning place), menjadi pusat pengembangan eksekutif (executive development center).

“Dan harapan terakhir adalah menjadikan PPM Manajemen sebagai center of excellent,” kata Andi. Menurut dia, keempat tahapan harapan itu ingin dicapainya dalam setiap tahun masa kerjanya sebagai dirut. Dia terpilih menggantikan Tjahjono Soerjodibroto, mantan dirut Indosat.

Benar, PPM Manajemen telah menjadi tempat berkumpulnya para eksekutif. Secara periodik, PPM Manajemen telah menyediakan forum ilmiah popular yang mengupas tuntas setiap persoalan manajemen yang ada di negeri ini. “Kami sediakan executive lounge yang nyaman, santai, tapi menjadi pusat bincang-bincang masalah serius,” kata Andi kepada Neraca. Kebetulan, Neraca diundang menjadi salah satu narasumber acara Music & Talk Series ‘Managing Our Nation’ bertajuk ‘Mengupas Manajemen Transjakarta’, pertengahan Maret lalu.

“Semua harapan akan dapat kita capai bersama, jika kita bekerjasama, saling mendukung, dan mempunyai cita-cita yang sama,” tutur alumnus Teknik Sipil Universitas Hasanuddin, Makassar angkatan 1985 ini.

Dan benar, setiap sesi talk show dan live music itu, ruangan executive lounge selalu penuh dengan para tokoh kampus dan eksekutif lainnya. PPM Manajemen itu mampu menggaet para profesor dari Universitas Indonesia (UI). Sebut saja psikolog Prof Sarlito Wirawan, mantan dekan FE UI Martani Husaini, kriminolog Prof Roni Nitibaskoro. Mereka semua adalah pemain musik dan vokalis yang tergabung dalam Proffesor Band.

Andi Ilham juga siap mewujudkan cita-cita PPM menjadi landmark pendidikan manajemen, karena PPM merupakan pioneer pendidikan manajemen di Indonesia. Bahkan, hingga di tingkat Asean. Untuk itu Andi Ilham pun telah menyiap semacam semboyan atau penyemangat yaitu PLUS. Kata itu merupakan akronim dari pelopor, luhur, unggul, dan santun.

Andi memang termasuk orang yang lama dibesarkan PPM, yaitu sejak 1987. Itu sebabnya, dia telah banyak mengenyam jabatan di PPM Manajemen.

Selama dua periode, tapi tidak berturut-turut, Andi menapaki jabatan pertamanya sebagai pembantu dekan I Bidang Akademik Sekolah Tinggi Manajemen (STM) PPM, yaitu pada 1994-1996 dan 2001-2003. Dan selama lima tahun, pada 2003-2007, menjadi ketua STM PPM. Saat itu, dia merangkap jabatan sebagai direktur pendidikan PPM Manajemen hingga 2006.

Melepas jabatannya sebagai ketua STM PPM dan direktur pendidikan, peraih gelar doktor bidang bisnis di Universiy of the Philippine itu diberi tugas menjadi direktur di dua perusahaan milik PPM Manajemen, yaitu di PT Pustaka Binawan Pressindo (PBP) serta di PT Binaman Utama. PBP merupakan penerbit dan pencetak buku-buku manajemen terapan.

Pembawaannya yang lembut, hingga banyak ditunjuk untuk memimpin sejumlah organisasi di masa kuliah maupun saat berkarya di PPM Manajemen. Pernah menjadi ketua HImpunan Mahasiswa Sipil Unhas (1982-1983), lalu menjadi ketua Asosiasi Mahasiswa Indonesia di Quezon City, Pilipina (1997-1998), maupun pengurus Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di AS (Permias) Cabang Los Angeles (1993-1994). Pernah menjadi ketua ICMI di Quezon City (198-2000).

Yang bergengsi adalah menjadi ketua Dewan Pembina Yayasan Indonesia Institute for Corporate Director (IICD). Pernah menjadi sekretaris Asosiasi Alumni PPM. Saat ini masih menjabat sebagai ketua Koperasi Karyawan PPM beberapa periode tidak berturut-turut, yaitu pada 2002-2008 maupun 2010 hingga sekarang.

Ilmu manajemen yang diperoleh di STM PPM maupun di School of Business University of Southern California banyak diaplikasikan tidak hanya untuk mengajar, tapi juga menjadi konsultan, penilai atau asesor, juga sebagai juri dan peneliti. Tenaganya banyak dipakai sebagai penilai dan konsultan di sejumlah perusahaan besar. Misalnya, PT Pelindo IV, Kimia Farma, PT PJB, PT JIEP, PT Jamsostek, PT Penyusunan Business Plan untuk PT Samudera Indonesia.

Pengalamannya merancang dan memimpin pelatihan, disumbangkan untuk membantu sejumlah perusahaan, di antaranya ING-Aetna, PT Golden Mimmissipi, PT Djarum Kudus, Modern Group, dan Kertas Leces. “Sebagai bentuk perhatian kepada anak-anak, saya juga sempatkan menjadi ketua POMG SMA Labschool Cinere,” kata dia. (bani saksono)

Related posts