Sifat-sifat Senjata Pemusnah Massal

Senjata pemusnah missal ditengarai ada empat macam, yaitu nuklir, biologi, kimia, dan eksplosif. Mengapa disebut sebagai senjata pemusnah massal, Isroil Samihardjo menguraikan, dalam jumlah yang sangat sedikit atau kecil, mampu menelan korban jiwa yang sangat banyak. Dia menyontohkan, kekuatan 1 gram uranium 235 setara dengan 3 ton batubara. Sedangkan 0,00000001 mg senjata biologi setara dengan 1 mg racun syaraf. “Dan 100 kg anthrax mampu mematikan 3 juta orang,” ujarnya.

Spora anthrax yang telah diekstraksi, mampu bertahan hidup di alam bebas hingga puluhan tahun. Spora anthrax berbentuk serbuk berwarna putih mikroskopik yang sangat mudah tertiup angin. “Kalau spora anthrax disebarkan melalui udara atau disemprotkan pada gedung perkantoran dan hotel, maka fasilitas yang ada di gedung harus diisolasi minimal selama setahun untuk menjalani dekontaminasi,” kata Isroil.

Dalam Pasal 10 UU Nomor 15 Tahun 2003, disebutkan, setiap orang yang dengan sengaja menggunakan senjata kimia, senjata biologis, radiologi, mikroorganisma, radioaktif dan komponennya, hingga menimbulkan suasana terror atau rasa takut banyak orang, akan dipidanakan.

Sebab, aksinya tersebut dapat menimbulkan korban jiwa, membahayakan kesehatan, terjadinya kekacauan terhadap hak-hak orang, hancurnya obyek vital, kerusakan lingkungan hidup, dan fasilitas umum. “Saat ini sulit membedakan penggunaan nuklir, biologi, dan bahan kimia apakah untuk perdamaian atau permusuhan,” ujarnya. (saksono)

Related posts