Suspensi Dicabut, Saham WICO Melesat 22 poin

Pasca suspensi perdagangan dicabut kembali oleh PT Bursa Efek Indonesia (BEI), saham PT Wicaksana Overseas International Tbk (WICO) langsung melejit naik 22 poin ke level Rp177 per saham pada perdagangan saham Kamis (11/4).

Pembukaan suspensi saham WICO dilakukan di pasar reguler dan tunai mulai sesi pertama perdagangan saham pada hari ini. Tercatat frekuensi perdagangan saham mencapai 1.252 kali dengan nilai transaksi mencapai Rp3,09 miliar. Volume perdagangan saham sekitar 35.341 saham.

Sebelumnya, saham PT Wicaksana Overseas International Tbk disuspensi lantaran terjadi kenaikan harga saham di luar kewajaran dan sebelum disupensi masuk dalam pengawasan BEI.

Kadiv Perdagangan Saham BEI, Rina Hadriyani pernah bilang, pengawasan transaksi saham Wicaksana Overseas karena telah terjadi peningkatan harga dan aktivitas transaksi saham perseroan diluar kebiasaan dibandingkan periode sebelumnya (unusual market activity/UMA). (bani)

BERITA TERKAIT

Ace Hardware Buka Gerai Baru di Sumedang

Setelah sukses membuka gerai barunya di Mal Taman Anggrek Jakarta, PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES) kembali membuka gerai barunya…

VOKS Patok Kupon Obligasi Hingga 10,50%

Aksi korporasi emiten produsen kabel PT Voksel Electric Tbk (VOKS) menerbitkan obligasi senilai Rp 500 miliar telah menetapkan tingkat kupon…

BEI Resmikan Gedung Baru di Jawa Barat

Dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap pasar modal dengan menyebarluaskan informasi melalui sosialisasi dan edukasi secara meluas, PT Bursa Efek…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Transjakarta Bagikan Dividen Rp 40 Miliar

NERACA Jakarta- Berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) memutuskan untuk membagikan dividen perusahaan kepada…

Raup Ceruk Pasar Luar Negeri - WIKA Targetkan Kontrak Baru Capai Rp 6 Triliun

NERACA Jakarta – Sukses meraih kontrak baru di Afrika menjadi batu loncatan bagi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) untuk…

Transformasi Pasar Modal Kredibel - OJK Terus Perkuat Supervisi Pengawasan

NERACA Jakarta – Kasus gagal bayar keuntungan reksadana yang menimpa Minna Padi Aset Manajemen dan Narada Aset Manajemen menjadi alasan…