Akhir Pekan, IHSG Diproyeksikan Kembali Menguat

NERACA

Jakarta – Mengakhiri perdagangan Kamis sore, indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 46,788 poin (0,96%) ke level 4.924,263. Sementara Indeks LQ45 menguat 9,301 poin (1,13%) ke level 832,166. Perburuan investor asing di seluruh sektor industri membawa indeks BEI menguat di zona hijau.

Kata analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono, penguatan indeks BEI dipicu sentimen positif karena masih dipertahankannya BI Rate, “Dari dalam negeri, investor menyambut positif dipertahankannya \"BI rate\" pada level 5,75%,\" katanya di Jakarta, Kamis (11/4).

Menurutnya, penetapan BI rate itu dipicu oleh optimisme terhadap inflasi ke depannya dapat ditekan. Oleh karena itu, dirinya memproyeksikan IHSG BEI Jum’at akhir pekan akan kembali bergerak menguat di kisaran 4.904-4.943 poin.

Dari eksternal, lanjut Purwoko, menguatnya bursa regional menjadi salah satu pemicu IHSG BEI kembali menguat cukup signifikan pada Kamis kemarin. Penguatan mayoritas bursa global itu didorong oleh impor China yang tumbuh 14%, rencana stimulus Jepang dan optimisme terhadap laporan keuangan emiten pada kuartal pertama 2013. \"Kuatnya ekonomi China terlihat dari permintaan barang impor bulan Maret yang tumbuh 14%. Gubernur Bank Jepang juga akan melakukan segala langkah untuk mencapai inflasi sebesar dua persen yang ditargetkan tercapai dalam waktu dua tahun,\"ujarnya.

Pada perdagangan kemarin, aksi bali banyak dilakukan investor asing setelah sebelumnya melakukan aksi jual. Setelah sempat mixed diawal perdagangan, seluruh indeks sektoral kini mulai menghijau akibat aksi beli.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 169.157 kali pada volume 5,851 miliar lembar saham senilai Rp 7,353 triliun. Sebanyak 174 saham naik, sisanya 101 saham turun, dan 92 saham stagnan. Bursa-bursa di regional mengakhiri perdagangan Kamis kemarin dengan mixed cenderung menguat. Pencetakan rekor oleh Wall Street membuat pelaku pasar di Asia makin cukup bersemangat beli saham.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 1.250 ke Rp 53.450, Lion Metal (LION) naik Rp 600 ke Rp 13.600, Nipress (NIPS) naik Rp 500 ke Rp 7.200, dan Sumber Energi (ITMA) naik Rp 455 ke Rp 2.325.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Delta Jakarta (DLTA) turun Rp 1.000 ke Rp 325.000, Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 37.100, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 500 ke Rp 83.500, dan Sarana Menara (TOWR) turun Rp 450 ke Rp 25.000.

Perdagangan sesi I, indeks BEI ditutup menguat 33,542 poin (0,69%) ke level 4.911,017. Sementara Indeks LQ45 menguat 5,480 poin (0,67%) ke level 828,345. Hampir seluruh indeks sektoral di lantai bursa berhasil menguat, kecuali sektor pertambangan dan industri dasar. Aksi beli ramai dilakukan investor asing dan lokal.

Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi mencapai 99.020 kali pada volume 3,689 miliar lembar saham senilai Rp 4,013 triliun. Sebanyak 156 saham naik, sisanya 73 saham turun, dan 100 saham stagnan.

Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers di antaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 700 ke Rp 52.900, Nipress (NIPS) naik Rp 550 ke Rp 7.250, Sumber Energi (ITMA) naik Rp 455 ke Rp 2.325, dan Sumber Alfaria (AMRT) naik Rp 400 ke Rp 6.500.

Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Indo Tambangraya (ITMG) turun Rp 1.050, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 1.000 ke Rp 83.000, Inovisi (INVS) turun Rp 300 ke Rp 6.550, dan Japfa (JPFA) turun Rp 250 ke Rp 9.050.

Diawal perdagangan, indeks BEI dibuka menguat 9,72 poin atau 0,20% ke posisi 4.887,19, seiring dengan bursa global. Sementara indeks 45 saham unggulan (LQ45) menguat 2,43 poin (0,30%) ke level 825,29, “Bursa Asia termasuk indeks BEI kembali dibuka menguat seiring penguatan signifikan bursa global pada perdagangan sebelumnya,\" kata analis Samuel Sekuritas, Yualdo Yudoprawiro.

Dia menambahkan, data impor China di bulan Maret yang tumbuh 14,1% atau melebihi ekspektasi pelaku pasar mendorong investor kembali mengakumulasi saham. Selain itu, pernyataan bank sentral AS (The Fed) yang menyatakan akan tetap mempertahankan pelonggaran kuantitatif (QE) tahap tiga hingga akhir tahun 2013 menambah sentimen positif.

Dia mengatakan, positifnya sentimen di bursa global akan berimbas pada pergerakan IHSG BEI Kamis dengan didukung dari beberapa saham sektor otomotif, pertambangan dan perbankan.

Sementara analis Panin Sekuritas, Purwoko Sartono mengatakan, pergerakan IHSG BEI masih dibayangi oleh wacana kebijakan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang rencananya akan diluncurkan pemerintah.\"Selain itu, pelaku pasar juga menanti kebijakan \'BI Rate\' yang akan diumumkan hari ini sehubungan dengan inflasi yang cenderung tinggi beberapa bulan terakhir,\"ujarnya.

Bursa regional diantaranya indeks Hang Seng, Kamis dibuka menguat 164,83 poin (0,77%) ke level 22.203,39, indeks Nikkei-225 naik 119,13 poin (0,90%) ke level 13.407,26, Straits Times menguat 11,89 poin (0,36%) ke posisi 3.305,14. (bani)

Related posts