Asuransi Jiwa, Sedia Payung Sebelum Hujan

“Sedia Payung Sebelum Hujan”. Mungkin peribahasa ini yang oleh sebagian besar orang dijadikan landasan untuk melakukan sebuah tindakan antisipasi dengan mempersiapkan kebutuhannya untuk meringankan beban atas resiko yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang. Salah satu upaya tersebut adalah dengan berasuransi.

Berasuransi sama artinya dengan mempersiapkan proteksi atau perlindungan terhadap suatu resiko yang mungkin terjadi. Maka dengan berasuransi, semua dampak yang ditimbulkan akibat adanya sebuah peristiwa bukan lagi menjadi tanggungjawab si korban sepenuhnya. Melainkan sebagian kerugian tersebut akan ditanggung oleh pihak asuransi.

Ya, dengan membayar premi, salah satu tindakan pencegahan dinilai dapat membantu manusia menghadapi risiko-risiko dalam kehidupan. Dengan semakin banyak tanggung jawab keluarga dan pemenuhan kebutuhan hidup di masa sekarang ini,semakin besar pula dampaknya di antara anggota keluarga meninggal atau cacat.

Oleh karena itu, Asuransi Jiwa adalah salah satu kategori Asuransi yang banyak di minati oleh para pengguna Asuransi. Dengan memilikiAsuransi Jiwa, seseorang dapat mengurangi rasa khawatir dari kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan. Dengan demikian, Asuransi Jiwa memiliki manfaat bagi kehidupan manusia.

Beberapa manfaat asuransi jiwa bagi kehidupan adalah memenuhi kebutuhan di hari tua atau tersedianya tabungan hari tua. Pada saat masih masuk dalam usia produktif, seseorang bisa mendapatkan penghasilan yang maksimal, dan itu sesuai dengan kontribusi yang di lakukan. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, usia terus bertambah, dan sampai pada satu titik seseorang akan memasuki masa pensiun. Saat itulah, premi yang dibayarkan untuk keperluan hari tua akan bisa membantu dalam mencukupi beragam kebutuhan.

Asuransi jiwa juga berfungsi sebagai tambahan penghasilan manakala seseorang menghadapi sakit yang serius atau kecelakaan fatal. Realitanya, tidak ada seorang pun yang membayangkan akan mengalami hal-hal yang fatal, misalnya kecelakaan atau mengidap penyakit yang berkepanjangan.

Kalau itu terjadi, dengan asuransi jiwa, perlindungan terhadap berbagai risiko terjadinya hal tak terduga dapat diminimalisir. Dalam segala keadaan yang dialami, polis asuransi dapat menghasilkan manfaat perlindungan sehingga Anda mendapatkan dana yang cukup selama masa perawatan ketika sakit.

Tak hanya itu, ketika seseorang sudah memproteksi diri dengan produk asuransi jiwa akan dapat memastikan bahwa keluarga ahli waris memiliki dana yang cukup seandainya pemegang polis mengalami cacat tetap secara total akibat penyakit yang diderita sehingga tidak dapat bekerja seperti sedia kala atau bahkan meninggal dunia secara tiba-tiba. Ya, kematian, kemalangan, tidak pernah bisa diprediksi kedatangannya.

Selain itu, keluarga ahli waris dapat mempertahankan standard kualitas hidup manakala pemegang polis meninggal dunia. Tentunya, tanpa proteksi dari asuransi jiwa, kejadian tersebut mengakibatkan sumber penghasilan keluarga hilang sehingga standard kehidupan keluarga ahli waris selanjutnya mengalami penurunan.

BERITA TERKAIT

Asuransi Kesehatan Kembali Merugi

    Oleh: Ambara Purusottama School of Business and Economic Universitas Prasetiya Mulya   Hingga akhir tahun 2018 lalu defisit…

Wakaf Asuransi Syariah Punya Potensi Berkembang

    NERACA   Jakarta - Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai wakaf asuransi syariah mempunyai potensi yang besar untuk…

Empat Raperda Kota Sukabumi Harus Tuntas Tepat Waktu - Sebelum Masa Jabatan DPRD Habis

Empat Raperda Kota Sukabumi Harus Tuntas Tepat Waktu Sebelum Masa Jabatan DPRD Habis NERACA Sukabumi - Ketua Badan Pembentukan Peraturan…

BERITA LAINNYA DI KEUANGAN

KUR, Energi Baru Bagi UKM di Sulsel

Semangat kewirausahaan tampaknya semakin membara di Sulawesi Selatan. Tengok saja, berdasarkan data yang dimiliki Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulsel,…

Obligasi Daerah Tergantung Kesiapan Pemda

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penerbitan obligasi daerah (municipal bond) tergantung pada kesiapan pemerintahan daerah karena OJK selaku regulator hanya…

Bank Mandiri Incar Laba Rp24,7 T di 2018

PT Bank Mandiri Persero Tbk mengincar pertumbuhan laba 10-20 persen (tahun ke tahun/yoy) atau sebesar Rp24,7 triliun pada 2018 dibanding…