Tragedi Gedung Putih - Olympus Has Fallen

Olympus Has Fallendimulai dengan memperkenalkan karakter utamanya seorang agen rahasia, Mike Banning (Gerard Butler), yang kini bertugas sebagai salah satu anggota kelompok pengamanan kepresidenan. Atas etos kerjanya yang dikenal sangat cemerlang, Mike bahkan telah mendapatkan kepercayaan yang kuat dari sang presiden, President Benjamin Asher (Aaron Eckhart), beserta keluarganya sang istri, Margaret (Ashley Judd) serta puteranya, Connor (Finley Jacobsen).

Sayang, tak semua sisi kehidupan keluarga sang presiden dapat ia amankan. Ketika suatu malam terjadi sebuah kecelakaan pada iringan mobil keluarga presiden, Mike mampu menyelamatkan sang presiden… namun gagal menyelamatkan istrinya yang berujung pada kematiannya. Delapan belas bulan kemudian, akibat tidak mampu bertahan atas kenangan buruk tersebut, Mike kini telah dipindahtugaskan menjadi pegawai Departemen Keuangan Amerika Serikat – meskipun seringkali hatinya masih merindukan masa-masa tugasnya di Istana Negara Amerika Serikat, The White House.

Suatu hari, ketika President Benjamin Asher sedang menjalani sebuah pertemuan politik dengan delegasi dari negara Korea Selatan, sebuah pesawat tempur berhasil memasuki wilayah terbang ibukota Amerika Serikat, Washington DC, dan mulai menjadikan setiap benda maupun manusia yang berada dalam jangkauannya sebagai sasaran tembak. Pesawat tempur tersebut ternyata hanyalah awal dari serangkaian serangan yang dilancarkan oleh sekelompok teroris yang ingin menjadikan The White House sebagai sasaran utama mereka.

Mike Banning jelas tidak menerima begitu saja negara yang ia cintai diporak-porandakan oleh sebuah kekuatan asing. Ia lalu mulai menyusun rencana untuk kemudian melakukan serangan balik kepada para anggota teroris tersebut. Intensitas ketegangan di dalam jalan cerita film juga mampu terjaga ketika Fuqua menghadirkan beberapa adegan interogasi. Fuqua tahu benar tentang material yang sedang ia kerjakan bahwaOlympus Has Fallenakan benar-benar mampu tampil kuat dengan eksplorasi yang tepat di sisi aksi ceritanya dan adalah mudah untuk mengungkapkan bahwa Fuqua berhasil menggarap film ini menjadi sebuah sajian aksi yang sangat menghibur.

Di saat yang sama, Fuqua sayangnya, gagal mencegahOlympus Has Fallenuntuk tidak jatuh ke jebakan film-film sejenis. Bagian kesuksesan tersebut datang dari kemampuan Fuqua untuk mengendalikan ritme penceritaan film sehingga mampu menghadirkan intensitas ketegangan cerita yang begitu terjaga.

BERITA TERKAIT

Batalkan Keistimewaan Bulog Impor Bawang Putih

Batalkan Keistimewaan Bulog Impor Bawang Putih NERACA Jakarta - Pemerintah harus membatalkan pemberian diskresi kepada Bulog untuk mengimpor bawang putih…

Pimpinan KPK: OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi, Tapi Tragedi

Pimpinan KPK: OTT Kepala Daerah Bukan Prestasi, Tapi Tragedi NERACA Surabaya - Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Alexander Marwata mengatakan…

Salurkan Dana Bantuan Pasca Gempa - XL Axiata Bangun Gedung Sekolah di Lombok Utara

Belum berakhir PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) membantu pemulihan wilayah Lombok pasca gempa tahun lalu. Kini XL Axiata kembali…

BERITA LAINNYA DI RESENSI FILM

Love The Coopers: Kejutan untuk Klan Cooper

Film komedi barat berjudul “Love The Coopers” ini merupakan film yang berceritakan mengenai empat generasi dari klan Cooper yang datang…

Wujudkan Impian dengan Zikir 99 Asmaul Husna

Menurut etimologi,  Asmaul Husna berasal dari kata Al Asma dan Al Husna, yang artinya nama-nama yang indah. Secara istilah Asmaul…

Pride and Prejudice and Zombies

Pride and Prejudice and Zombies adalah salah satu film horor arahan arahan sutradara Burr Steers yang rilis di awal tahun…