Bank Mandiri Jalin Kerja Sama dengan KB Kookmin

NERACA

Jakarta – PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menggandeng KB Kookmin Bank, bank terbesar di Korea Selatan, untuk mendorong peningkatan transaksi bisnis antara Indonesia dan Korea Selatan. Melalui nota kesepahaman tersebut, kedua bank tersebut nantinya akan bekerja sama untuk Structured Finance & Syndication Loan Business, Treasury, Cash Management, Trade Finance, dan Remittance. Kerja sama dengan KB Kookmin Bank merupakan langkah strategis Bank Mandiri untuk semakin mengoptimalkan potensi bisnis Antara Indonesia dan Korea Selatan yang terus meningkat. “Ini sejalan dengan keinginan kami untuk terus tumbuh bersama Indonesia dan menjadi salah satu bank utama di kawasan regional. Maka kami ingin terus memperkuat bisnis ke berbagai negara, termasuk Korea Selatan melalui kerjasama dengan Kookmin Bank ini, ” kata Riswinandi, Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, dalam siaran persnya di Jakarta, Rabu (10/4).

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut sendiri dilaksanakan di Seoul, Korea Selatan. Bank Mandiri diwakili oleh Riswinandi, selaku Wakil Direktur Utama, sementara KB Kookmin Bank diwakili oleh Senior Executive Vice President Corporate & Investment Banking Group-nya, Chan-Keun Lee. Bank asal negeri ginseng tersebut memang memiliki layanan dan jaringan kantor domestik luas, serta cakupan bisnis yang sama dengan Bank Mandiri, sehingga dapat mendukung pengembangan potensi bisnis Indonesia dan Korea Selatan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa pada 2012 transaksi ekspor dari Indonesia ke Korea Selatan mencapai US$15,04 miliar. Sementara untuk transaksi impor dari Korea Selatan ke Indonesia tercatat sebesar US$11,97 miliar. Secara khusus, transaksi ekspor yang melalui Bank Mandiri mencapai US$283,41 juta pada tahun 2012 dan untuk transaksi impor sebesar US$142,97 juta. Penguatan kerjasama perbankan dengan Kookmin Bank, tambah Riswinandi, diharapkan mampu memperbesar pangsa pasar transaksi keuangan dan perbankan Bank Mandiri, terutama di Korea Selatan. “Hal ini mengingat nilai transaksi bisnis kedua negara sangat besar dan berpotensi akan terus meningkat,” tutupnya. [ria]

BERITA TERKAIT

Naiknya BI Rate Bikin NIM Bank Turun

  NERACA Jakarta – Kenaikan suku bunga acuan BI 7 Day Reverse Repo Rate hingga 1,75 persen turun menurunkan marjin…

Audien Dengan Dirjen Pajak - BEI Keukeuh Suarakan Hapus Pajak ETF

NERACA Jakarta – Mendapat dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait soal insentif penghapusan pajak exchange traded fund (ETF) dalam…

DAK Dikelola dengan Baik Mampu Akselerasi Pertumbuhan

  NERACA   Jakarta - Sekretaris Jenderal Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Anwar Sanusi mengatakan Dana Alokasi Khusus…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Badan Riset Dorong Prioritas Riset dan Inovasi Lebih Terarah

    NERACA   Jakarta - Wakil Direktur Indonesian Medical Education Research Institute (IMERI) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI)…

LG Catatkan 1.000 Unit Penjualan Mesin Cuci Laundry

    NERACA   Jakarta - PT LG Electronics Indonesia berhasil mencatatkan penjualan 1.000 unit mesin cuci laundry sejak dimulai…

Pemerintah Siap Bangun Infrastruktur di 3 KEK

      NERACA   Jakarta - Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menggelar sidang dewan nasional untuk membahas terkait pengembangan…