Pembayaran Elektronik Sumbang US$6,4 Miliar - PDB Indonesia

NERACA

Jakarta - Hasil survei Visa yang dilakukan Moody\'s Analytics mengatakan meningkatnya penggunaan produk pembayaran elektronik seperti kartu kredit dan debit memberikan kontribusi US$6,4 miliar terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. \"Dengan adanya hasil survei itu, tidak diragukan lagi bahwa pembayaran elektronik memberikan keuntungan yang signifikan,\" kata Direktur Utama PT Visa Worldwide Indonesia, Ellyana Fuad, melalui keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (10/4).

Survei yang dilakukan di 56 negara, termasuk Indonesia, yang mewakili 93% dari total PDB global menyimpulkan penggunaan kartu pembayaran lebih meningkatkan efisiensi serta memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Secara global, pembayaran elektronik memberikan kontribusi US$983 miliar terhadap PDB di 56 negara dalam kurun waktu 2008-2012. Dalam kurun waktu tersebut, PDB di masing-masing negara rata-rata tumbuh 1,8%.

\"Dari data tersebut dapat dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu efek positif dari penggunaan kartu yang berkaitan erat dengan keuntungan yang ditawarkan pembayaran elektronik,\" tuturnya. Menurut dia, keuntungan menggunakan alat pembayaran elektronik adalah aspek keamanan, kenyamanan dalam bertransaksi tanpa uang tunai, peningkatan efisiensi dan penurunan aktifitas ekonomi gelap.

Disamping temuan itu, kata Ellyana, data dari Euromonitor menunjukkan sekitar 92,5% transaksi pada 2011 dilakukan menggunakan uang tunai. Menurut data Bank Dunia, 80% orang Indonesia tidak memiliki akses terhadap sektor keuangan formal. \"Karena itu, bayangkan keuntungan yang diperoleh perekonomian Indonesia bila kita bisa membuat 80% populasi itu terhubung dengan pembayaran elektronik seperti \'mobile branchless banking\',\" katanya.

Ellyana menyatakan sangat antusias terhadap prospek peningkatan pembayaran elektronik di Indonesia melalui solusi baru yang inovatif. Dia juga mengatakan bahwa pihaknya menantikan kerja sama dengan para pelaku bisnis, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. [ardi]

Related posts