Berkah Efisiensi, Laba Kimia Farma Tumbuh 19,43% - Bangun Pabrik Senilai Rp 400 Miliar

NERACA Jakarta – Efisiensi yang dilakukan PT Kimia Farma Tbk (KAEF) membuahkan hasil karena kinerja keuangan perseroan membuahkan hasil dengan perolehan laba bersih tahun 2012 naik 19,43% menjadi Rp 205,13 miliar dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 171,76 miliar. Kata Direktur Keuangan PT Kimia Farma Tbk, Arief Budiman, peningkatan laba tidak lepas karena dipicu penjualan yang meningkat, “Naiknya pendapatan menjadi pemicu kenaikan laba perusahaan pelat merah farmasi tersebut,”katanya di Jakarta, Rabu (10/4).

Dia menuturkan, penjualan perseroan di 2012 naik 7,27% menjadi Rp 3,73 triliun dari sebelumnya Rp 3,48 triliun. Selain itu, perseroan juga dapat meningkatkan efisiensi di beban pokok penjualan dari 70,18% menjadi 68,53 % atau naik sebesar 1,65%, “Adapun margin laba bersih mengalami kenaikan 0,56% dari 4,93% menjadi 5,49% di tahun 2012,\"ujarnya.

Selain itu, perseroan tahun ini menganggarkan belanja modal sebesar Rp 600 miliar untuk memuluskan aksi korporasinya di bidang manufaktur, pengembangan bisnis dan proyek, pengembangan distribusi, pengembangan usaha dan optimalisasi aset.

Arief mengungkapkan, di bidang manufaktur, aksi korporasi yang akan dilakukan adalah membangun pabrik baru dan revitalisasi dengan nilai investasi Rp400 miliar dan membangun pabrik herbal FitoFarmaka dengan nilai investasi Rp100 miliar.

Pabrik baru yang akan dibangun tersebut rencananya berada diatas lokasi seluas 5 hektar yang terletak di Banjaran, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Sementara sisanya akan digunakan untuk memenuhi target Perseroan yang berencana hendak membangun 1.000 klinik hingga 2017 mendatang.

Adapun aksi korporasi dibidang pengembangan bisnis yang akan dilakukan meliputi rencana pengembangan layanan kesehatan yang menyeluruh yang ditangani Kimia Farma Rumah Sakit, pengembangan layanan kesehatan di apotek Kimia Farma yang terdapat di Malaysia, pengembangan radiofarmaka, skin culture, stem cell, dan pengembangan proyek yodium baru.

Terbitkan Obligasi

Arief mengatakan dana untuk capex tersebut diperoleh melalui rencana penerbitan obligasi yang direncanakan pada semester II-2013 mendatang sebesar Rp1 triliun. Saat ini proses menuju rencana obligasi tersebut saat ini sudah mencapai tahap perundingan rating di Pefindo, “Kita saat ini sedang menunggu Pefindo mengeluarkan rating untuk Perseroan. Kalau sudah dapat rating kita baru bisa menentukan underwriternya, kita harapkan semester II sudah selesai,” kata Arief.

Namun demikian Arief mengatakan apabila obligasi tersebut gagal dilakukan, maka Perseroan akan menempuh jalur pinjaman kepada bank pemerintah. Kemudian hasil rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) menyetujui pembagian dividen tunai tahun buku 2012 sebesar Rp5,53 per saham.

Kata Arief Budiman, total dividen yang akan dibagikan kepada pemegang saham mencapai Rp30,762 miliar atau setara 15% dari laba bersih sepanjang tahun lalu senilai Rp205,13 miliar, “Untuk sisa laba bersih setelah pembagian dividen senilai Rp172,311 miliar atau 84% akan dialokasikan sebagai laba ditahan untuk kegiatan ekspansi usaha perseroan, sedangkan senilai Rp2,05 miliar atau 1% digunakan untuk program bina lingkungan yang diselenggarakan perseroan,\"ungkapnya. (bani)

Related posts