ABAC Dorong Integrasi Ekonomi Asia Pasifik

NERACA

Jakarta - APEC Business Advisory Council (ABAC) menilai perlunya integrasi ekonomi regional yang lebih erat untuk mencapai kesejahteraan yang lebih luas di kawasan Asia Pasifik, terutama integrasi di sektor perdagangan dan investasi barang dan jasa. Seperti disampaikan melalui keterangan tertulis yang diterima Neraca, Rabu (10/4), rekomendasi ABAC tersebut akan disampaikan kepada para pemimpin ekonomi APEC pada pertemuan di Bali, Oktober 2013 mendatang.

ABAC berpandangan bahwa integrasi ekonomi yang lebih erat merupakan respon terbaik terhadap tantangan pertumbuhan dan stabilitas yang dihadapi oleh anggota APEC. Atas dasar pandangan tersebut, ABAC mengusulkan kepada para menteri perdagangan APEC untuk tetap mengupayakan integrasi ekonomi dan mengambil langkah untuk mengakselerasi proses integrasi.

Yaitu dengan merealisasikan Free Trade Area of Asia-Pacific (FTAAP), meningkatkan alur investasi langsung luar negeri (Foreign Direct Investment/ FDI), mempromosikan pertumbuhan investasi dan perdagangan jasa, dan meningkatkan konektivitas rantai pasokan (supply chain).

Chairman ABAC and APEC CEO Summit 2013, Wishnu Wardhana, mengatakan bahwa sektor bisnis merasakan bahwa tantangan utama yang dihadapi di kawasan Asia Pasifik kapasitas dan kualitas infrastruktur dan konektifitas. “Dengan kebijakan yang tepat, yang mengakomodir masukan-masukan strategis dari sektor bisnis, para Pemimpin Ekonomi APEC dapat memastikan partisipasi kuat dari sektor swasta untuk berkontribusi pada proses perbaikan infrastruktur dan konektifitas di kawasan ini,” kata Wishnu di Jakarta, kemarin.

Beriringan dengan proses resmi yang berlangsung di dalam APEC, ABAC mengambil inisiatif dalam membangun kemitraan dan dialog antara sektor swasta dan pemerintah sehubungan dengan kebijakan yang berkaitan dengan berbagai isu penting, seperti ketahanan pangan, pembangunan infrastruktur, pasar keuangan dan inovasi.

Inisiatif lain yang diusulkan oleh ABAC dan disambut baik oleh menteri keuangan negara-negara APEC adalah Asia Pacific Financial Forum (APFF), yang bertujuan mengelola kolaborasi antara sektor swasta dan pemerintah dalam mengembangkan pasar keuangan di kawasan Asia Pasifik. APFF berencana mengadakan pertemuan di Sydney, Australia pada bulan ini.

Mekanisme penting lainnya adalah Asia-Pacific Infrastructure Partnership Dialogue yang bertujuan menelaah berbagai isu yang berdampak terhadap efektivitas pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, terutama dalam kaitannya dengan partisipasi sektor swasta, yang telah melakukan dialog dengan beberapa negara APEC.

“Oleh karena itu, selama ini ABAC mengusulkan beberapa mekanisme agar berbagai pemangku kepentingan, terutama sektor swasta dan pembuat kebijakan, dapat berinteraksi secara lebih langsung satu sama lain untuk menemukan solusi efektif bagi tantangan yang dihadapi bersama,” jelas Wishnu.

ABAC Indonesia juga berharap bahwa Public-Private Sector Dialogue on Services yang akan diselenggarakan bersama oleh ABAC dan APEC Indonesia pada 19 April 2013 di Surabaya, Jawa Timur akan mendorong terbentuknya program kerja aktif bagi investasi dan perdagangan sektor jasa yang menstimulasi partisipasi kuat dari sektor swasta.

Terkait FDI (foreign direct investment), ABAC akan menyusun rekomendasi tentang pengurangan hambatan terhadap alur FDI dan meminta menteri-menteri perdagangan APEC mengambil inisiatif untuk tetap terbuka terhadap investasi. ABAC juga akan melakukan perbaikan persepsi publik tentang manfaat FDI. [iqbal]

Related posts