Dana Segar, IPO Tiga Anak Usaha Grup Lippo

Pelaku pasar modal menantikan rencana Grup Lippo membawa IPO tiga anak usahanya di Bursa Efek Indonesia tahun ini. Hal ini berasalan, karena nilai emisinya yang besar akan mampu meningkatkan likuiditas pasar modal.

Analis PT Buana Capital, Alfred Nainggolan mengatakan, saat ini sektor keuangan, teknologi dan rumah sakit cukup baik. Hal itu memberikan sentimen positif untuk rencana penawaran perdana saham/initial public offering (IPO)tiga perusahaan grup Lippo, “Ketiga anak usaha dari Grup Lippo, saya lihat nantinya akan mendapatkan respon yang baik, terlebih ke tiga sektor tersebut saat ini memang lagi tren,”katanya di Jakarta, kemarin.

Sebagai informasi, Grup Lippo akan mendaftarkan tiga anak usahanya di pasar modal yaitu PT Multipolar Technology, PT Nationalnobu Indonesia dan PT Siloam Hospital International pada semester pertama tahun ini.

Menurut Alfred, PT Multipolar Technology nantinya akan mudah dalam pencarian dana dalam membesarkan usahanya setelah melakukan penawaran perdana saham. Sehingga tidak perlu melakukan pinjaman ke bank. \"Kan bisa obligasi dan right issue. Dengan ini akan meringakan beban Multipolar dalam hal pencarian dana. Dilihat sektornya teknologi kan semakin berkembang dan ini sangat bagus,\" ujarnya.

Sedangkan PT Nationalnobu Indonesia, kata dia, diyakini akan lebih mendapatkan perhatian besar dari berbagai investor. Sektor perbankan, selalu menjadi buruan pasar karena harga sahamnya yang bagus. \"Sektor perbankan tidak perlu diragunakan lagi, permintaannya tinggi,\" katanya.

Selanjutnya, diriya menilai, rumah sakit dengan melihat pendapatan perkapita masyarakat yang saat ini meningkat, sehingga kebutuhan orang akan kesehatan akan tinggi. “Intinya, ketiga anak usaha Grup Lippo akan bisa menyerap banyak investor asing, tapi tergantung dengan kebijakan perusahaan tersebut,\" tandasnya.

Dalam penawaran perdana saham PT Nationalnobu Indonesia dan PT Multipolar Technology, perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek.

Berdasarkan laporan keuangan PT Mutipolar Tbk (MLPL), PT Multipolar Technology beroperasi sejak 2009 dengan memiliki aset sekitar Rp1 triliun pada 2012 dari periode sama tahun sebelumnya Rp496,99 miliar. Pada Desember 2012, Perseroan telah menjual seluruh kepemilikannya atas PT Visionet International sebesar 99% kepada PT Multipolar Technology. (bani)

Related posts