Kendalikan Peredaran Dextro Jabar Usulkan Terbitkan Surat Edaran

NERACA

Bandung - Penggunaan obat batuk yang mengandung Dextro, akhir-akhir ini banyak disalahgunakan, baik dari sisi jumlah maupun peruntukkannya, Untuk menghindari dampak buruk yang ditimbulkan, khususnya kepada masyarakat, maka Jabar melalui Badan Narkotika Provinsi (BNP) Jawa Barat, mengusulkan untuk menertibkan surat edaran.

Hal itu diungkapkan Kabid Pengendalian Operasi BNP Jabar, Muhammad Nissar dalam konpresi pers, Rabu (15/6) lalu di BNP Jabar, Jalan Cilaki Kota Bandung.

Dari hasil survey BNP Jabar bekerja sama dengan UI, ditemukan laporan penyalahguna dextro dari latar belakang pendidikan setingkat SD sebanyak 603 orang, setingkat SLTP/SLTA sebanyak 283 orang.

Hasil survey berdasarkan usia, penyalahguna dextro tertinggi berusia antara 15 sampai 18 tahun sebanyak 695 orang, 10 sampai 14 tahun sebanyak 184 orang serta usia 7 sampai 9 tahun sebanyak 7 orang.

Temuan berikutnya, yaitu hasil Pers tour ke Rumah Palma, diperoleh laporan jumlah pasien yang direhabilitasi di Rumah Palma sebanyak 86% adalah pengguna dextro.

Menurut, Nissar, BNP Jabar atas usulan tersebut, akan disampaikan kepada Gubernur Jabar. Jadi Surat edaran nantikan akan berupa surat edaran dari Gubernur Jabar kepada Kepala Daerah di seluruh Kabupaten/Kota di Jabar.

Perihal usulan tersebut, sudah disampaikan kepada Karo Umum, Humas dan Protokol Setda Jabar. Selanjutnya, untuk teknis masukannya akan diproses melalui Biro Hukum Setda Pemprov. Jabar.

Selanjutnya, jika surat edaran tersebut, sudah terbit, maka untuk hal-hal yang sifatnya teknis akan ditindaklanjuti oleh Bupati/Walikota, terutama hal-hal teknis yang berkaitan dengan pengawasan penjualan atau distribusi di apotek maupun toko obat.

Usulan menerbitkan surat edaran, sambung Nissar merupakan antisipasi dari BNP untuk menyelamatkan masyarakat dari dampak penggunaan dextro yang tidak terkendali atau penyalahgunaan dextro karena merujuk kepada hasil kunjungan BNP di 26 Kabupaten/Kota di Jabar ditemukan adanya penyalahgunaan dextro.

Dukungan untuk mengendalikan penggunaan dextro, terang Nissar juga sinergis dengan kebijakan Pemerintah Pusat, dimana merujuk kepada hasil rapat pertemuan lintas program dengan berbagai instansi terkait masalah penggunaan obat batuk dextro merupakan masalah menonjol yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

BERITA TERKAIT

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8

Jabar Targetkan Raih Wajar Tanpa Pengecualian ke-8 NERACA Bandung - Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Jabar) menargetkan tahun ini kembali meraih…

Pemerintah Terbitkan Sukuk US$ 2 miliar

      NERACA   Jakarta - Pemerintah menerbitkan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk wakalah global senilai dua…

Gubernur Jabar Sambut Baik Penetapan Perda Kewirausahaan

Gubernur Jabar Sambut Baik Penetapan Perda Kewirausahaan  NERACA Bandung - Gubernur Jawa Barat (Jabar) M Ridwan Kamil menyambut baik ditetapkannya…

BERITA LAINNYA DI EKONOMI DAERAH

Aplikasi Lamikro Diperkenalkan ke UKM Jatim

Aplikasi Lamikro Diperkenalkan ke UKM Jatim NERACA Pamekasan - Perhimpunan Bank Milik Pemerintah Daerah Jawa Timur (Perbamida Jatim) akan lebih…

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon

Chandra Asri Petrochemical Dukung Penerapan Aspal Plastik di Cilegon NERACA Jakarta – PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (CAP), perusahaan petrokimia…

Pengamat: Pemkot Sukabumi Perlu Membuat Perda Perkoperasian

Pengamat: Pemkot Sukabumi Perlu Membuat Perda Perkoperasian NERACA Sukabumi - Iklim perkoperasian di Kota Sukabumi belum menunjukan grafik mengembirakan, hal…