Tiga Provinsi Penyumbang Separuh Ekspor

NERACA

Jakarta - Data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan bahwa sepanjang tahun 2012 terdapat tiga provinsi eksportir yang berkontribusi terhadap hampir separuh ekspor Indonesia, yaitu Kalimantan Timur (17,82%), Jawa Barat (14,45%), dan Riau (14,35%). Ketiganya berkontribusi sebanyak 46,62% terhadap seluruh ekspor Indonesia.

Menurut Guru Besar Universitas Padjajaran Ina Primiana kondisi tersebut adalah kekeliruan. “Seharusnya ekspor dilakukan secara merata di banyak provinsi di Indonesia. Kalau belum rata berarti ada yang keliru,” jelas Ina di Jakarta, Selasa (9/4). Ekonom senior dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Erani Yustika menjelaskan beberapa kemungkinan mengapa ekspor hanya terfokus di beberapa provinsi saja.

“Pertama, kemungkinan pintu untuk ekspor hanya ada di lokasi tersebut, sehingga kalau barang itu dari lokasi lain akan muncul inefisiensi. Itu yang menyebabkan kenapa ada potensi yang hilang seandainya lokasi ekspor itu bisa disebar tidak hanya terpusat di tiga provinsi. Jadi untuk efisiensi biaya logistik,” jelas Erani.

Kemungkinan kedua, lanjut Erani, komoditas yang akan diekspor memang dari lokasi-lokasi tertentu, terutama di tiga provinsi yang dominan tersebut. Misalnya ekspor bahan mentah yang sangat tergantung dengan di mana barang ekspor tersebut dikirim. “Misalkan kelapa sawit yang hanya terfokus di Kalimantan Timur, Riau, dan Sumatera Utara. Kalau memang begitu yang terjadi, bahwa ada provinsi yang dominan menghasilkan barang ekspor, lalu apa pembangunan yang sudah dilaksanakan di wilayah-wilayah lain?” jelas dia.

Ekonom Indef Eko Listiyanto lebih sepakat pada kemungkinan kedua, yaitu bahwa ketiga provinsi tersebut banyak memiliki sumber daya komoditas primer yang menjadi andalan ekspor Indonesia. “Kalimantan Timur adalah penyumbang ekspor terbesar kita. Kaitan besarnya di mana konsentrasi sumber daya alam itu ada,” kata Eko.

Untuk diketahui, besarnya nilai ekspor dari Kalimantan Timur sepanjang tahun 2012 adalah US$33,9 miliar atau menduduki peringkat pertama sebagai provinsi yang paling banyak melakukan ekspor. Sebanyak 99,70% dari jumlah tersebut berasal dari pelabuhan provinsi sendiri yang berarti berasal dari sumber daya alam lokal atau industri manufaktur lokal. Hanya 0,30% dari jumlah ekspor itu yang berasal dari pelabuhan provinsi lain.

Kedudukan kedua provinsi pengekspor terbanyak diduduki oleh Jawa Barat yang nilai ekspornya tahun lalu sebesar US$27,5 miliar. Namun, dari nilai ekspor tersebut, hanya 4,08%-nya yang dimuat dari pelabuhan Jawa Barat. Sisanya yang menjadi mayoritas ekspor berasal dari pelabuhan provinsi lain.

Sedangkan kedudukan ketiga juara provinsi pengekspor adalah Riau. Nilai ekspornya hanya sedikit lebih rendah dari Jawa Barat, yaitu US$27,3 miliar. Dari nilai tersebut, sebanyak 69,83% diekspor dari pelabuhan Riau, sedangkan sisanya dari pelabuhan provinsi lain.

Dilihat dari kontribusinya terhadap ekspor keseluruhan Januari-Februari 2013, kontribusi ekspor produk industri adalah sebesar 63,50%, sedangkan kontribusi ekspor produk pertanian adalah sebesar 2,65%, dan kontribusi ekspor produk pertambangan dan lainnya adalah sebesar 16,75%, sementara kontribusi ekspor migas adalah sebesar 17,10%. [iqbal]

Related posts