BEI Rilis 52 Emiten Telat Laporan Keuangan

NERACA

Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyatakan, masih ada 52 emiten yang hingga 1 April 2013 belum menyampaikan laporan keuangan auditan yang berakhir 31 Desember 2012. “Mengacu pada ketentuan II.6.1. Peraturan BEI I-H: Tentang Sanksi, kami telah memberikan peringatan tertulis I kepada perusahaan tercatat yang tidak memenuhi kewajiban penyampaian laporan keuangan auditan 2012 secara tepat waktu,” kata Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Riil BEI, I Gede Nyoman Yetna dalam siaran persnya di Jakarta kemarin.

Dia menyebutkan, dari 52 emiten yang terlambat menyampaikan laporan keuangan tahunan 2012, tiga emiten menyampaikan informasi penyebab keterlambatan penyampaian laporan keuangan. Sedangkan 49 emiten tidak menyampaikan informasi penyebab keterlambatan penyampaikan laporan keuangan.

Berdasarkan aturan I-H, sanksi peringatan tertulis I tidak menyertakan detil denda yang harus dibayarkan emiten jika terlambat menyampaikan laporan keunagan. Denda hanya diberikan untuk sanksi peringatan tertulis II dan III dengan besaran masing-masing Rp50 juta dan Rp150 juta.

Yetna juga mengatakan, ada tujuh emiten yang belum wajib menyampaikan laporan keuangan, satu emiten mengikuti aturan Bapepam-LK no X.K.7. tentang Jangka Waktu Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Dan Laporan Tahunan Bagi Emiten dan Perusahaan Publik Yang Efeknya Tercatat Di BEI dan Bursa Efek Negara lain, dimana dalam aturan tersebut tercantum poin bahwa batas waktu penyampaian laporan keuangan berkala kepada regulator dan otoritas mengikuti ketentuan di negara lain tersebut.

Emiten tersebut adalah PT Indosat (Persero) Tbk (ISAT). Adapun untuk enam emiten lainnya, alasan belum diwajibkannya menyampaikan laporan keuangan 2012 oleh BEI adalah karena adanya perbedaan tahun buku dimana pada PT Sumi Indo Kabel Tbk (IKBI), PT Renuka Coalindo Tbk (SQMI), PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) dan PT Sumber Energi Andalan Tbk (ITMA), tahun buku berakhir pada Maret.

Untuk dua emiten lainnya, PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk (SOBI), tahun buku berakhir pada Mei dan PT Multi Bintang Indonesia Tbk (MLBI) berakhir pada September.

BEI juga menginformasikan, sebanyak 408 emiten dan reksa dana Kontrak Investasi Kolektif (KIK) yang menyampaikan laporan keuangan tepat waktu adalah 408 entitas. Rinciannya, 405 emiten menyampaikan laporan keuangan 2012 secara tepat waktu, dan tiga reksa dana KIK telah menyampaikan laporan keuangan auditan 2012. Jumlah total keseluruhan emiten termasuk reksa dana KIK yang wajib menyampaikan laporan keuangan adalah 467 entitas. (nurul)

BERITA TERKAIT

E-Bookbuilding Rampung Tengah Tahun - Peran BEI Masih Menunggu Arahan OJK

NERACA Jakarta – Mendorong percepatan modernisasi pelayanan pasar modal di era digital saat ini, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama…

Kejar Pertumbuhan Target Emiten - BEI Bidik Debitur Bank Besar Untuk IPO

NERACA Jakarta – Dikejar target emiten tahun ini oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sebanyak 100 emiten, mendorong PT Bursa Efek…

Sejumlah Perusahaan Jasa Keuangan Manfaatkan NIK - Gandeng Kemendagri

  NERACA Jakarta - Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kementerian Dalam Negeri dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII)…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Volume Transaksi Sepekan Tumbuh 1,47%

NERACA Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat indeks harga saham gabungan (IHSG) sepekan kemarin ditutup dengan peningkatan sebesar…

Luncurkan Transaksi GOFX - BKDI Incar Transaksi US$ 200 Juta Perhari

NERACA Jakarta – Pacu pertumbuhan transaksi industri bursa berjangka, Indonesia Commodity & Derevatives Exchange (ICDX) atau PT Bursa Komiditi Derivatif…

BEI Optimis Target 100 Emiten Baru Tercapai

NERACA Jakarta – Penuhi tantangan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang menargetkan jumlah perusahaan yang melaksanakan penawaran umum saham perdana atau…