Nilai Emisi IPO Bank Nobu Rp 800 Miliar

NERACA

Jakarta – Rencana penawaran saham perdana PT Bank Nationalnobu (Bank Nobu) tahun ini, ditunggu para pelaku pasar. Pasalnya, nilai emisi saham perdana perseroan ditaksi mencapai Rp 800 miliar, “Nilai pelepasan Bank Nobu sekitar Rp800 miliar,”kata Presiden Direktur Ciptadana Securities Fery Budiman di Jakarta, Senin (8/4).

PT Ciptadana Securities, selaku penjamin emisi (underwriter) PT Bank Nationalnobu (Bank Nobu) juga mengungkapkan, selain Bank Nobu, pihaknya juga akan melakukan penjaminan emisi beberapa perusahaan tahun ini. Perusahaan lain yang ditangani di antaranya Darma Satya Nusantara, Nusa Raya Cipta, Bank Mestika, Rumah Sakit Siloam dan PT Mulipolar Technology.

Sebagian besar dana IPO nantinya akan digunakan perseroan untuk ekspansi. Khusus untuk anak usaha Lippo Group, Multipolar Technology dikatakannya akan mengadakan mini expose rencana IPO. Multipolar Technology akan melantai di bursa saham di akhir kuartal II-2013 ini.”Kalau bisa semua listing di kuartal dua,”kata Fery.

Sebelumnya, Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo pernah bilang, pada semester pertama tahun ini ada tiga calon emiten yang bakal listing diantaranya, PT Saratoga Investama Sedaya, PT Bank Mestika dan PT Semen Baturaja (Persero). “Saratoga diperkirakan akan melakukan penawaran saham perdana sekitar Mei-Juni 2013.”ungkapnya.

Menurutnya, perusahaan private equity ini telah menunjuk PT UBS Securities, PT Indo Premier Securities dan PT Deutsche Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara untuk PT Bank Mestika, bank umum swasta devisa yang berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara yang fokus pada usaha pada retail banking juga telah melakukan mini ekspose.

Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, Bank Mestika akan melepas sebesar 10% saham ke publik, namun BEI meminta perseroan untuk meninjau kembali persentase saham yang dilepas ke publik tersebut. “Kami meminta mereka untuk melihat lagi jumlah saham yang dilepas agar likuid di pasar,” ucapnya.

Hal itu, kata Uriep didasarkan pada pertimbangan bahwa IPO dilakukan dengan melepas kepemilikan pemegang saham lama (divestasi). Dalam IPO ini, Bank Mestika akan memakai laporan keuangan Desember 2012 dan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana efek.

Sementara untuk Semen Baturaja, BEI telah menerima dokumen pernyataan pendaftaran dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak akhir Maret 2013. Semen Baturaja berencana akan melepas kepemilikan sahamnya sebesar 35% ke publik pada kuartal kedua ini. (bani)

Related posts