Indonesia Kerja Sama 6 Enam Bidang dengan Singapura

NERACA

Jakarta – Indonesia dan Singapura membahas enam bidang kerja sama ekonomi bilateral. Pertemuan ini adalah pertemuan tingkat menteri antara Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Hatta Rajasa dan Menteri Perdagangan dan Industri Singapura, Lim Hng Kiang. Investasi adalah satu dari enam hal yang dibahas. Investor Singapura berminat ikut serta dalam proyek waste and water management, yaitu untuk Batam Solid Waste Management, Lamongan PPP Water Project, dan Jatiluhur Water Project. “Investasi (yang masuk ke Indonesia) tetap Singapura yang paling tinggi, yaitu sebesar US$5 miliar di 2012,” kata Hatta di Jakarta, Senin (8/4).

Pembahasan kedua adalah di bidang agribisnis. Kedua belah pihak akan menunjang target peningkatan volume ekspor sayuran dan buah-buahan dari Indonesia ke Singapura sebesar 20% per tahun. “Perdagangan sayuran dan buah kita di tahun 2012 meningkat 18% dibanding 2011. Belum bisa lebih banyak dari itu karena ongkos transportasi kita kalah dengan China. Jadi memang perlu ditingkatkan konektivitas,” kata Hatta.

Termasuk di antaranya adalah perbaikan rantai pasok sayur dan buah Indonesia. Beberapa upaya telah dilakukan untuk memperbaiki rantai pasok sayur dan buah yang dilaksanakan Kementerian Pertanian, yaitu pelatihan bagi petani sayur dan buah, fasilitasi bantuan benih, rumah kemas, cool storage, mobil boks berpendingin, peralatan pasca panen di sentra produksi sayur dan buah. Upaya lain adalah pemetaan rantai pasok buah dan sayuran untuk ekspor di sentra-sentra produksi di Indonesia. Juga dengan mendorong pengembangan agribisnis sayur dan buah oleh PT Perkebunan Negara.

Hal ketiga yang dibahas adalah di bidang tenaga kerja. “Banyak tenaga kerja di Singapura, tapi kita ingin meningkat tenaga kerja ke yang skill. Kita mendorong di nurse dan caregiver (perawat orang tua jompo). Kita minta nurse kita banyak melayani di rumah-rumah sakit di mana orang Indonesia banyak berobat ke sana. Itu yang kita dorong. Dan juga pelatihan-pelatihan untuk meningkatkan skill,” jelas Hatta.

Kedua negara sepakat menjajaki peluang kerja bagi tenaga nurse dan caregiver asal Indonesia. Dengan semakin meningkatnya ageing population di Singapura, diperkirakan kebutuhan tenaga kerja di biadang caregiver semakin dibutuhkan. Kerja sama keempat adalah di bidang pariwisata yang dikerucutkan pada industri kapal pesiar. Kedua negara dianggap bisa menjadi komplementer.

Singapura memiliki marketing yang baik, sementara Indonesia memiliki tempat-tempat wisata bahari yang mengagumkan. Pembahasan tersebut terkait dengan bahasan kelima, yaitu tentang air connectivity. “Dengan adanya peningkatan kapasitas air connectivity antara Singapura dengan kota-kota di Indonesia, diharapkan akan lebih banyak mendatangkan wisatawan, yang tidak hanya dari kedua negara, tapi juga dari negara ketiga,” jelas Hatta.

Hasil dari working group pertemuan tersebut adalah kerja sama dalam meningkatkan kapasitas hak angkut bagi maskapai penerbangan kedua negara. Dengan adanya peningkatan kapasitas hak angkut ini, diharapkan akan berdampak pada peningkatan kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan di sektor lainnya seperti perdagangan, investasi, agribisnis, pasriwisata, serta people-to-people-contact.

Bahasan terakhir dari pertemuan tersebut adalah dalam hal Batam-Bintan-Karimun (BBK). “Batam Bintan Karimun akan diperbanyak promosinya ke Taiwan. Kedua negara akan attract investor dari Taiwan,” kata Hatta. Dari seluruh bahasan tersebut, kedua belah pihak menandatangani kesepakatan yang akan disampaikan ke presiden masing-masing yang akan berjumpa pada 21-22 April 2013 mendatang di Singapura. [iqbal]

Related posts