Dirut XL Axiata Raup Dana Rp1,15 Miliar - Lepas 192,5 Ribu Saham

NERACA

Jakarta- Presiden Direktur PT XL Axiata Tbk (EXCL) Hasnul Suhaimi melepas sebanyak 192.500 saham dengan harga Rp6.000 per saham. Dari hasil penjualan saham tersebut, dana yang diperoleh yaitu sekitar Rp1,15 miliar. “Transaksi penjualan saham dilakukan pada 4 April 2013.” kata Sekretaris Perusahaan PT XL Axiata Tbk, Murni Nurdini dalam keterangan resminya di Jakarta, Senin (8/4).

Menurutnya, alasan penjualan saham yang dilakukan pada 4 April tersebut bertujuan untuk transaksi pribadi. Adapun jumlah kepemilikan saham yaitu sebanyak 1.480.184 saham. Kepemilikan saham setelah transaksi adalah sekitar 0,01736%.

Sementara untuk kinerja perseroan sendiri di tahun 2012, PT XL Axiata Tbk (EXCL) mencatatkan laba diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp2,74 triliun atau mengalami penurunan sebesar 3,04% dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp2,83 triliun. Pendapatan perseroan tercatat mengalami peningkatan sebesar 14,83% menjadi Rp20,96 triliun pada 2012 dari periode sama sebelumnya Rp18,26 triliun.

Nilai Utang Naik

Pada tahun 2012, beban usaha perseroan tercatat menjadi Rp16,61 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp13,81 triliun. Sementara total utang yang dimiliki naik menjadi Rp13,5 triliun dari utang tahun sebelumnya sebesar Rp10,7 triliun. Untuk rasio utang bersih/EBITDA juga naik dari 1,0 kali menjadi 1.3 kali pada 2012. Namun, pihaknya mendapatkan pinjaman baru dari BCA, BTMU dan Mandiri pada 2012 sebesar Rp6,5 triliun, dan telah melakukan pembayaran utang sebesar Rp3,9 triliun.

Pada 31 Desember 2012, total liabilitas jangka pendek perseroan mencapai Rp8,73 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp8,72 triliun. Total liabilitas jangka panjang perseroan naik menjadi Rp11,34 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp8,74 triliun. Ekuitas perseroan naik menjadi Rp15,37 triliun pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011. Kas dan setara kas perseroan turun menjadi Rp791,80 miliar pada 31 Desember 2012 dari posisi 31 Desember 2011 sebesar Rp998,11 miliar.

Kata Direktur Utama PT XL Axiata Tbk, Hasnul Suhaimi, sepanjang tahun 2012 perseroan telah membelanjakan sebesar Rp10,2 triliun untuk investasi dengan mayoritas menggunakan dana internal. Sementara untuk mendukung kinerja perseroan ke depan pihaknya menganggarkan belanja modal sebesar Rp8-9 triliun. “Dana belanja modal akan didanai kas internal dan pinjaman, sebagian besar digunakan untuk membangun jaringan data.” jelasnya.

Menurutnya, perseroan telah mendapatkan pinjaman sekitar Rp3 triliun dari Bank Mandiri. Fasilitas kredit tersebut senilai Rp500 miliar dan digunakan untuk belanja modal 2012, dan corporate general purpose. Adapun fasilitas kredit senilai Rp2,5 triliun akan digunakan untuk belanja modal di tahun ini dan keperluan lainnya. (lia)

BERITA TERKAIT

KIBIF Siapkan 20 Ribu Ekor Sapi untuk Pasar Domestik

    NERACA   Jakarta - Setelah resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Estika Tata Tiara…

ICBP Sisakan Dana IPO Rp 417,49 Miliar

NERACA Jakarta – Sepanjang tahun 2018 kemarin, emiten makanan dan minuman, PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) telah merealisasikan…

Dorong Bisnis Lebih Agresif - Bukalapak Raih Kucuran Dana dari Mirae Asset

NERACA Jakarta –Pesatnya pertumbuhan bisnis e-commerce Bukalapak, mendorong beberapa perusahaan besar lainnya untuk ikut serta memberikan suntikan modal. Apalagi, Bukalapak…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Tiga Anak Usaha BUMN Bakal IPO di 2019

Menyadari masih sedikitnya perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang go public atau tercatat di pasar modal, mendorong Kementerian Badan…

Impack Pratama Beri Pinjaman Anak Usaha

Dukung pengembangan bisnis anak usaha, PT Impack Pratama Industri Tbk (IMPC) melakukan perjanjian hutang piutang dengan anak usahanya PT Impack…

Layani Pasien BPJS Kesehatan - Siloam Tambah Tujuh Rumah Sakit Baru

NERACA Jakarta – Tidak hanya sekedar mencari bisnis semata di industri health care, PT Siloam International Hospital Tbk (SILO) terus…