Citra Kebun Raya Beralih ke Bisnis Tambang - Dinilai Menjanjikan

NERACA

Jakarta- PT Citra Kebun Raya Agri Tbk (CKRA) memutuskan untuk beralih ke bisnis pertambangan yang dinilai memiliki prospek bisnis lebih cerah dari bisnis sebelumnya. Untuk melancarkan bisnis barunya ini, perseroan menyetujui untuk mengganti nama perusahaan menjadi PT Cakra Mineral Tbk dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang digelar kemarin. “Pergantian ini sesuai dengan anggaran dasar pasal I dan III terkait dengan perubahan nama, dan telah disetujui para pemegang saham.” kata Direktur Cakra Mineral, Argo Trinandityo di Jakarta, Senin (8/4).

Dari segi harga maupun operasional, dia menilai, bisnis ini memiliki prospek yang lebih cerah. Harga bijih besi saja, sejauh ini relatif stabil. Sementara dari segi perawatan, bisnis inipun tidak memerlukan media penyimpanan yang ekstra.

Meskipun perseroan mengganti nama dan sektor usaha, dia menegaskan, tidak mengubah kode emiten yang selama ini telah dikenal oleh publik. “Kode emiten tidak berubah dan selanjutnya akan memproduksi biji besi, non batubara.” ujarnya.

Dia mengungkapkan, selama ini produksi dan penjualan produk tambang sebenarnya telah dilakukan oleh anak usaha perseroan, PT Persada Indo Tambang/PIT. Dalam RUPS ini perseroan meminta izin untuk dapat memproduksi dan menjual sendiri. “Selama ini kan anak usaha kami menjual dan produksi, dalam kesempatan ini kami juga meminta izin untuk menjual juga,” jelasnya.

Saat ini, lanjut dia, perseroan memiliki tambang bijih besi di Sungai Kunyit, Pontianak, Kalimantan Barat. Pihaknya mencatat, cadangan produksi di Sungai Kunyit saat ini ada sekitar 5 juta ton bijih besi. Ke depan, perseroan juga akan mengakuisisi lokasi bijih besi lainnya, utamanya yang sudah siap beroperasi. “Kita akuisisi tempat yang suplay bahan mentahnya cukup banyak, ketersediaan powernya. Kita usahakan tahun ini,” ucapnya.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas produksi. Untuk rencana akuisisi ini, pihaknya sedang menjajaki tiga tempat di wilayah Sumatra Barat. Selain memproduksi bijih besi, perseroan juga berencana untuk membangun smelter. “Kita akan mengakuisisi tiga tempat di Sumatera Barat dan saat ini masih tahap studi. “ ujarnya.

Dia menambahkan, untuk meluluskan rencana ini perseroan mengalokasikan dana sebesar Rp579 miliar yang berasal dari hasil divestasi perkebunan pada tahun 2011. Pihaknya berharap pada semester kedua perseroan sudah dapat memproduksi sekitar satu juta ton biji besi. (lia)

Related posts