Proyek PU Terkontrak 58,80%

NERACA

Jakarta - Proyek Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Tahun Anggaran 2013 dengan pagu anggaran sebesar Rp77,98 triliun sampai saat ini telah terkontrak 58,80% dari nilai keseluruhan paket kontrak senilai Rp49,40 triliun. Total paket proyek PU adalah sebanyak 12.653 paket. Baru 4.784 paket yang terkontrak. Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pusat Data Kementerian PU Kemas M Nur Asikin di Jakarta, Jumát (5/4).

“Kegiatan yang masih tahap proses lelang adalah sebesar 30,63% dari nilai keseluruhan paket kontrak (4.911 paket) sebesar Rp49,40 triliun dengan total paket sebanyak 12.653 paket. Sedangkan yang belum lelang sebesar 10,57% dari nilai keseluruhan paket kontrak (2.958 paket) sebesar Rp49,40 triliun dengan total paket sebanyak 12.653 paket,” jelas Nur.

Nur menjelaskan, komposisi paket kegiatan tersebut meliputi Direktorat Jenderal (Ditjen) Sumber Daya Air (SDA), Paket yang sudah terkontrak sebesar 61,43% dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.125 paket) Ditjen SDA, yaitu sebesar Rp11,92 triliun dengan total paket sebanyak 3.531 paket.

Sementera yang masih tahap proses lelang sebesar 28.51% dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.325 paket) sebesar Rp11,92 triliun dengan total paket sebanyak 3.531 paket. Sedangkan yang belum lelang sebesar 10,06 % dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.061 paket) sebesar Rp11,92 triliun dengan total paket sebanyak 3.531 paket.

Di lingkungan Direktorat Jenderal Bina Marga, paket yang sudah terkontrak sebesar 62,68% dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.705 paket) Ditjen Bina Marga sebesar Rp27,27 triliun dengan total paket sebanyak 2.959 paket.

Sampai saat ini, yang masih tahap proses lelang sebesar 31,51% dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.008 paket) Ditjen Bina Marga sebesar Rp27,27 triliun dengan total paket sebanyak 2.959 paket. Sedangkan yang belum lelang sebesar 5,81% dari nilai keseluruhan paket kontrak (246 paket) Ditjen Bina Marga sebesar Rp27,27 triliun dengan total paket sebanyak 2.959 paket.

Sementara itu, di lingkungan Ditjen Cipta Karya, paket-paket yang sudah terkontrak sebesar 47,04 % dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.861 paket) sebesar Rp9,73 triliun dengan total paket sebanyak 5.585 paket.

Sedangkan proyek masih proses lelang sebesar 29,23% dari nilai keseluruhan paket kontrak (2.302 paket) sebesar Rp9,73 triliun dengan total paket sebanyak 5.585 paket. Dan yang belum lelang sebesar 23,73% dari nilai keseluruhan paket kontrak (1.422 paket) Ditjen Cipta Karya sebesar Rp9,73 triliun dengan total paket sebanyak 5.585 paket.

Pelelangan proyek PU Tahun Anggaran 2013 sudah dilakukan sejak Desember 2012. Bahkan sebagian paket proyek PU telah dilelang sejak November 2012. Hal ini dimaksudkan agar pekerjaan dapat dilakukan tepat waktu dan terjadi penumpukan yang terlalu banyak di akhir tahun. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Tekan Angka Kerugian - OASA Selektif Pilih Proyek Margin Bagus

NERACA Jakarta – Mencatatkan pendapatan di 2018 sebesar Rp 22,82 miliar atau turun 28,59% dibanding tahun lalu Rp 31,96 miliar,…

Kejar Pertumbuhan Bisnis - Meta Epsi Kejar Proyek Logistik dan Energi

NERACA Jakarta – Debut perdana di pasar modal, perdagangan saham PT Meta Epsi Tbk (MTPS) langsung dibuka meroket 66,7% atau…

Mengandalkan Proyek BUMN - PP Presisi Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Geliat pembangunan infrasruktur menaruh asa bagi PT PP Presisi Tbk (PPRE) bisa mencatatkan pertumbuhan kontrak baru tahun…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Anehnya Boikot Uni Eropa Terhadap Sawit Indonesia

      NERACA   Jakarta – Industri kelapa sawit Indonesia menjadi penopang terhadap perekonomian. Data dari Direktorat Jenderal Pajak…

Meski Naik, Struktur Utang Indonesia Dinilai Sehat

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) menilai struktur utang luar negeri (ULN) Indonesia yang naik 4,8 miliar…

Pentingnya Inklusivitas Sosial untuk Pertumbuhan Berkualitas

    NERACA   Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menyatakan, inklusivitas sosial atau memastikan seluruh warga mendapatkan…