BI Klaim Tak Ada Alasan Ubah BI Rate

NERACA

Pontianak - Deputi terpilih Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, hingga kini tidak ada alasan yang kuat untuk mengubah atau menaikkan BI Rate yang saat ini di posisi 5,75%. \"Dengan berbagai potensi inflasi, termasuk bawang merah dan bawang putih terus naik sampai April misalnya, angka inflasi diperkirakan 5,3%,\" kata Perry Warjiyo saat Focus Group Discussion (FGD) di Kantor Bank Indonesia Perwakilan Kalbar di Pontianak, pekan lalu.

Dia melanjutkan, secara umum, inflasi 2013 diperkirakan berada dalam kisaran target yaitu 4,5%, lebih kurang satu persen. Menurut Perry, pertumbuhan ekonomi global diperkirakan membaik sehingga mempengaruhi kinerja ekspor.

\"Kinerja ekspor membaik sejalan dengan perbaikan ekonomi global,\" kata dia. Permintaan domestik juga meningkat salah satunya disebabkan faktor pemilu. Oleh karena itu, pertumbuhan ekonomi 2013 diprakirakan di kisaran 6,3%- 6,8% dengan stabilitas yang terjaga.

Rasio defisit neraca transaksi berjalan terhadap produk domestik bruto (PDB) akan menurun sehingga neraca pembayaran tahun 2013 membaik. Sedangkan neraca transaksi modal dan finansial masih akan mencatat surplus yang cukup besar.

Namun, meski prospek ekonomi Indonesia diperkirakan membaik, kondisi ekonomi global akan mempengaruhi salah satunya dari harga komoditas dunia yang masih menurun. Sedangkan tantangan di sektor nasional, upaya memperkuat ketahanan perekonomian nasional dengan stabilitas makro ekonomi, moneter dan sistem keuangan yang tetap terjaga.

Selain itu, Perry menambahkan, dibutuhkan upaya untuk mengurangi tekanan kesinambungan defisit transaksi berjalan dan fiskal karena meningkatnya konsumsi BBM di tengah penurunan produksi. \"Bagaimana mengurangi ketergantungan impor yang tinggi, terutama untuk bahan baku dan barang modal,\" ujar dia.

Kemudian, bagaimana mendorong pendalaman pasar valuta asing, meningkatkan efisiensi dan perluasan akses masyarakat ke layanan jasa perbankan dengan biaya lebih terjangkau, serta upaya untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Bank Indonesia, lanjut Perry Warjiyo, arah kebijakannya untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya untuk menjaga keseimbangan eksternal. \"Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan melalui lima pilar,\" terangnya.

Diantaranya kebijakan suku bunga yang konsisten dengan perkiraan inflasi ke depan agar tetap terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Lalu, kebijakan nilai tukar rupiah akan diarahkan untuk menjaga pergerakan mata uang sesuai kondisi fundamental.

Kemudian, ujar dia, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal. Selain itu, ia menambahkan, kebijakan tersebut juga akan dilengkapi kebijakan-kebijakan lain di bidang mikroprudensial perbankan dan sistem pembayaran. [ardi/ant]

BERITA TERKAIT

Air Jahe Tak Sekadar Hangatkan Badan

Salah satu upaya yang bisa Anda lakukan agar saluran pencernaan Anda lancar adalah rutin mengonsumsi wedang jahe, kata ahli nutrisi…

Ada Kemajuan Dalam Pembahasan Penerapan GSP

NERACA Jakarta – Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita menyatakan bahwa ada kemajuan dalam pembahasan mengenai penerapan pemberian fasilitas kemudahan perdagangan…

PENYEBAB PERTUMBUHAN EKONOMI TAK BISA TUMBUH TINGGI - Bappenas: Produktivitas SDM Masih Rendah

Jakarta-Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Prof Dr. Bambang Brodjonegoro kembali mengingatkan, pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia…

BERITA LAINNYA DI INFO BANK

BI Pertahankan Suku Bunga

    NERACA   Jakarta - Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan 7-Day Reverse Repo Rate sebesar enam persen…

OJK Sebut DP 0% Gairahkan Sektor Produktif

      NERACA   Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengklaim kebijakan penghapusan uang muka kendaraan bermotor pada perusahaan…

SMF Kerjasama Operasional dengan Bank Penyalur KPR FLPP

    NERACA   Jakarta - PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama operasional dengan bank penyalur…