2013, Pegadaian Target Laba Naik 16,8%

NERACA

Jakarta – PT Pegadaian (Persero) menargetkan laba setelah dipotong pajaknya pada tahun 2013 ini naik sebesar 16,8%. “Pada tahun 2012, Pegadaian berhasil membukukan laba setelah pajak sebesar Rp1,91 triliun dan pada 2013 ditargetkan naik menjadi Rp2,23 triliun,” kata Direktur Keuangan Pegadaian Agus Dwi Pramudya saat acara Jalan Sehat Bersama Pegadaian di Jakarta, Minggu (7/4).

Target lain yang akan dicapai pada 2013 oleh Pegadaian adalah omset sebesar Rp147,90 triliun dan total aset sebesar Rp42,14 triliun. Sedangkan omset Pegadaian pada 2012 adalah sebesar Rp101,85 triliun dan total asetnya senilai Rp29,31 triliun. Angka-angka capaian pada 2012 tersebut sudah merupakan hasil tumbuh dari tahun sebelumnya dan akan direncanakan tetap tumbuh pada tahun ini.

Agar target-target tersebut tercepai, Pegadaian berupaya dengan meningkatkan peran teknologi dan informasi secara maksimal, terus mengembangkan secara prudent produk yang dibutuhkan oleh masyarakat, serta mengelola perusahaan secara profesional dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Dalam acara tersebut, Pegadaian sekaligus meluncurkan logo barunya yang mencerminkan bisnis utama Pegadaian ke depannya. Tiga lingkaran yang bersinggungan melambangkan tiga kegiatan utamanya, yaitu Pembiayaan Gadai dan Mikro, Emas, dan Aneka Jasa.

Nasabah gadai masih dominan dalam usaha Pegadaian. Sepanjang 2012, Pegadaian memiliki sekitar 25,2 juta nasabah. Sembilan puluh lima persen dari total nasabah itu adalah nasabah gadai. Namun penghitungan nasabahnya bukan berarti total nama yang ada, tetapi total transaksi. “Jadi kalau satu nasabah dua kali transaksi, maka dihitung dua nasabah,” kata Agus.

Kontribusi pendapatan dari bisnis gadai adalah sebesar 80% dari total pendapatan Pegadaian. Sedangkan gadai syariah berkontribusi sebesar 12%. Sisanya adalah dari jenis usaha Pegadaian lainnya.

Saat ini, perusahaan yang sudah berdiri sejak zaman Belanda ini sudah memiliki lebih dari 4.600 outlet yang tersebar di berbagai lokasi seperti sentra-sentra bisnis, perumahan-perumahan, bahkan di pusat-pusat pembelanjaan yang memungkinkan masyarakat memiliki kemudahan dalam mengaksesnya.

Perusahaan berumur 112 tahun ini tetap memunculkan positioning sebagai mitra pemberi solusi bagi masyarakat dan pengusaha skala mikro, kecil, dan menengah, terutama dalam semakin meningkatnya kemudahan akses bagi masyarakat dan para pengusaha terhadap modal yang diperlukan untuk mengembangkan usahanya.

Pegadaian terus berbenah diri untuk mencapai target-targetnya, yaitu dengan merekrut sumber daya manusia terlatih, penaksir-penaksir handal, serta jaringan outlet yang tersebar luas. Produk-produk inovatif juga terus dikembangkan untuk meningkatkan keuntungan perusahaan sekaligus mendorong berkembangnya ekonomi masyarakat. [iqbal]

BERITA TERKAIT

Bunga The Fed Diyakini Hanya Naik Sekali

      NERACA   Jakarta - Bank Indonesia mengubah proyeksinya untuk kenaikan suku bunga acuan The Federal Reserve, Bank…

Laba Pembangunan Jaya Ancol Tumbuh 1,4%

PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk (PJAA) membukukan laba tahun 2018 sebesar Rp223 miliar atau tumbuh 1,4% dibandingkan dengan periode yang…

Laba Bersih Indocement Menyusut 38,3%

NERACA Jakarta – Pasar semen dalam negeri sepanjang tahun 2018 mengalami kelebihan pasokan, kondisi ini berdampak pada performance kinerja keuangan…

BERITA LAINNYA DI BERITA EKONOMI

Data Eksplorasi Migas Indonesia Masih Lemah

  NERACA   Jakarta - Anggota legislatif Komisi VII DPR Tjatur Sapto Edy menilai bahwa sistem data eksplorasi minyak dan…

Imperva Bangun Scrubbing Center di Jakarta

    NERACA   Jakarta - Imperva Inc, perusahaan cybersecurity mengumumkan hadirnya DDoS Scrubbing Center pertama di Indonesia. Menurut Wakil…

Pemda Diminta Lapor Penggunaan Dana DBHCT

  NERACA   Karawang - Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan menegaskan bahwa pemerintah daerah harus melaporkan penggunaan dana…