Jabodetabek Sumbang 41% UKM CIMB Niaga

NERACA

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk, per Desember 2012, mencatatkan total penyaluran kredit untuk segmen Usaha Kecih Menengah (UKM) atau Small Medium Enterprise (SME) sebesar Rp17,76 triliun. Dari jumlah tersebut, wilayah Jabodetabek memberikan kontribusi terbesar yaitu 41% atau Rp7,33 triliun.

Sih Dianto Sundjojo, Head of Small Medium Enterprise Bank CIMB Niaga mengatakan bahwa DKI Jakarta sebagai ibu kota negara memiliki aktivitas perekonomian yang tinggi. Hal ini bisa dilihat dari data Kajian Ekonomi Regional Provinsi DKI Jakarta Triwulan IV 2012 yang diterbitkan Bank Indonesia (BI) bahwa angka pertumbuhan perekonomian di wilayah ini mencapai 6,5% (yoy) pada 2012. Potensi bisnis di DKI Jakarta ini juga didukung oleh pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitarnya, yakni Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi.

“Hal ini tentunya masih menjadi magnet bagi pengusaha dari beragam kelas, termasuk pengusaha UKM yang menjadi pasar utama penyaluran kredit UKM kami,” katanya, dalam siaran pers yang diterima Neraca, Minggu (7/4).

Dianto menuturkan, dengan menyasar nasabah individu dan perusahaan di kelas UKM, divisi SME bank yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh CIMB Group Holdings Malaysia, telah menyalurkan kredit ke masyarakat dengan plafon mulai dari Rp1 miliar hingga Rp25 miliar. Adapun sektor-sektor yang banyak dibiayai di area Jabodetabek adalah sektor perdagangan, manufaktur, dan jasa.

Dengan cakupan wilayah yang cukup luas, maka bank tersebut membagi area Jabodetabek ke dalam tiga wilayah. “Pembagian wilayah tersebut agar kami bisa lebih memaksimalkan potensi di masing-masing wilayah. Selain itu, agar penyaluran kredit SME di Jabodetabek dapat lebih tertata dan terstruktur dengan baik,” tuturnya.

Dianto menambahkan bahwa saat ini persaingan di segmen UKM memang terbilang ketat. Meski begitu, potensi penyaluran kredit tersebut masih terhitung besar. Hal ini bisa dilihat dari dukungan pemerintah di sektor UKM melalui sejumlah kebijakan dan kegiatan. Aturan BI yang menetapkan kredit perbankan di sektor UMKM harus sebesar 20% dari total portofolio kreditnya secara bertahap hingga 2018 juga akan mendorong pertumbuhan di segmen UKM.

Di sisi lain, CIMB Niaga tetap menerapkan sejumlah strategi untuk meningkatkan pertumbuhan penyaluran kredit SME–nya. Antara lain dengan mendirikan SME Processing Centre di kantor cabang CIMB Niaga Gajah Mada, Jakarta, belum lama ini. Dengan didirikannya unit layanan UKM tersebut, dapat membuat sejumlah unit yang terlibat dalam proses kredit bisa berada di satu tempat, sehingga bisa mempercepat proses koordinasi dan persetujuan kreditnya.

“Menyusul SME Processing Centre di kantor cabang Gajah Mada tersebut, kami juga akan mendirikan enam unit lainnya yang sama di sejumlah lokasi pada tahun ini. Dua lokasi di Jakarta, dan masing-masing satu di Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan,” ujarnya.

Langkah ini, bilang Dianto, merupakan wujud komitmen dari pihaknya untuk terus memberikan layanan terbaik kepada nasabah. Dengan layanan optimal, ditambah fasilitas dan jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air, maka perseroan ini tetap optimis penyaluran kredit SME-nya masih tetap tumbuh ke depannya. [ria]

Related posts