Tiga Calon Emiten Siap Ramaikan Pasar Saham

NERACA

Jakarta- PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku ada tiga calon emiten yang akan siap melaksanakan penawaran saham umum perdana (Initial Public Offering/IPO) pada semester pertama ini. Pasalnya, ketiga emiten tersebut telah selesai memberikan paparan terbatas (mini ekspose) pada minggu kemarin.

Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan BEI, Uriep Budhi Prasetyo mengatakan, ketiga perusahaan tersebut, yaitu PT Saratoga Investama Sedaya, PT Bank Mestika dan PT Semen Baturaja (Persero). “Saratoga diperkirakan akan melakukan penawaran saham perdana sekitar Mei-Juni 2013.” katanya di Jakarta akhir pekan kemarin.

Menurutnya, perusahaan private equity ini telah menunjuk PT UBS Securities, PT Indo Premier Securities dan PT Deutsche Securities sebagai penjamin pelaksana emisi efek. Sementara untuk PT Bank Mestika, bank umum swasta devisa yang berkantor pusat di Medan, Sumatra Utara yang fokus pada usaha pada retail banking juga telah melakukan mini ekspose.

Dalam pelaksanaan penawaran sahamnya, Bank Mestika akan melepas sebesar 10% saham ke publik, namun BEI meminta perseroan untuk meninjau kembali persentase saham yang dilepas ke publik tersebut. “Kami meminta mereka untuk melihat lagi jumlah saham yang dilepas agar likuid di pasar,” ucapnya.

Hal itu, kata Uriep didasarkan pada pertimbangan bahwa IPO dilakukan dengan melepas kepemilikan pemegang saham lama (divestasi). Dalam IPO ini, Bank Mestika akan memakai laporan keuangan Desember 2012 dan menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana efek.

Semen Baturaja IPO

Sementara untuk Semen Baturaja, BEI telah menerima dokumen pernyataan pendaftaran dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sejak akhir Maret 2013. Semen Baturaja berencana akan melepas kepemilikan sahamnya sebesar 35% ke publik pada kuartal kedua ini.

Terkait pelaksanaan IPO perusahaan BUMN tersebut, Direktur Utama Semen Baturaja baru-baru ini menyampaikan, pihaknya akan merealisasikan rencana IPO pada Juni tahun ini. “Kita pakai buku Desember 2012, paling tidak setelah itu enam bulan. Jadi kemungkinan Juni ini.” kata Pamudji Rahardjo, Direktur Utama Semen Baturaja.

Perusahaan selanjutnya akan melakukan road show ke Hongkong, Singapura dan Malaysia dalam rangka penawaran sahamnya pada Mei 2013. Menurutnya, saham yang akan dilepas ke publik maksimal sebesar 35%, “Misalnya per lembar Rp100 dan kira-kira sekitar 2 miliar lembar saham,” ucapnya.

Bangun Pabrik

Dana hasil IPO, lanjut Pamudji, antara lain akan dipergunakan untuk pembangunan pabrik di Sumatera untuk memenuhi penambahan kapasitas produksi sebanyak 1,85 juta ton semen di tahun ini. Pembangunan pabrik ini diperkirakan menelan biaya sebesar Rp2,5 triliun dan ditargetkan dapat beroperasi secara efektif pada kuartal keempat 2016.

Asal tahu saja, meskipun telah lama mendapatkan persetujuan dari kementerian BUMN, perusahaan BUMN yang satu ini harus melewati waktu yang cukup panjang dari target rencana IPO perusahaan pada akhir tahun lalu. Hal tersebut antara lain disebabkan proses pelepasan saham BUMN ke publik perlu mendapatkan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Related posts