PNM Asuransikan Pembiayaan Mikro melalui Askrindo

NERACA

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM semakin mempererat sinergi dengan perusahaan BUMN lainnya yaitu PT Asuransi Kredit Indonesia (Persero) atau Askrindo melalui kerja sama asuransi pembiayaan mikro. Kerjasama PNM dengan Askrindo sendiri dimulai sejak akhir tahun lalu untuk produk baru pembiayaan mikro, yakni MM ASRI (Madani Mikro Angsuran Harian).

Direktur Utama PNM, Parman Nataatmadja, mengatakan bahwa asuransi pembiayaan mikro pada tahap awal ditujukan kepada nasabah di 100 unit baru ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) milik PNM. Sejak awal tahun ini, PNM memperluas jaringan dengan membuka 100 kantor unit ULaMM baru di seluruh Indonesia.

“Dengan adanya tambahan unit baru itu, PNM memiliki total kantor ULaMM sebanyak 577 unit. Sehingga tidak mungkin hanya dilayani oleh satu perusahaan penjaminan kredit. Karenanya, kita perlu menggandeng Askrindo,” katanya dalam siaran pers yang diterima Neraca, Kamis (4/4).

Menurutnya, kerja sama ini melingkupi pertanggungan atas risiko pembiayaan macet bagi debitur ULaMM yang menyebabkan tidak dapat terpenuhinya kewajiban perikatannya sebagaimana diperjanjikan dalam perjanjian pembiayaan. Kerjasama ini juga melingkupi pertanggungan atas terjadinya risiko kegagalan pembayaran kewajiban keuangan dari debitur ULaMM karena alasan kemacetan pembiayaan. Jangka waktu perjanjian berlaku selama tiga tahun.

“Kerja sama ini diharapkan bisa terus berlanjut dan berlangsung lama karena bisnis mikro terus tumbuh bagus dan sangat potensial. Selama ada ekonomi kerakyatan yakni pengembangan UMKM, kerja sama ini akan terus berlangsung,” tambah Antonius Napitupulu, Direktur Utama Askrindo.

PNM sebagai lembaga keuangan nonbank milik negara ini berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp41,579 miliar pada 2012 atau tumbuh sekitar 33,5% dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar Rp31,136 miliar.

“Ini lebih ditopang oleh meningkatnya kinerja usaha perseroan yang fokus pada pembiayaan usaha mikro kecil (UMK). Selama tahun lalu perseroan mencatat laba usaha sebesar Rp70,373 miliar, atau naik signifikan sekitar 45,97%, dari jumlah di tahun 2011 yang sebesar Rp48,209 miliar,” ungkap Parman lagi.

Kenaikan laba usaha tersebut seiring dengan adanya peningkatan pendapatan usaha sekitar 30,72% dari Rp658,29 miliar pada 2011 menjadi Rp860,56 miliar. “Dari total pendapatan ini, pendapatan bunga dari unit ULaMM (Unit Layanan Modal Mikro) memberikan kontribusi terbesar mencapai Rp785,08 miliar atau meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp558,39 miliar,” pungkasnya.

Related posts