Kuartal I, Wintermar Raih Kontrak Senilai Rp 2 Triliun

NERACA

Jakarta – Meskipun perekonomian negara Amerika dan Eropa tengah lesu, rupanya tidak mempengaruhi kinerja sektor perkapalan. Pasalnya, PT Wintermar Offshore Marines Tbk (WINS) hingga Februari 2013 sudah meraih kontrak senilai US$ 208 juta atau setara Rp 2,02 triliun. Kontrak itu didominasi segmen minyak dan gas bumi (oil and gas), “Tahun ini kami lebih optimistis menyusul banyaknya permintaan besar dari Indonesia,” kata Investor Relation, Witermar Pek Swan Layanto di Jakarta kemarin.

Dia menuturkan, Wintermar menargetkan pertumbuhan laba bersih sebesar 15-20% tahun ini. Adapun pada tahun lalu, laba bersih perseroan naik 23% menjadi US$ 20,2 juta dibandingkan 2011 sebesar US$ 16,3 juta. Perolehan laba perseroan tersebut didukung naik pendapatan perseroan sebesar 7% mencapai US$ 124,12 juta dari sebelumnya US$ 115,92 juta.

Dia mengatakan, pendapatan dari kapal milik sendiri naik 20% menjadi US$ 65,3 juta menyusul penambahan 13 kapal pada 2011 dan tiga kapal tambahan pada 2012. Perseroan menerima dua unit kapal jenis 8000HP Anchor Handling Towage and Supply dan satu unit Anchor Handling Tugpada dengan nilai investasi US$ 48 juta tahun lalu. Kapal tersebut menyumbang 77% dari pendapatan divisi kapal milik.

Tingkat utilisasi kapal untuk jenis mid dan high-tier masing-masing 83% dan 76%, sedangkan untuk kelompok low-tier sebesar 68%. Tahun ini, perseroan berencana menambah delapan unit kapal jenis Fast Utility Vessels, Anchor Handling Tugs dan Utility Vessels di samping dua jenis unit yang sudah diterima sebelumnya dengan nilai total belanja modal sebesar US$ 60 juta.

Pek Swan mengatakan, nilai capex tersebut meningkat sekitar 20% dibandingkan tahun 2012. “Total belanja modal tersebut 70% didapat melalui pinjaman lembaga internasional dan 30 persen sisanya internal perusahaan,” katanya.

Sebelumnya, PT Wintemar Offshore Marine Tbk telah meminjamkan modal kepada anak usahanya senilai US$ 6,7 juta. Bunga dari pinjaman ini adalah lima persen per tahun. Disebutkan, penambahan modal ini dilakukan pada tanggal 23 Januari 2013 lalu dengan jangka waktu satu tahun.

Nilai transaksi maksimal US$ 6,7 juta dengan bunga lima persen per tahun. WM Offshore adalah anak usaha Wintermar Offshore yang 51% sahamnya dikuasai perseroan, 45% sisanya dipegang PT Meratus Line dan PT Edenvale sebesar empat persen. Sebelumnya, Desember 2012 lalu, perseoan juga menambah modal anak usahanya PT Sentosasegara Mulia Shipping sebesar Rp35,1 miliar. (bani)

BERITA TERKAIT

Sentul City Raih Indonesia Living Legend Companies Award 2019

Perusahaan properti, PT Sentul City Tbk (BKSL) meraih penghargaan Indonesia Living Legend Companies Award 2019. Penghargaan diberikan kepada perusahaan di…

Nusa Raya Incar Kontrak Baru Rp 3,5 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) perusahaan jasa konstruksi swasta di Indonesia menargetkan kontrak baru…

Waskita Targetkan Kontrak Baru Rp 55 Triliun

NERACA Jakarta – Tahun ini, PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) menargetkan total kontrak baru sekitar Rp55 triliun,”Total kontrak baru…

BERITA LAINNYA DI BURSA SAHAM

Laba Dua Putra Utama Terkoreksi 57,96%

Emiten perikanan, PT Dua Putra Utama Makmur Tbk (DPUM) laba bersih di kuartal tiga 2018 kemarin sebesar Rp35,9 miliar atau turun…

BEI Suspensi Saham BDMN dan BBNP

PT  Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara waktu perdagangan dua saham perbankan yang direncanakan akan melakukan merger usaha pada perdagangan…

Chandra Asri Investasi di Panel Surya

Kembangkan energi terbarukan yang ramah lingkungan dalam operasional perusahaan, PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA) menggandeng Total Solar untuk menghasilkan…