Kinerja Saham Topang Dana Kelolaan Reksa Dana - Tumbuh Jadi Rp 187,96 Triliun

NERACA

Jakarta-Pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan dana kelolaan reksa dana pada kuartal pertama tahun ini. Hal tersebut antara lain ditopang oleh kinerja reksa dana saham.

Bahkan pada Maret lalu, total dana kelolaan reksa dana mencapai Rp187,96 triliun atau naik 2,56% dari bulan sebelumnya sebesar Rp183,25 triliun. Kenaikan tersebut diikuti dengan kenaikan jumlah unit reksa dana dari 110,69 miliar pada Februari 2013 menjadi 111,36 miliar pada Maret 2013.

Kata Direktur Utama PT Schroders Investment Management, Michael Tjoajadi, dana kelolaan reksa dana masih berpotensi mengalami peningkatan. Kenaikan dana kelolaan reksa dana tersebut sebagian besar ditopang dari kenaikan reksa dana saham dan reksa dana campuran. Saat ini minat investor untuk masuk reksa dana juga cukup positif seiring dengan pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (BEI). “Banyak masyarakat yang mulai membeli reksa dana,” ucapnya di Jakarta, Kamis (4/4)

Meski demikian, kata dia, bursa saham akan berfluktuasi dalam waktu tiga hingga empat bulan mendatang karena dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor. Hal senada juga diungkapkan oleh Pengamat pasar modal, Rudiyanto, kenaikan dana kelolaan reksa dana tersebut mendapat dorongan dari kenaikan reksa dana saham.

Kontribusi Saham

Reksa dana saham, menurut dia, memberikan kontribusi sekitar Rp5 triliun. Hal tersebut didukung oleh pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada kuartal pertama 2013 yang cukup positif. Selain adanya penambahan unit penyertaan reksa dana sendiri. “Seiring kenaikan IHSG dan pasar saham cukup stabil membuat investor masuk kembali ke reksa dana dan underlying aset reksa dana saham juga naik,\" ucapnya.

Dia menilai, pada akhir tahun 2012, investor masih khawatir dengan kondisi bursa saham. Oleh karena itu, mereka ragu untuk masuk kepada produk investasi berbasiskan saham. Karena itu, saat investor melihat kondisi bursa saham cukup stabil, mereka pun mulai masuk ke reksa dana.

Pertumbuhan reksa dana saham di tahun ini, juga telah disampaikan Wakil Ketua Asosiasi Pengelola Reksadana Indonesia (APRDI), Denny R. Taher, pihaknya optimistis target dana kelolaan reksadana akhir tahun ini bisa mencapai Rp180 triliun. Hal tersebut didasarkan pada pertimbangan, kinerja reksadana saham saat ini, khususnya konsumer dan perbankan, menunjukkan kinerja yang cukup baik.

Adapun komposisi dana kelolaan reksa dana itu antara lain reksa dana terproteksi mencapai Rp37,82 triliun, reksa dana syariah terproteksi Rp1,42 triliun, reksa dana syariah saham Rp3,12 triliun, reksa dana syariah campuran Rp2,69 triliun, reksa dana syariah indeks Rp374 miliar, dan reksa dana syariah pendapatan tetap sekitar Rp756,98 miliar.

Sementara dana kelolaan reksa dana saham sekitar Rp73,08 triliun, reksa dana pasar uang sekitar Rp12,74 triliun, reksa dana campuran sekitar Rp21,86 triliun, reksa dana indeks sekitar Rp246,81 miliar. Sedangkan reksa dana pendapatan tetap sekitar Rp33,25 triliun, reksa dana ETF saham sekitar Rp203,18 miliar dan reksa dana ETF pendapatan tetap sekitar Rp1,37 triliun. (lia)

Related posts