Len Industri Produksi 500 Ribu e-Toll

NERACA

Jakarta - PT Len Industri (Persero) siap memproduksi alat pembayaran otomatis di jalan tol atau yang dikenal sistem on board unit (OBU). Sistem ini rencananya akan dipakai pada kendaraan pengguna jasa e-Toll untuk mengurangi antrean kendaraan pada pintu tol.

Direktur Utama PT Len Industri, Abraham Mose mengatakan, pihaknya telah menyanggupi keinginan pemerintah untuk memproduksi 500 ribu unit alat OBU pada tahun ini. \"Sasarannya sudah dalam produksi dalam negeri, permintaannya sebanyak 500 ribu unit,\" kata Abraham, Kamis (4/4).

Dia mengaku sumber dana pengadaan alat pembayaran otomatis tersebut terlaksana atas kerjasama dengan PT Bank Mandiri Tbk.Selain pinjaman Mandiri, pendanaan juga diambil dari sumber kas internal perusahaan. Namun Abraham mengaku belum mengetahui seberapa besar kebutuhan dana produksi alat tersebut. \"Hari Senin kita putuskan dalam rapat berapa total pendanaannya, namun untuk target kita sesuaikan permintaan dari pemerintah,\" ungkap dia.

Direktur Utama PT Bank Mandiri Zulkifli Zaini sebelumnya menjelaskan, OBU akan digunakan pada kendaraan yang menggunakan jasa pembayaran jalan tol e-Pass.

Nantinya para pengemudi yang menggunakan jasa tersebut, tidak perlu membuka jendela jika memiliki e-Toll pass. E-Toll pass ini akan diterapkan pada gardu khusus pembayaran tol di tiga gerbang pintu tol seperti Cengkareng, Kapuk, dan Cililitan.

\"Nanti pintu akan terbuka sendiri, tapi mobilnya harus dipasang alat OBU (On Board Unit). Ini terbuka dengan sistem sensor,\" jelas Zulkifli.

Sebelumnya PT Len Industri (persero) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) menandatangani kerja sama proyek pengerjaan On Board Unit (OBU) e-Toll Pass.

Ditandatanginya kerja sama pengerjaan e-Toll Pass ini, menandakan dimulai riset dan proyek alat pembayaran tol secara otomatis. Penandatangan kerja sama tersebut dilakukan Direktur Utama PT Len Industri Abraham Mose dan Direktur Utama PT Telekomunikasi Indonesia, Arief Yahya. \"Kami siap memproduksi peralatan tersebut,\" jelas Direktur Utama PT Len Industri Abraham Mose.

Menurutnya, sinergi Len dan Telkom untuk melakukan riset, sinergi produksi lokal, distribusi, pemasaran OBU dan sistem lainnya. Kerja sama tersebut diharapkan mempermudah sistem pembayaran jalan tol secara elektronik serta meningkatkan aksesibilitas transportasi di Indonesia.

Dia berharap, kerja sama ini dapat mempercepat proses pembuatan e-Toll Pass yang mulai digunakan tahun ini. Kementrian BUMN, lanjut dia, menargetkan membuat 500 ribu unit OBU e-Toll Pass pada periode ini.

Abraham menjelaskan, e-Toll Pass merupakan alat mempermudah pembayaran toll. Teknologi itu, disusun atas seperangkat transmitter OBU. Nantinya, pengguna jalan tol tidak lagi perlu membuka kaca jendela ataupun menghentikan laju kendaraan untuk melakukan transaksi. \"Selama ini, perangkat on board unit masih diimpor dari negara lain. Sehingga harganya identik mahal,\" ujarnya.

Uji Coba

Sementara itu, pengelola jaringan jalan tol, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, telah menguji coba sistem pembayaran tarif jalan tol otomatis (e-toll pass) berupa alat yang dipasang pada kendaraan (on board unit/OBU). Sejauh ini, sudah terjual 1.300 OBU dari 20.000 unit yang ditargetkan terjual pada Juni 2012.

\"Dengan alat itu, pengendara membayar tol tanpa harus berhenti atau membuka jendela guna mengambil tiket,\" kata Direktur Operasional Jasa Marga, Hasanudin.

Kondisi itu akan memangkas waktu antrean kendaraan. Dengan menghentikan mobil, membuka jendela, dan membayar dengan uang tunai, perlu sekitar 10 detik. Dengan pembayaran otomatis, cuma perlu 2 detik. Hal itu misalnya terpantau di Gerbang Tol RAMP TMII, Jakarta Timur.

Hasanudin mengatakan, uji coba pemasangan OBU sudah berlangsung sebulan terakhir. Selain memasang OBU di mobil, ada 38 gerbang tol juga dipasangi e-toll pass berupa kotak pembaca sinyal OBU.

Menurut Hasanudin, OBU yang disediakan oleh Bank Mandiri sebagai mitra Jasa Marga, dapat dibeli di toko-toko dalam jaringan internet. Mulai Juli 2012, OBU dapat dibeli di sejumlah gerai pamer mobil Mercedes-Benz dan BMW. Harga OBU saat ini Rp 660.000 per buah dan bisa diisi nominal nilai uang untuk pembayaran tarif tol.

BERITA TERKAIT

DKP Sulteng: - Bantu UMKM Korban Bencana Produksi Baberi

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 2019 akan menyalurkan paket bantuan kepada kelompok usaha mikro kecil dan…

Pemeliharaan Larona Canal - INCO Pangkas Target Bawah Produksi Nikel

NERACA Jakarta – Mempertimbangkan adanya pemeliharaan Larona Canal Relining, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) merevisi target produksi nikel dari 76.000…

Indonesia Industrial Summit 2019 - Sektor Manufaktur RI Dipandang Siap Menerapkan Industri 4.0

NERACA Jakarta – Making Indonesia 4.0 merupakan sebuah peta jalan yang diterapkan untuk mencapai tujuan Indonesia menjadi negara 10 besar…

BERITA LAINNYA DI INDUSTRI

Alat Mekanis Multiguna Pedesaan - AMMDes Pacu Produktivitas dan Siap Rambah Pasar Ekspor 49 Negara

NERACA Jakarta – Kementerian Perindustrian secara konsisten dan berkelanjutan terus mendorong pemanfaatan dan pengembangan Alat Mekanis Multiguna Pedesaan (AMMDes) untuk…

Langkah Making Indonesia 4.0 akan Memiliki Acuan

NERACA Jakarta – Direktur Inovasi Kerja Sama dan Kealumnian (IKK) ITS, Arman Hakim Nasution menyebut, progress roadmap Making Indonesia 4.0…

Implementasi Industri 4.0 Dongkrak Efisiensi dan Produktivitas

NERACA Jakarta – Implementasi industri 4.0 dinilai dapat membawa manfaat bagi perusahaan yang menerapkannya, terutama akan terjadinya peningkatan pada produktivitas…