Stock Split Arwana Citramulia Digelar Juli - Tingkatkan Likuiditas

NERACA

Jakarta – Guna meningkatkan likuiditas dan menjangkau investor ritel, produsen keramik PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) akan merealisasikan pemecahan nilai saham (stock split) dengan rasio 4 : 1 pada Juli 2013.

Kata Vice President Corporate Affairs PT Arwana Citramulia Tbk, Felix Hibono, keputusan itu sudah disetujui para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPLB) perseroan akhir pekan lalu, “Stock split dibuat untuk menambah likuiditas pergerakan saham dan memungkinkan investor ritel masuk lebih banyak,” ujarnya di Jakarta kemarin.

Sebagai informasi, dalam upaya meningkatkan kapasitas produksi, perseroan akan menginvestasikan dana sebesar Rp 520-550 untuk pembangunan plant IV di Palembang, Sumatera Selatan. Dana itu 65% berasal dari pinjaman PT Bank Central Asia Tbk (BCA) dan PT Bank Negara Indonesia Tbk(BNI). Adapun sisanya dari kas internal.“Proyek itu dibagi dalam tiga tahap selama 3-4 tahun. Awal semester I-2013, proyek tahap I sudah bisa beroperasi dengan memproduksi delapan juta meter persegi,” ujar Chief Operating Officer Edy Suyanto.

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga menganggarkan belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp 200 miliar untuk tahap I. Sementara untuk tahap II dan II sebesar Rp 300-350 miliar dengan kapasitas masing-masing

enam juta meter persegi dan tujuh juta meter persegi.“Market Sumatera terbilang besar, dan disana tersedianya tanah serta energi gas. Sehingga kami memilih di Sumatera Selatan,” kata dia.

Sepanjang 2012, perseroan membukukan laba bersih sebesar Rp156,5 miliar atau meningkat 65 persen dibandingkan Rp 94,7 miliar pada 2011. Sementara untuk target laba bersih tahun 2012, perseroan menargetkan tumbuh sebesar 60% menjadi Rp 250 miliar.

Penjualan bersih perseroan di 2012 juga mengalami peningkatan sebesar 21% menjadi Rp 113,7 miliar dibanding tahun 2011. Perseroan membidik target penjualan bersih akan meningkat sebesar 24% menjadi Rp 1,32 triliun. Tercatat pergerakan saham ARNA Kamis kemarin turun Rp 25 (1,3%) menjadio Rp 2.400. (nurul)

Related posts