negeri Dikuasai Impor

Negeri Dikuasai Produk Impor

Kartel. Itu kata kunci mengapa neraca perdagangan luar negeri kita lebih besar impornya dari pada ekspor. Ekonom senior Indef Bustanul Arifin mengatakan, kartel telah membuat lima komoditas pangan di Indonesia tidak mencapai menjadi swasembada pangan.

\"Overall, penyebabnya kartel. Penjelasan anomali perkembangan harga pasar pangan domestik bisa dikatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak berkualitas karena tumbuh tidak sesuai dengan yang diharapkan,\" kata Bustanul saat berbicara dalam diskusi bertajuk ‘Kartel Pangan’ di Akbar Tanjung Institute, Jakarta, belum lama ini.

\"Kalau melihat data, komoditas seperti jagung, kedelai, dan gula semuanya surplus. Namun yang paling menyedihkan itu kedelai, di mana struktur lahannya sudah tidak ada bahkan kita impor 2,5 juta ton, jauh dibandingkan produksinya,\" tutur Bustanul. Dia menjelaskan, masalah impor ditandai oleh mahalnya harga komoditas tertentu. Misalnya, daging sapi, bawang putih, dan cabe.

Pernyataan Bustanul sejalan dengan hasil paparan Badan Pusat Statistik (BPS) yang menyatakan, total nilai impor Indonesia lebih besar dibandingkan nilai ekspor untuk tahun 2012.

Sebelumnya, Kepala BPS Suryamin mengungkapkan, sepanjang 2012 sejak Januari – Desember, data menunjukkan nilai impor 2012 mencapai US$ 191,67 miliar dolar AS, meningkat 8,02% dibanding periode sama pada 2011, yaitu sebesar US$ 177,44 miliar.

Suryamin menjelaskan, kenaikan total nilai impor terutama didorong melonjaknya impor migas sebesar 4,58% dari US$ 40,71 miliar menjadi US$ 42,57 miliar dan impor nonmigas sebesar US$ 9,05 miliar dari US$ 136,73 miliar menjadi US$149,11 miliar. \"Kenaikan impor migas disebabkan peningkatan impor hasil minyak dan gas masing-masing sebesar 1,94% dan 118,17%,\" kata Suryamin.

Sedangkan nilai ekspor yang diungkapkan BPS, untuk 2012, mengalami penurunan hingga 6,61% dari US$ 203,5 miliar menjadi 190,04 miliar US$. \"Secara keseluruhan selama tahun lalu (2012) baik sektor migas maupun non migas merosot yang mengakibatkan terjadi akumulasi penurunan total ekspor,\" kata dia.

BPS menunjukkan, total ekspor migas selama 2012 tercatat US$ 36,97 miliar atau turun 10,86% dibanding total ekspor migas pada 2011 yang mencapai US$ 41,48 miliar. Sedangkan ekspor nonmigas merosot 5,52% dari US$ 162,12 miliar menjadi hanya US$ 153,07 miliar.

Pada sektor migas, penurunan dipicu merosotnya ekspor minyak mentah sebesar 11% dari US$ 13,83 miliar menjadi US$ 12,29 miliar. Penurunan hasil minyak sebesar 12,93% dari US$ 4,77 miliar menjadi US$ 4,16 miliar.

Sementara itu berdasarkan tujuan ekspor, selama 2012, ekspor Indonesia terbesar masih ke China yang mencapai US$ 20,86 miliar atau mengkontribusi 13,63% terhadap total ekspor nasional. Disusul Jepang sebesar US$ 17,23 miliar (11,25%), lalu ke Amerika Serikat sebesar US$ 14,59 miliar (9,53%), dan India sebesar US$ 12,45 miliar.

Khusus di ASEAN, Singapura masih menjadi tujuan ekspor Indonesia terbesar yang mencapai US$ 10,56 miliar, disusul Malaysia US$8,47 miliar, dan Thailand US$ 5,49 miliar.

Sedangkan, dari total impor nonmigas Indonesia selama tahun 2012, jumlah impor terbesar berasal dari China yang mencapai US$ 28,96 miliar, diikuti Jepang US$ 22,69 miliar, lalu Amerika Serikat US$11,56 miliar, Thailand US$ 11,29 miliar, dan Singapura US$10,64 miliar. (saksono)

BERITA TERKAIT

Utang Luar Negeri Naik 7% Jadi Rp5.220 Triliun

  NERACA Jakarta - Utang luar negeri Indonesia naik tujuh persen secara tahunan menjadi 372,9 miliar dolar AS per akhir…

Sektor Otomotif - Realisasi Kendaraan Listrik Hemat Rp798 Triliun dari Impor BBM

NERACA Jakarta – Pemerintah segera menyiapkan regulasi terkait penggunaan kendaraan motor listrik yang dapat menghemat sekitar Rp798 triliun dari impor…

Program B20 Hemat Impor Solar Hingga US$937,84 juta

      NERACA   Jakarta - Kebijakan pencampuran Bahan Bakar Nabati (BBN) berupa biodiesel sebesar 20 persen (B20) ke…

BERITA LAINNYA DI BISNIS INDONESIA

Naik Turun Harga Tiket Pesawat

Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia (Indonesia National Carriers Association/INACA) sepakat untuk menurunkan tiket pesawat, yang sempat melambung beberapa waktu belakangan.…

Bisa Kenakan Tarif Bagasi Setelah Sosialisasi

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyatakan pihak Lion Air dan Wings Air bisa mengenakan tarif bagasi setelah sosialisasi yang…

Harga Tinggi Pengaruhi Kunjungan Wisatawan

Ketua Association of The Indonesian Tour and Travel Agencies (Asita) Kalimantan Barat, Nugroho Henray Ekasaputra, mengatakan harga tiket pesawat yang…