"Di Banten dan Solo Tumbuh Positif" - Perbankan Syariah

NERACA

Jakarta- Perkembangan perbankan syariah di Provinsi Banten selama beberapa tahun terakhir berkembang dan tumbuh sehingga dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.\"Kita yakin perbankan dengan konsep berbasis syariah Islam ini berkembang di Lebak,\" kata Pimpinan Cabang BRI Syariah Cilegon, Mulyana saat peresmian Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Syariah Rangkasbitung, Rabu (3/4).


Dia mengatakan, saat ini Bank BRI Syariah Cabang Cilegon memiliki KCP Serang, Pandeglang dan KCP Rangkasbitung.Diperkirakan awal Mei mendatang akan membuka KCP Labuan dan Cikande.Perkembangan Bank Syariah saat ini di Provinsi Banten berkembang dan tumbuh untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.


Oleh karena itu, pihaknya mendorong masyarakat dapat memahami konsep-konsep Bank Syariah. Pasalnya,konsep Bank Syariah berdasarkan syariah Islam Banking dan tidak melayani dengan relasi hotel maupun tempat-tempat hiburan.Manajemen Bank Syariah berbeda dengan bank konvensional karena Bank Syariah tidak ada regulasi dari Bank Indonesia.


Selain itu, kata dia, Bank Syariah tidak mengenal sistem bunga seperti yang diberlakukan pada bank konvesional.Akan tetapi, kata dia, Bank Syariah menggunakan sistem margin atau bagi keuntungan.Dia lalu mencontohkan, mereka nasabah ingin memiliki rumah dengan cara mengangsur, maka Bank Syariah dengan nasabah menjalin kesepakatan dengan cara sistem margin itu.


\"Kami tidak mengenal suku bunga, namun kami bagi keuntungan sesuai dengan syariah itu,\" katanya. Dia juga menyebut kalau Bank Syariah ini juga melayani beberapa produk unggulan antara lain tabungan, giro, deposito, haji dan lain lainnya.Bahkan, kata dia, Bank Syariah ini juga menjalin kerja sama dengan karyawan Rumah Sakit Misi Rangkasbitung.


\"Mereka para karyawan rumah sakit tersebut bisa mengambil pinjaman kredit untuk membuka usaha mikro.Kami akan menjalin kerja sama dengan pemerintah, swasta, lembaga perguruan tinggi dan pengusaha agar Bank Syariah lebih berkembang,\" katanya.


Sementara itu, Kepala KCP BRI Syariah Rangkasbitung, M Fakhrurrozi, mengatakan pihaknya akan bekerja keras untuk mengenalkan Bank Syariah di masyarakat.Sebab sebagian besar masyarakat Kabupaten Lebak belum begitu memahami konsep Bank Syariah.Konsep Bank Syariah tidak menerapkan sistem bunga, namun mengenalkan sistem bagi keuntungan.


\"Kami juga menyalurkan pinjaman bagi usaha mikro mulai Rp5 juta sampai Rp500 juta,\" katanya. Di tempat terpisah, pembiayaan perbankan Syariah di wilayah Solo Raya selama bulan Februari 2013 telah mencapai Rp2,78 triliun atau tumbuh 35,48% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya.

\"Pembiayaan itu berasal dari Bank Umum Syariah Rp2,66 triliun tumbuh 34,4% dan Bank Perkreditan Rakyat Syariah Rp115,23 miliar tumbuh 66,7%,\"kata Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Arif Nazaruddin di Solo, Rabu.Lebih lanjut dia mengatakan bahwa asset perbankan syariah selama bulan Februari 2013 mencapai Rp3,40 triliun atau tumbuh sebesar 32,95%.


Dia mengatakan, aset sebesar itu terdiri dari asset Bank Umum Syariah sebesar Rp3,24 triliun atau tumbuh 31,64%, dan BPR syariah sebesar Rp157,74 miliar atau tumbuh 67,16%. Arifmenjelaskan, mengenai dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan masyarakat yang dihimpun perbankan syariah selama Februari 2013, tercatat Rp2,43 triliun atau tumbuh sebesar 24,84%. Masing-masing bank umum syariah sebesar Rp2,24 triliun dan BPR syariah sebesar Rp96,57 miliar. [ardi/ant]

Related posts